Jumat, 2 Januari 2026
spot_img
spot_img

Lawan Gempuran Digital, SDN 007 Panglima Raja Ajak Siswa Asyik Membaca Koran

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah derasnya arus informasi digital, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, memilih koran sebagai media untuk meningkatkan literasi siswa.

Kepala SDN 007 Panglima Raja, Dedi Yunasri, menjelaskan bahwa membaca koran bukan hanya menambah wawasan, tapi juga memberikan pengalaman berbeda yang tak bisa tergantikan oleh layar digital.
“Murid sangat antusias membaca. Mereka bisa merasakan langsung nilai historis dan edukatif dari berita yang tersaji,” ujar Dedi, Selasa (23/9).

Menurutnya, keberadaan koran di sekolah tidak hanya menyajikan informasi terkini, tapi juga menjadi arsip berharga yang bisa dipelajari dari waktu ke waktu. Apalagi, ada pembelajaran bahasa Indonesia terkait ejaan dan penulisan yang bisa langsung dikaitkan dengan materi di koran.
“Langganan koran ini juga menjadi simbol tradisi membaca yang terus kami jaga,” tambahnya.

Baca Juga:  926 Unit Sepeda Motor Dinas Inhil Belum Diketahui Keberadaannya

Dedi menilai, meski teknologi menawarkan kecepatan informasi, koran tetap unggul dalam menyajikan berita yang terverifikasi, mendalam, sekaligus mendidik.
“Bagi kami, tantangan utama adalah menemukan keseimbangan antara tradisi literasi dan teknologi. Dengan kehadiran koran, pembelajaran literasi di sekolah semakin hidup,” jelasnya.

Ia menegaskan, koran di sekolah bukan sekadar bacaan, melainkan juga pendukung pembelajaran yang membantu murid memahami bahasa, sejarah, hingga perkembangan terkini dengan cara yang lebih bermakna.(ali)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah derasnya arus informasi digital, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, memilih koran sebagai media untuk meningkatkan literasi siswa.

Kepala SDN 007 Panglima Raja, Dedi Yunasri, menjelaskan bahwa membaca koran bukan hanya menambah wawasan, tapi juga memberikan pengalaman berbeda yang tak bisa tergantikan oleh layar digital.
“Murid sangat antusias membaca. Mereka bisa merasakan langsung nilai historis dan edukatif dari berita yang tersaji,” ujar Dedi, Selasa (23/9).

Menurutnya, keberadaan koran di sekolah tidak hanya menyajikan informasi terkini, tapi juga menjadi arsip berharga yang bisa dipelajari dari waktu ke waktu. Apalagi, ada pembelajaran bahasa Indonesia terkait ejaan dan penulisan yang bisa langsung dikaitkan dengan materi di koran.
“Langganan koran ini juga menjadi simbol tradisi membaca yang terus kami jaga,” tambahnya.

Baca Juga:  Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah di Kepulauan Meranti

Dedi menilai, meski teknologi menawarkan kecepatan informasi, koran tetap unggul dalam menyajikan berita yang terverifikasi, mendalam, sekaligus mendidik.
“Bagi kami, tantangan utama adalah menemukan keseimbangan antara tradisi literasi dan teknologi. Dengan kehadiran koran, pembelajaran literasi di sekolah semakin hidup,” jelasnya.

Ia menegaskan, koran di sekolah bukan sekadar bacaan, melainkan juga pendukung pembelajaran yang membantu murid memahami bahasa, sejarah, hingga perkembangan terkini dengan cara yang lebih bermakna.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah derasnya arus informasi digital, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, memilih koran sebagai media untuk meningkatkan literasi siswa.

Kepala SDN 007 Panglima Raja, Dedi Yunasri, menjelaskan bahwa membaca koran bukan hanya menambah wawasan, tapi juga memberikan pengalaman berbeda yang tak bisa tergantikan oleh layar digital.
“Murid sangat antusias membaca. Mereka bisa merasakan langsung nilai historis dan edukatif dari berita yang tersaji,” ujar Dedi, Selasa (23/9).

Menurutnya, keberadaan koran di sekolah tidak hanya menyajikan informasi terkini, tapi juga menjadi arsip berharga yang bisa dipelajari dari waktu ke waktu. Apalagi, ada pembelajaran bahasa Indonesia terkait ejaan dan penulisan yang bisa langsung dikaitkan dengan materi di koran.
“Langganan koran ini juga menjadi simbol tradisi membaca yang terus kami jaga,” tambahnya.

Baca Juga:  Kasus DBD Tembus 211, Dinkes Inhil Lakukan Fogging Massal

Dedi menilai, meski teknologi menawarkan kecepatan informasi, koran tetap unggul dalam menyajikan berita yang terverifikasi, mendalam, sekaligus mendidik.
“Bagi kami, tantangan utama adalah menemukan keseimbangan antara tradisi literasi dan teknologi. Dengan kehadiran koran, pembelajaran literasi di sekolah semakin hidup,” jelasnya.

Ia menegaskan, koran di sekolah bukan sekadar bacaan, melainkan juga pendukung pembelajaran yang membantu murid memahami bahasa, sejarah, hingga perkembangan terkini dengan cara yang lebih bermakna.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari