BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Bengkalis sampai saat ini Kabupaten Bengkalis belum memiliki tempat sebagai pusat rehabilitasi narkoba.
”Ini juga pesan Pak Kajati Riau agar kami mengusulkan kepada Pemkab Bengkalis untuk mendirikan ruang pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Nadya Lubis, Kamis (28/8).
Menurutnya, pusat rehabilitasi diharapkan menjadi solusi bagi para korban penyalahgunaan narkoba yang menyadari bahaya ketergantungan.
”Ya, banyak korban penyalahgunaan narkoba di Bengkalis yang sebenarnya memerlukan layanan rehabilitasi. Tugas kita bersama untuk memberikan ruang pemulihan agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” jelas Nadda.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni menyatakan mendukung penuh usulan tersebut. Pihaknya akan berusaha menganggarkan dalam APBD Bengkalis.
”Jika tidak bisa di tahun ini, maka akan diupayakan masuk ke anggaran APBD 2026 mendatang. Kami harap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak terkait dapat mewujudkan pelayanan kesehatan serta rehabilitasi yang lebih baik di Kabupaten Bengkalis,” ujarmya.(ksm)
Reporter: Abu Kasim
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Bengkalis sampai saat ini Kabupaten Bengkalis belum memiliki tempat sebagai pusat rehabilitasi narkoba.
”Ini juga pesan Pak Kajati Riau agar kami mengusulkan kepada Pemkab Bengkalis untuk mendirikan ruang pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Nadya Lubis, Kamis (28/8).
Menurutnya, pusat rehabilitasi diharapkan menjadi solusi bagi para korban penyalahgunaan narkoba yang menyadari bahaya ketergantungan.
”Ya, banyak korban penyalahgunaan narkoba di Bengkalis yang sebenarnya memerlukan layanan rehabilitasi. Tugas kita bersama untuk memberikan ruang pemulihan agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” jelas Nadda.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni menyatakan mendukung penuh usulan tersebut. Pihaknya akan berusaha menganggarkan dalam APBD Bengkalis.
”Jika tidak bisa di tahun ini, maka akan diupayakan masuk ke anggaran APBD 2026 mendatang. Kami harap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak terkait dapat mewujudkan pelayanan kesehatan serta rehabilitasi yang lebih baik di Kabupaten Bengkalis,” ujarmya.(ksm)
Reporter: Abu Kasim