Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Kreatif  di Tengah Pandemi Covid-19

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  KNPI Gandeng Kadin Bengkalis Gelar Pelatihan Enterpreneurship

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  LAMR Bengkalis Tidak Berpolitik

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  Empat Kurir dan Pemakai Diringkus saat Pesta Narkoba

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  Polbeng Serahkan Tiga Unit Kapal Nelayan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kreatif  di Tengah Pandemi Covid-19

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  Hadiri Isra Mikraj, Camat Mandau Berharap Keimanan Ditingkatkan

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  Tiga Orang Jadi Tersangka Lahan Mangrove

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  LAMR Bengkalis Tidak Berpolitik

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  Bengkalis Menuju Kota Layak Anak
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari