Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

Kreatif  di Tengah Pandemi Covid-19

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  Pemilik Histeris, 8 Petak Rumah di Duri Hangus Dilahap si Jago Merah

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  Bertekad  Wujudkan Pembangunan Jembatan Pakning-Bengkalis

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  Bengkalis Dapat Tambah 79 Ribu Dosis Vaksin

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

- Advertisement -

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  Peningkatan Infrastruktur Rupat Utara Jadi Prioritas
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PANGKALANJAMBI (RIAUPOS.CO) – Keberadaan Mangrove Education Centre di Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukitbatu, saat ini bukan saja menjadi bagian pemulihan hutan mangrove dan menjaga dari abrasi, namun saat ini keberadaan mangrove itu menjadi tujuan kunjungan wisata lokal sambil menikmati berbagai makanan berasal dari buah mangrove. 

Mangrove Education Center ini selama pandemi Covid-19 tertutup untuk umum.  "Selama Pandemi Covid-19, tempat ini tertutup untuk umum. Namun untuk aktivitas kelompok tetap berjalan," kata Ketua Kelompok Harapan Bersama, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit batu, Bengkalis, Alpan, kemarin. 

Kelompok yang baru saja menerima SK Penerima Proklim dari Kemen LHK ini terus berinovasi dan menjalankan beberapa program. Program yang dijalankan mulai pembenihan mangrove jenis api-api, bakau dan berembang. Kemudian penanaman mangrove dan pengembangan usaha ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  DPRD Bengkalis Panggil Dinas PMD, Yuhelmi: Saya Lupa Indikatornya

"Alhamdulillah, meskipun masa pandemi covid-19, ibu-ibu dari kelompok kami terus berproduksi. Minimal per hari 1 Kg buah mangrove diolah ibu-ibu, " jelas Alpan yang saat itu menunjukkan hasil produksi jus buah kedabu dan berembang. 

Tidak hanya itu, kata Alpan, memproduksi kerupuk amplang dari ikan lomek dilakukan ibu. "Alhamdulillah sampai saat ini masih diminati masyarakat," jelasnya. 

Menurut Alpan, sejak level II sebagian masyarakat. Terutama masyarakat tempatan mulai datang untuk menikmati keindahan mangrove. "Sebenarnya kita tak berani mangrove center ini dibuka untuk umum. Kita menunggu, jika diizinkan pemkab, langsung dibuka," jelas Alpan. Yang jelas, katanya lagi, setiap yang masuk tetap menerapkan protokol kesehatan.(esi)

Baca Juga:  PLN Siagakan Tim Teknis Natura

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari