Jumat, 6 November 2026
- Advertisement -

Pasang Keling dan Tanggul Jebol, Petani Bantan Terancam Gagal Panen

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sejak sepekan hujan deras disertai pasang keling terjadi  Bengkalis. Hal itu membuat tanggul yang berada di bibir pantai pesisir Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, jebol.

Warga Desa Mentayan yang sejak dulunya bercocok tanam merasakan dampak fenomena alam tersebut.

Puluhan hektare tanaman padi warga yang sedang berbuah menjadi layu akibat air laut yang melimpah masuk dan merendam puluhan hektare sawah warga setempat.

"Akibat pasang keling ini, puluhan hektare tanaman kami dan warga lainya menjadi terendam maka dipastikan akan padi kami terancam gagal panen," ujar salah seorang petani warga setempat, Misudi, Selasa (9/11/2021).

Pria paruh baya dengan raut wajah lesunya menyimpan kekecewaan, pasalnya padi yang dia tanam selama ini sudah mulai berisi diperkirakan dalam hitungan bulan akan dipetik namun terancam gagal panen akibat masuknya air asin tersebut.

Baca Juga:  Polsek Mandau Amankan 14 Paket Sabu

"Sudah hampir sepekan ini lahan sawah kami terendam mencapai 1 meter. Dan air melimpah datangnya dari air asin laut," ujar Misudi.

Senada juga disampaikan Mamat, warga setempat. Dia mengaku dengan kejadian pasang keling meluap ke persawahan warga dirinya harus ekstra kerja setiap harinya di sawah.

"Ibarat melihat anak kita sendiri, bisa dibilang hampir setiap hari melihat tanaman padi kami ini. Selain itu kami juga melakukan pemupukan kembali karena kami khawatirkan tanaman padi akhirnya menguning sebelum waktunya dipetik," ujar Mamat.

Mamat berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

"Kalau tidak cepat diperbaiki, tahun depan dipastikan para petani tidak bisa menanam padi kembali. Kami juga berharap pemecah gelombang karna sangat penting tidak jauh dari lahan persawahan ini terdapat pelabuhan internasional juga supaya ombak yang datang tidak terlalu kuat seperti saat ini," harap  Mamat.

Baca Juga:  Polres Terapkan RJ, Selesaikan Persoalan Perusahaan dan Warga Sakai

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sejak sepekan hujan deras disertai pasang keling terjadi  Bengkalis. Hal itu membuat tanggul yang berada di bibir pantai pesisir Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, jebol.

Warga Desa Mentayan yang sejak dulunya bercocok tanam merasakan dampak fenomena alam tersebut.

Puluhan hektare tanaman padi warga yang sedang berbuah menjadi layu akibat air laut yang melimpah masuk dan merendam puluhan hektare sawah warga setempat.

"Akibat pasang keling ini, puluhan hektare tanaman kami dan warga lainya menjadi terendam maka dipastikan akan padi kami terancam gagal panen," ujar salah seorang petani warga setempat, Misudi, Selasa (9/11/2021).

Pria paruh baya dengan raut wajah lesunya menyimpan kekecewaan, pasalnya padi yang dia tanam selama ini sudah mulai berisi diperkirakan dalam hitungan bulan akan dipetik namun terancam gagal panen akibat masuknya air asin tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bocah 4 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai

"Sudah hampir sepekan ini lahan sawah kami terendam mencapai 1 meter. Dan air melimpah datangnya dari air asin laut," ujar Misudi.

Senada juga disampaikan Mamat, warga setempat. Dia mengaku dengan kejadian pasang keling meluap ke persawahan warga dirinya harus ekstra kerja setiap harinya di sawah.

- Advertisement -

"Ibarat melihat anak kita sendiri, bisa dibilang hampir setiap hari melihat tanaman padi kami ini. Selain itu kami juga melakukan pemupukan kembali karena kami khawatirkan tanaman padi akhirnya menguning sebelum waktunya dipetik," ujar Mamat.

Mamat berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

"Kalau tidak cepat diperbaiki, tahun depan dipastikan para petani tidak bisa menanam padi kembali. Kami juga berharap pemecah gelombang karna sangat penting tidak jauh dari lahan persawahan ini terdapat pelabuhan internasional juga supaya ombak yang datang tidak terlalu kuat seperti saat ini," harap  Mamat.

Baca Juga:  Masuri dan Ridwan Yazid Bersaing

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sejak sepekan hujan deras disertai pasang keling terjadi  Bengkalis. Hal itu membuat tanggul yang berada di bibir pantai pesisir Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, jebol.

Warga Desa Mentayan yang sejak dulunya bercocok tanam merasakan dampak fenomena alam tersebut.

Puluhan hektare tanaman padi warga yang sedang berbuah menjadi layu akibat air laut yang melimpah masuk dan merendam puluhan hektare sawah warga setempat.

"Akibat pasang keling ini, puluhan hektare tanaman kami dan warga lainya menjadi terendam maka dipastikan akan padi kami terancam gagal panen," ujar salah seorang petani warga setempat, Misudi, Selasa (9/11/2021).

Pria paruh baya dengan raut wajah lesunya menyimpan kekecewaan, pasalnya padi yang dia tanam selama ini sudah mulai berisi diperkirakan dalam hitungan bulan akan dipetik namun terancam gagal panen akibat masuknya air asin tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Bengkalis Nyatakan Kesiapan Suplai 140 Ton Sampah untuk Energi Listrik

"Sudah hampir sepekan ini lahan sawah kami terendam mencapai 1 meter. Dan air melimpah datangnya dari air asin laut," ujar Misudi.

Senada juga disampaikan Mamat, warga setempat. Dia mengaku dengan kejadian pasang keling meluap ke persawahan warga dirinya harus ekstra kerja setiap harinya di sawah.

"Ibarat melihat anak kita sendiri, bisa dibilang hampir setiap hari melihat tanaman padi kami ini. Selain itu kami juga melakukan pemupukan kembali karena kami khawatirkan tanaman padi akhirnya menguning sebelum waktunya dipetik," ujar Mamat.

Mamat berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

"Kalau tidak cepat diperbaiki, tahun depan dipastikan para petani tidak bisa menanam padi kembali. Kami juga berharap pemecah gelombang karna sangat penting tidak jauh dari lahan persawahan ini terdapat pelabuhan internasional juga supaya ombak yang datang tidak terlalu kuat seperti saat ini," harap  Mamat.

Baca Juga:  Polsek Mandau Amankan 14 Paket Sabu

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari