Rabu, 2 April 2025
spot_img

Harga Lelang Karet Capai Rp13.265 per Kilogram

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis terus berupaya membantu para petani meningkatkan harga jual karet di tingkat petani. Ini dilakukan melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa, yang sudah dibentuk beberapa tahun lalu dan dampak peningkatan harga karet di tingkat petani sangat siginifikan.

“Alhamdulillah, sejak dibentuknya UPPB dengan melakukan pelelangan karet dari sebelumnya harga di tingkat pengepul berkisar antara Rp6.500-Rp7.500 per kilogram. Namun pada saat diluncurkan Bupati Bengkalis Kasmarni dua tahun lalu, harganya mencapai Rp11 ribu lebih per kilogram,” ujar Kepala Disbun Bengkalis Muhammad Azmir, Senin (6/5).

Ia menyebutkan, harga pelelangan karet yang digelar di UPPB Desa Petani, Senin (6/5) berhasil menembus harga Rp13.265 per kilogram. Bahkan berdasarkan pantauan Dinas Perkebunan dalam satu bulan ini, harga karet di UPPB Desa Petani berada di atas harga Rp13 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Operasi Gabungan, Satu Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Azmir menyampaikan, Disbun Bengkalis akan terus memantau keaktifan UPPB-UPPB desa yang telah ada, dan juga akan terus berinovasi membentuk UPPB desa yang baru, khususnya di kecamatan sebagai sentral tanaman karet dan juga sebagai lokasi binaan prioritas Disbun Bengkalis.

“Kita akan fokus membentuk UPPB desa di Kecamatan Rupat Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet di Kabupaten Bengkalis, sehingga harga karet di tingkat petani dapat maksimal  demi terwujudnya visi Bengkalis Bermarwah Maju dan Sejahtera,” ujarnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis terus berupaya membantu para petani meningkatkan harga jual karet di tingkat petani. Ini dilakukan melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa, yang sudah dibentuk beberapa tahun lalu dan dampak peningkatan harga karet di tingkat petani sangat siginifikan.

“Alhamdulillah, sejak dibentuknya UPPB dengan melakukan pelelangan karet dari sebelumnya harga di tingkat pengepul berkisar antara Rp6.500-Rp7.500 per kilogram. Namun pada saat diluncurkan Bupati Bengkalis Kasmarni dua tahun lalu, harganya mencapai Rp11 ribu lebih per kilogram,” ujar Kepala Disbun Bengkalis Muhammad Azmir, Senin (6/5).

Ia menyebutkan, harga pelelangan karet yang digelar di UPPB Desa Petani, Senin (6/5) berhasil menembus harga Rp13.265 per kilogram. Bahkan berdasarkan pantauan Dinas Perkebunan dalam satu bulan ini, harga karet di UPPB Desa Petani berada di atas harga Rp13 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Positif Covid-19 Bengkalis Tambah 62 Kasus

Azmir menyampaikan, Disbun Bengkalis akan terus memantau keaktifan UPPB-UPPB desa yang telah ada, dan juga akan terus berinovasi membentuk UPPB desa yang baru, khususnya di kecamatan sebagai sentral tanaman karet dan juga sebagai lokasi binaan prioritas Disbun Bengkalis.

“Kita akan fokus membentuk UPPB desa di Kecamatan Rupat Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet di Kabupaten Bengkalis, sehingga harga karet di tingkat petani dapat maksimal  demi terwujudnya visi Bengkalis Bermarwah Maju dan Sejahtera,” ujarnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Harga Lelang Karet Capai Rp13.265 per Kilogram

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis terus berupaya membantu para petani meningkatkan harga jual karet di tingkat petani. Ini dilakukan melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa, yang sudah dibentuk beberapa tahun lalu dan dampak peningkatan harga karet di tingkat petani sangat siginifikan.

“Alhamdulillah, sejak dibentuknya UPPB dengan melakukan pelelangan karet dari sebelumnya harga di tingkat pengepul berkisar antara Rp6.500-Rp7.500 per kilogram. Namun pada saat diluncurkan Bupati Bengkalis Kasmarni dua tahun lalu, harganya mencapai Rp11 ribu lebih per kilogram,” ujar Kepala Disbun Bengkalis Muhammad Azmir, Senin (6/5).

Ia menyebutkan, harga pelelangan karet yang digelar di UPPB Desa Petani, Senin (6/5) berhasil menembus harga Rp13.265 per kilogram. Bahkan berdasarkan pantauan Dinas Perkebunan dalam satu bulan ini, harga karet di UPPB Desa Petani berada di atas harga Rp13 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Luas Perkebunan Kelapa Sawit Selesai Di-update

Azmir menyampaikan, Disbun Bengkalis akan terus memantau keaktifan UPPB-UPPB desa yang telah ada, dan juga akan terus berinovasi membentuk UPPB desa yang baru, khususnya di kecamatan sebagai sentral tanaman karet dan juga sebagai lokasi binaan prioritas Disbun Bengkalis.

“Kita akan fokus membentuk UPPB desa di Kecamatan Rupat Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet di Kabupaten Bengkalis, sehingga harga karet di tingkat petani dapat maksimal  demi terwujudnya visi Bengkalis Bermarwah Maju dan Sejahtera,” ujarnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis terus berupaya membantu para petani meningkatkan harga jual karet di tingkat petani. Ini dilakukan melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa, yang sudah dibentuk beberapa tahun lalu dan dampak peningkatan harga karet di tingkat petani sangat siginifikan.

“Alhamdulillah, sejak dibentuknya UPPB dengan melakukan pelelangan karet dari sebelumnya harga di tingkat pengepul berkisar antara Rp6.500-Rp7.500 per kilogram. Namun pada saat diluncurkan Bupati Bengkalis Kasmarni dua tahun lalu, harganya mencapai Rp11 ribu lebih per kilogram,” ujar Kepala Disbun Bengkalis Muhammad Azmir, Senin (6/5).

Ia menyebutkan, harga pelelangan karet yang digelar di UPPB Desa Petani, Senin (6/5) berhasil menembus harga Rp13.265 per kilogram. Bahkan berdasarkan pantauan Dinas Perkebunan dalam satu bulan ini, harga karet di UPPB Desa Petani berada di atas harga Rp13 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Diserang Kawanan Gajah, Petani Karet Luka-Luka

Azmir menyampaikan, Disbun Bengkalis akan terus memantau keaktifan UPPB-UPPB desa yang telah ada, dan juga akan terus berinovasi membentuk UPPB desa yang baru, khususnya di kecamatan sebagai sentral tanaman karet dan juga sebagai lokasi binaan prioritas Disbun Bengkalis.

“Kita akan fokus membentuk UPPB desa di Kecamatan Rupat Utara, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet di Kabupaten Bengkalis, sehingga harga karet di tingkat petani dapat maksimal  demi terwujudnya visi Bengkalis Bermarwah Maju dan Sejahtera,” ujarnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari