Selasa, 2 Juli 2024

Infrastruktur Jadi Prioritas

TANJUNGMEDANG (RIAUPOS.CO) – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Rupat Utara, masih menjadi skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rupat Utara, Rabu (2/2).

Peningkatan infrastruktur diharapkan menjadi salah satu pendukung, guna menjadikan Rupat Utara sebagai kawasan pariwisata unggulan di Kabupaten Bengkalis.

- Advertisement -

Menurut Camat Rupat Utara Agus Sofyan pembangunan infrastruktur, yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak, di antaranya pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, pemecah gelombang, listrik dan sarana air bersih.

Dijelaskannya, kondisi jalan poros Teluk Kadur-Tanjung Medang panjang ruas 15.190 km, sudah dirigid sekitar 10.190 km sedangkan sisanya masih berkerikil.

Jalan utama lainnya, yaitu Tanjung Medang-Titi Akar, sepanjang 19.075 km. Sampai 2021 jalan tersebut baru 8.200 km yang sudah dirigid, 7.200 km berkerikil sedangkan sekitar 3.675 km masih kondisi tanah.

- Advertisement -

Selain itu, Agus juga menawarkan akses lain menuju Rupat Utara. Bila selama ini rute yang ditempuh dari Tanjung Kapal, Rupat menuju Tanjung Medang Rupat Utara sekitar 107 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2.5 jam.

Baca Juga:  Bupati Ajak IKPS Wujudkan Bengkalis Bermasa

"Melalui akses jalan tersebut, jarak tempuh sekitar 58 km dengan waktu berkendara sekitar sejaman saja," ujarnya, Kamis (3/2) di aula pertemuan, Kantor Camat Rupat Utara.

Sedangkan jembatan yang perlu disegerakan pembangunannya adalah jembatan Sungai Genting, Sungai Simpur, Sungai Pasir Putih dan jembatan penghubung Titi Akar – Hutan Samak.

Lalu, masih ada beberapa daerah yang belum teraliri listrik. Yakni, Dapur Runtuh Desa Tanjung Medang dan Pangkalan Meranti Dusun Sei Empang Desa Kadur.

"Pelabuhan masyarakat yang saat ini perlu dibangun salah satunya, pelabuhan penumpang di Desa Titi Akar dan Jalan Nusantara, Kadur," rinci Agus.

Selain pembangunan infrastruktur, Agus juga berharap upaya Pemkab Bengkalis dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan di daerahnya. Salah satunya pengembangan UMKM.

"Saat ini baru sebagian dilaksanakan di beberapa desa. Namun perlu peningkatan menjadi skala industri yang lebih besar, seperti olahan makanan dan oleh-oleh khas Rupat Utara," ucapnya.

Baca Juga:  Akibat Monopoli Harga, Petani Sawit Menjerit, Mana Ketegasan Pemerintah?

Selain itu, Agus juga menyebutkan perlunya pembangunan pasar seni dan pusat souvenir dan pembangunan pusat daya tarik bagi masyarakat. "Seperti, pusat permainan, water boom, outbound, wisata sejarah dan lain-lain," ucapnya lagi.

Sementara itu, di hadapan peserta Musrenbang. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono mengatakan di 2022, Rupat Utara mendapatkan alokasi anggaran untuk sejumlah pekerjaan.

Seperti, peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih – Kadur sebesar Rp15 miliar, Jalan Tanjung Medang – Kadur sebesar Rp10 miliar dan pembangunan oprit jembatan Sungai Pucuk Rp3 Miliar.

Khusus untuk menunjung pembangunan sektor pariwisata, karena Pulau Rupat sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, dijelaskan Andris, beberapa waktu lalu, Bupati Kasmarni melakukan komunikasi dengan Deputi Bidang Pendanaan Bappenas.

"Guna menyampaikan isu-isu strategis pembangunan di Kabupaten Bengkalis dan alhamdulillah, mendapat tanggapan yang positif dari Bappenas," ungkapnya.(ade)

Laporan ABU KASIM, Tanjungmedang

TANJUNGMEDANG (RIAUPOS.CO) – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Rupat Utara, masih menjadi skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rupat Utara, Rabu (2/2).

Peningkatan infrastruktur diharapkan menjadi salah satu pendukung, guna menjadikan Rupat Utara sebagai kawasan pariwisata unggulan di Kabupaten Bengkalis.

Menurut Camat Rupat Utara Agus Sofyan pembangunan infrastruktur, yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak, di antaranya pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, pemecah gelombang, listrik dan sarana air bersih.

Dijelaskannya, kondisi jalan poros Teluk Kadur-Tanjung Medang panjang ruas 15.190 km, sudah dirigid sekitar 10.190 km sedangkan sisanya masih berkerikil.

Jalan utama lainnya, yaitu Tanjung Medang-Titi Akar, sepanjang 19.075 km. Sampai 2021 jalan tersebut baru 8.200 km yang sudah dirigid, 7.200 km berkerikil sedangkan sekitar 3.675 km masih kondisi tanah.

Selain itu, Agus juga menawarkan akses lain menuju Rupat Utara. Bila selama ini rute yang ditempuh dari Tanjung Kapal, Rupat menuju Tanjung Medang Rupat Utara sekitar 107 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2.5 jam.

Baca Juga:  Bupati Ajak IKPS Wujudkan Bengkalis Bermasa

"Melalui akses jalan tersebut, jarak tempuh sekitar 58 km dengan waktu berkendara sekitar sejaman saja," ujarnya, Kamis (3/2) di aula pertemuan, Kantor Camat Rupat Utara.

Sedangkan jembatan yang perlu disegerakan pembangunannya adalah jembatan Sungai Genting, Sungai Simpur, Sungai Pasir Putih dan jembatan penghubung Titi Akar – Hutan Samak.

Lalu, masih ada beberapa daerah yang belum teraliri listrik. Yakni, Dapur Runtuh Desa Tanjung Medang dan Pangkalan Meranti Dusun Sei Empang Desa Kadur.

"Pelabuhan masyarakat yang saat ini perlu dibangun salah satunya, pelabuhan penumpang di Desa Titi Akar dan Jalan Nusantara, Kadur," rinci Agus.

Selain pembangunan infrastruktur, Agus juga berharap upaya Pemkab Bengkalis dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan di daerahnya. Salah satunya pengembangan UMKM.

"Saat ini baru sebagian dilaksanakan di beberapa desa. Namun perlu peningkatan menjadi skala industri yang lebih besar, seperti olahan makanan dan oleh-oleh khas Rupat Utara," ucapnya.

Baca Juga:  Bupati Bengkalis Berikan Data Kependudukan

Selain itu, Agus juga menyebutkan perlunya pembangunan pasar seni dan pusat souvenir dan pembangunan pusat daya tarik bagi masyarakat. "Seperti, pusat permainan, water boom, outbound, wisata sejarah dan lain-lain," ucapnya lagi.

Sementara itu, di hadapan peserta Musrenbang. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono mengatakan di 2022, Rupat Utara mendapatkan alokasi anggaran untuk sejumlah pekerjaan.

Seperti, peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih – Kadur sebesar Rp15 miliar, Jalan Tanjung Medang – Kadur sebesar Rp10 miliar dan pembangunan oprit jembatan Sungai Pucuk Rp3 Miliar.

Khusus untuk menunjung pembangunan sektor pariwisata, karena Pulau Rupat sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, dijelaskan Andris, beberapa waktu lalu, Bupati Kasmarni melakukan komunikasi dengan Deputi Bidang Pendanaan Bappenas.

"Guna menyampaikan isu-isu strategis pembangunan di Kabupaten Bengkalis dan alhamdulillah, mendapat tanggapan yang positif dari Bappenas," ungkapnya.(ade)

Laporan ABU KASIM, Tanjungmedang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari