Minggu, 29 Maret 2026
- Advertisement -

Bupati Apresiasi Eksistensi Suku Banjar

(RIAUPOS.CO) — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengapresiasi eksistensi masyarakat suku banjar, karena telah cukup banyak berkontribusi terhadap pembangunan di daerah itu.

“Kemajuan pembangunan tidak terlepas dari peran dan sumbangsih suku Banjar yang ada di sini,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya saat halalbihalal yang  diselenggarakan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Inhil, akhir pekan kemarin.

Halalbihalal yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor dan Istri Hj Raudatul Jannah juga dihadiri Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.

Menurut Bupati, sudah banyak sumbangsih dari warga Suku Banjar dalam pelaksanaan pembangunan. Selama perjalanan pembangunan hampir pada seluruh sektor tidak terlepas dari peran aktif serta Suku Banjar.

Baca Juga:  Ada Aturan Baru, Keluar Masuk Riau Tak Perlu Lagi Hasil Rapid Test

Besarnya sumbangsih tersebut, juga berbanding lurus dengan besarnya jumlah masyarakat Suku Banjar yang ada Kabupaten Inhil. Seperti di Kecamatan Tembilahan, terdapat 48 persen warga Suku Banjar atau hampir separuh dari total keseluruhan masyarakat yang ada di sana.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan ke Kabupaten Inhil merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya masyarakat Suku Banjar dengan keluarga besar Banjar di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan, bahwa dirinya memiliki ikatan batin yang kuat dengan masyarakat Kabupaten Inhil, terutama Suku Banjar. Dia mengaku Inhil seperti kampung halaman sendiri. 

“Datang ke Kabupaten Inhil sama rasanya seperti pulang kampung,” tegas Sahbirin Noor.

Baca Juga:  BPC Perhumas Pekanbaru Rancang Program dan Perkuat Sinergisitas

Ditambahkannya, masyarakat Suku Banjar merupakan masyarakat yang damai dan rukun. Karena masyarakat Suku Banjar senantiasa memegang teguh semboyan Di Mana Bumi Pijak di Situ Langit Dijunjung.

“Semboyan inilah yang membuat Suku Banjar menjadi suku yang rukun dan damai,” paparnya.

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah Suku Banjar yang sekilas diceritakan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor. Salah satu adalah mengenai banyaknya ulama Suku Banjar yang turut mensyiarkan Islam dan terlibat langsung dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.(adv)

(RIAUPOS.CO) — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengapresiasi eksistensi masyarakat suku banjar, karena telah cukup banyak berkontribusi terhadap pembangunan di daerah itu.

“Kemajuan pembangunan tidak terlepas dari peran dan sumbangsih suku Banjar yang ada di sini,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya saat halalbihalal yang  diselenggarakan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Inhil, akhir pekan kemarin.

Halalbihalal yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor dan Istri Hj Raudatul Jannah juga dihadiri Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.

Menurut Bupati, sudah banyak sumbangsih dari warga Suku Banjar dalam pelaksanaan pembangunan. Selama perjalanan pembangunan hampir pada seluruh sektor tidak terlepas dari peran aktif serta Suku Banjar.

Baca Juga:  BPC Perhumas Pekanbaru Rancang Program dan Perkuat Sinergisitas

Besarnya sumbangsih tersebut, juga berbanding lurus dengan besarnya jumlah masyarakat Suku Banjar yang ada Kabupaten Inhil. Seperti di Kecamatan Tembilahan, terdapat 48 persen warga Suku Banjar atau hampir separuh dari total keseluruhan masyarakat yang ada di sana.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan ke Kabupaten Inhil merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya masyarakat Suku Banjar dengan keluarga besar Banjar di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan, bahwa dirinya memiliki ikatan batin yang kuat dengan masyarakat Kabupaten Inhil, terutama Suku Banjar. Dia mengaku Inhil seperti kampung halaman sendiri. 

- Advertisement -

“Datang ke Kabupaten Inhil sama rasanya seperti pulang kampung,” tegas Sahbirin Noor.

Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Panen Jagung dan Lele

Ditambahkannya, masyarakat Suku Banjar merupakan masyarakat yang damai dan rukun. Karena masyarakat Suku Banjar senantiasa memegang teguh semboyan Di Mana Bumi Pijak di Situ Langit Dijunjung.

“Semboyan inilah yang membuat Suku Banjar menjadi suku yang rukun dan damai,” paparnya.

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah Suku Banjar yang sekilas diceritakan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor. Salah satu adalah mengenai banyaknya ulama Suku Banjar yang turut mensyiarkan Islam dan terlibat langsung dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengapresiasi eksistensi masyarakat suku banjar, karena telah cukup banyak berkontribusi terhadap pembangunan di daerah itu.

“Kemajuan pembangunan tidak terlepas dari peran dan sumbangsih suku Banjar yang ada di sini,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya saat halalbihalal yang  diselenggarakan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Inhil, akhir pekan kemarin.

Halalbihalal yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor dan Istri Hj Raudatul Jannah juga dihadiri Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed.

Menurut Bupati, sudah banyak sumbangsih dari warga Suku Banjar dalam pelaksanaan pembangunan. Selama perjalanan pembangunan hampir pada seluruh sektor tidak terlepas dari peran aktif serta Suku Banjar.

Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Panen Jagung dan Lele

Besarnya sumbangsih tersebut, juga berbanding lurus dengan besarnya jumlah masyarakat Suku Banjar yang ada Kabupaten Inhil. Seperti di Kecamatan Tembilahan, terdapat 48 persen warga Suku Banjar atau hampir separuh dari total keseluruhan masyarakat yang ada di sana.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan ke Kabupaten Inhil merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya masyarakat Suku Banjar dengan keluarga besar Banjar di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan, bahwa dirinya memiliki ikatan batin yang kuat dengan masyarakat Kabupaten Inhil, terutama Suku Banjar. Dia mengaku Inhil seperti kampung halaman sendiri. 

“Datang ke Kabupaten Inhil sama rasanya seperti pulang kampung,” tegas Sahbirin Noor.

Baca Juga:  Pagi Ini, Kajati Riau Ditabalkan Gelar Adat

Ditambahkannya, masyarakat Suku Banjar merupakan masyarakat yang damai dan rukun. Karena masyarakat Suku Banjar senantiasa memegang teguh semboyan Di Mana Bumi Pijak di Situ Langit Dijunjung.

“Semboyan inilah yang membuat Suku Banjar menjadi suku yang rukun dan damai,” paparnya.

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah Suku Banjar yang sekilas diceritakan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor. Salah satu adalah mengenai banyaknya ulama Suku Banjar yang turut mensyiarkan Islam dan terlibat langsung dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari