Minggu, 6 April 2025
spot_img

Riau Peringkat Lima Nasional Capaian Investasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan Il 2022, mencapai Rp20,7 triliun atau meningkat 88,3 persen, jika dibandingkan triwulan II 2021, yaitu Rp10,99 triliun. Capaian investasi Rp20,7 triliun tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,4 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Helmi D mengatakan, dengan capaian investasi tersebut, sekaligus menempatkan Riau diperingkat lima besar realisasi instansi triwulan II di Indoensia. Di mana peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat dengan capaian Rp44,0 triliun. Kemudian DKI Jakarta Rp40,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun dan keempat Jawa Timur Rp29,9 triliun.

"Alhamdulillah, investasi Riau triwulan II mencapai Rp20,7 triliun atau naik 88,3 persen year on year. Sehingga menempatkan Riau pada peringkat lima  nasional," katanya.

Baca Juga:  Melihat Situs Sejarah Monumen Perang Dunia Kedua di Duri

Adapun target realisasi investasi 2022 yang diberikan  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar Rp60,46 triliun atau 5,04 persen  porsi terhadap nasional.

"Pada triwulan II April-Juni 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp20,7 triliun atau 137,1 persen  untuk target per triwulan. Sedangkan Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp44,4 triliun atau 73,4 persen terhadap target tahunan yang telah ditetapkan," jelas Helmi.

Secara nasional, realisasi investasi Riau triwulan II April-Juni 2022, berada di peringkat lima, dengan nilai investasi Rp20,7 triliun, dimana untuk PMDN peringkat keempat dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat kedelapan dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun.

Baca Juga:  Pahami Nilai Perjuangan Bangsa lewat Pramuka

"Untuk wilayah Sumatera, realisasi investasi Riau triwulan I April-Juni 2022, berada di peringkat dengan nilai investasi Rp20,7 triliun. Di mana untuk PMDN peringkat ketujuh dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat pertama dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun," jelasnya.

Dipaparkan Helmi, adapun beberapa sektor penyumbang investasi di Riau di antaranya yakni sektor listrik, gas dan air. Industri kertas dan percetakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, industri kimia dan farmasi.

"Kemudian juga hotel dan restoran. Kehutanan, industri karet dan plastik, konstruksi, perikanan, industri kayu dan beberapa industri lainnnya," ujarnya.(sol)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan Il 2022, mencapai Rp20,7 triliun atau meningkat 88,3 persen, jika dibandingkan triwulan II 2021, yaitu Rp10,99 triliun. Capaian investasi Rp20,7 triliun tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,4 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Helmi D mengatakan, dengan capaian investasi tersebut, sekaligus menempatkan Riau diperingkat lima besar realisasi instansi triwulan II di Indoensia. Di mana peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat dengan capaian Rp44,0 triliun. Kemudian DKI Jakarta Rp40,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun dan keempat Jawa Timur Rp29,9 triliun.

"Alhamdulillah, investasi Riau triwulan II mencapai Rp20,7 triliun atau naik 88,3 persen year on year. Sehingga menempatkan Riau pada peringkat lima  nasional," katanya.

Baca Juga:  Yayasan Sagang Tetapkan Seniman/Budayawan dan Buku Pilihan

Adapun target realisasi investasi 2022 yang diberikan  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar Rp60,46 triliun atau 5,04 persen  porsi terhadap nasional.

"Pada triwulan II April-Juni 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp20,7 triliun atau 137,1 persen  untuk target per triwulan. Sedangkan Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp44,4 triliun atau 73,4 persen terhadap target tahunan yang telah ditetapkan," jelas Helmi.

Secara nasional, realisasi investasi Riau triwulan II April-Juni 2022, berada di peringkat lima, dengan nilai investasi Rp20,7 triliun, dimana untuk PMDN peringkat keempat dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat kedelapan dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun.

Baca Juga:  Pahami Nilai Perjuangan Bangsa lewat Pramuka

"Untuk wilayah Sumatera, realisasi investasi Riau triwulan I April-Juni 2022, berada di peringkat dengan nilai investasi Rp20,7 triliun. Di mana untuk PMDN peringkat ketujuh dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat pertama dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun," jelasnya.

Dipaparkan Helmi, adapun beberapa sektor penyumbang investasi di Riau di antaranya yakni sektor listrik, gas dan air. Industri kertas dan percetakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, industri kimia dan farmasi.

"Kemudian juga hotel dan restoran. Kehutanan, industri karet dan plastik, konstruksi, perikanan, industri kayu dan beberapa industri lainnnya," ujarnya.(sol)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Riau Peringkat Lima Nasional Capaian Investasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan Il 2022, mencapai Rp20,7 triliun atau meningkat 88,3 persen, jika dibandingkan triwulan II 2021, yaitu Rp10,99 triliun. Capaian investasi Rp20,7 triliun tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,4 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Helmi D mengatakan, dengan capaian investasi tersebut, sekaligus menempatkan Riau diperingkat lima besar realisasi instansi triwulan II di Indoensia. Di mana peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat dengan capaian Rp44,0 triliun. Kemudian DKI Jakarta Rp40,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun dan keempat Jawa Timur Rp29,9 triliun.

"Alhamdulillah, investasi Riau triwulan II mencapai Rp20,7 triliun atau naik 88,3 persen year on year. Sehingga menempatkan Riau pada peringkat lima  nasional," katanya.

Baca Juga:  Masyarakat Diminta Patuhi Zonasi Sekolah PPDB

Adapun target realisasi investasi 2022 yang diberikan  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar Rp60,46 triliun atau 5,04 persen  porsi terhadap nasional.

"Pada triwulan II April-Juni 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp20,7 triliun atau 137,1 persen  untuk target per triwulan. Sedangkan Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp44,4 triliun atau 73,4 persen terhadap target tahunan yang telah ditetapkan," jelas Helmi.

Secara nasional, realisasi investasi Riau triwulan II April-Juni 2022, berada di peringkat lima, dengan nilai investasi Rp20,7 triliun, dimana untuk PMDN peringkat keempat dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat kedelapan dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun.

Baca Juga:  LAMR Beri Gelar Adat kepada Bupati dan Wabup

"Untuk wilayah Sumatera, realisasi investasi Riau triwulan I April-Juni 2022, berada di peringkat dengan nilai investasi Rp20,7 triliun. Di mana untuk PMDN peringkat ketujuh dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat pertama dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun," jelasnya.

Dipaparkan Helmi, adapun beberapa sektor penyumbang investasi di Riau di antaranya yakni sektor listrik, gas dan air. Industri kertas dan percetakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, industri kimia dan farmasi.

"Kemudian juga hotel dan restoran. Kehutanan, industri karet dan plastik, konstruksi, perikanan, industri kayu dan beberapa industri lainnnya," ujarnya.(sol)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan Il 2022, mencapai Rp20,7 triliun atau meningkat 88,3 persen, jika dibandingkan triwulan II 2021, yaitu Rp10,99 triliun. Capaian investasi Rp20,7 triliun tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,4 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Helmi D mengatakan, dengan capaian investasi tersebut, sekaligus menempatkan Riau diperingkat lima besar realisasi instansi triwulan II di Indoensia. Di mana peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat dengan capaian Rp44,0 triliun. Kemudian DKI Jakarta Rp40,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun dan keempat Jawa Timur Rp29,9 triliun.

"Alhamdulillah, investasi Riau triwulan II mencapai Rp20,7 triliun atau naik 88,3 persen year on year. Sehingga menempatkan Riau pada peringkat lima  nasional," katanya.

Baca Juga:  Dua Oknum ASN Dituntut 5,5 Tahun dan 7,5 Tahun

Adapun target realisasi investasi 2022 yang diberikan  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar Rp60,46 triliun atau 5,04 persen  porsi terhadap nasional.

"Pada triwulan II April-Juni 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp20,7 triliun atau 137,1 persen  untuk target per triwulan. Sedangkan Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp44,4 triliun atau 73,4 persen terhadap target tahunan yang telah ditetapkan," jelas Helmi.

Secara nasional, realisasi investasi Riau triwulan II April-Juni 2022, berada di peringkat lima, dengan nilai investasi Rp20,7 triliun, dimana untuk PMDN peringkat keempat dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat kedelapan dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun.

Baca Juga:  Pansus: Perda SOTK yang Efektif dan Efesien

"Untuk wilayah Sumatera, realisasi investasi Riau triwulan I April-Juni 2022, berada di peringkat dengan nilai investasi Rp20,7 triliun. Di mana untuk PMDN peringkat ketujuh dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat pertama dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun," jelasnya.

Dipaparkan Helmi, adapun beberapa sektor penyumbang investasi di Riau di antaranya yakni sektor listrik, gas dan air. Industri kertas dan percetakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, industri kimia dan farmasi.

"Kemudian juga hotel dan restoran. Kehutanan, industri karet dan plastik, konstruksi, perikanan, industri kayu dan beberapa industri lainnnya," ujarnya.(sol)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari