Minggu, 18 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Pejabat UIN Suska Diklarifikasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat Rektorat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska). Kali ini, ada tiga orang yang diklarifikasi, salah satu di antaranya Kepala Biro AUPK, Ahmad Supardi. 

Tak hanya Ahmad Supardi, penyelidik juga memintai keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2019, Dr Suriani, dan Gudri selaku Kepala Pengawas Internal (SPI). Ketiga diklarifikasi dalam pengusutan dugaan korupsi dana belanja tak wajar senilai Rp42 miliar di perguruan tinggi tersebut.  

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi tak menampik adanya pemanggilan tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. Mereka dipanggil terkait perkara yang di tengah diusut Bidang Intelijen.

Baca Juga:  Pengumpulan Zakat di Provinsi Riau Terus Meningkat, Gubernur Riau Ajak Semua Pihak Sukseskan Gerakan Sadar Berzakat

"Ada tiga orang (dipanggil). Masih dimintai keterangan (proses penyelidikan)," sebut Raharjo, Kamis (22/10). 

Ahmad Supardi, Dr Suriani dan Gudri diketahui tiba di Kantor Korps Adhyaksa Riau, Jalan Jenderal Sudirman sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menuju ruangan Bidang Intelijen untuk memenuhi panggilan penyelidik.

Raharjo menambahkan, pihaknya sebenarnya mengagendakan pemanggilan terhadap empat orang pejabat Rektorat UIN Suska Riau. Akan tetapi, satu orang berhalangan hadir lantaran sakit.

Lebih lanjut dikatakannya, proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disinyalir mengetahui perkara diyakini tidak terhenti sampai di sini saja, melainkan bakal terus berlanjut. Hal ini, sesuai dengan kebutuhan penyelidik. "Terhadap yang kami panggil tidak hadir, akan dijadwalkan ulang," pungkas Raharjo. 

Baca Juga:  RDP Dihadiri Bupati dan Masyarakat Siberakun, tapi PT Duta Palma Mangkir

Perkara ini sebelumnya telah diusut Kejari Pekanbaru dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor : Print -02/L.4.10/Fd.1/03/2020, yang ditandatangani Kajari Andi Suharlis pada tanggal 10 Maret 2020. Dalam tahap penyelidikan, Korps Adhyaksa sudah mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Namun, Kejari Pekanbaru menghentikan proses penyelidikan, lantarann Kejati Riau juga melakukan pengusutan perkara yang sama. Itu dilakukan setelah kedua belah pihak melakukan koordinasi terkait kelanjutan penanganan perkara.(rir) 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat Rektorat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska). Kali ini, ada tiga orang yang diklarifikasi, salah satu di antaranya Kepala Biro AUPK, Ahmad Supardi. 

Tak hanya Ahmad Supardi, penyelidik juga memintai keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2019, Dr Suriani, dan Gudri selaku Kepala Pengawas Internal (SPI). Ketiga diklarifikasi dalam pengusutan dugaan korupsi dana belanja tak wajar senilai Rp42 miliar di perguruan tinggi tersebut.  

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi tak menampik adanya pemanggilan tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. Mereka dipanggil terkait perkara yang di tengah diusut Bidang Intelijen.

Baca Juga:  Videotron Bundaran Tugu Zapin Jadi Sorotan

"Ada tiga orang (dipanggil). Masih dimintai keterangan (proses penyelidikan)," sebut Raharjo, Kamis (22/10). 

Ahmad Supardi, Dr Suriani dan Gudri diketahui tiba di Kantor Korps Adhyaksa Riau, Jalan Jenderal Sudirman sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menuju ruangan Bidang Intelijen untuk memenuhi panggilan penyelidik.

- Advertisement -

Raharjo menambahkan, pihaknya sebenarnya mengagendakan pemanggilan terhadap empat orang pejabat Rektorat UIN Suska Riau. Akan tetapi, satu orang berhalangan hadir lantaran sakit.

Lebih lanjut dikatakannya, proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disinyalir mengetahui perkara diyakini tidak terhenti sampai di sini saja, melainkan bakal terus berlanjut. Hal ini, sesuai dengan kebutuhan penyelidik. "Terhadap yang kami panggil tidak hadir, akan dijadwalkan ulang," pungkas Raharjo. 

- Advertisement -
Baca Juga:  Kasus Pasien Positif Secara Nasional Bertambah 149 Orang, Riau Nihil

Perkara ini sebelumnya telah diusut Kejari Pekanbaru dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor : Print -02/L.4.10/Fd.1/03/2020, yang ditandatangani Kajari Andi Suharlis pada tanggal 10 Maret 2020. Dalam tahap penyelidikan, Korps Adhyaksa sudah mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Namun, Kejari Pekanbaru menghentikan proses penyelidikan, lantarann Kejati Riau juga melakukan pengusutan perkara yang sama. Itu dilakukan setelah kedua belah pihak melakukan koordinasi terkait kelanjutan penanganan perkara.(rir) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat Rektorat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska). Kali ini, ada tiga orang yang diklarifikasi, salah satu di antaranya Kepala Biro AUPK, Ahmad Supardi. 

Tak hanya Ahmad Supardi, penyelidik juga memintai keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2019, Dr Suriani, dan Gudri selaku Kepala Pengawas Internal (SPI). Ketiga diklarifikasi dalam pengusutan dugaan korupsi dana belanja tak wajar senilai Rp42 miliar di perguruan tinggi tersebut.  

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi tak menampik adanya pemanggilan tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. Mereka dipanggil terkait perkara yang di tengah diusut Bidang Intelijen.

Baca Juga:  BPJN Selesaikan Pengaspalan Jalan Lintas Km 106 Tanjung Alai 

"Ada tiga orang (dipanggil). Masih dimintai keterangan (proses penyelidikan)," sebut Raharjo, Kamis (22/10). 

Ahmad Supardi, Dr Suriani dan Gudri diketahui tiba di Kantor Korps Adhyaksa Riau, Jalan Jenderal Sudirman sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menuju ruangan Bidang Intelijen untuk memenuhi panggilan penyelidik.

Raharjo menambahkan, pihaknya sebenarnya mengagendakan pemanggilan terhadap empat orang pejabat Rektorat UIN Suska Riau. Akan tetapi, satu orang berhalangan hadir lantaran sakit.

Lebih lanjut dikatakannya, proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disinyalir mengetahui perkara diyakini tidak terhenti sampai di sini saja, melainkan bakal terus berlanjut. Hal ini, sesuai dengan kebutuhan penyelidik. "Terhadap yang kami panggil tidak hadir, akan dijadwalkan ulang," pungkas Raharjo. 

Baca Juga:  Pengumpulan Zakat di Provinsi Riau Terus Meningkat, Gubernur Riau Ajak Semua Pihak Sukseskan Gerakan Sadar Berzakat

Perkara ini sebelumnya telah diusut Kejari Pekanbaru dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor : Print -02/L.4.10/Fd.1/03/2020, yang ditandatangani Kajari Andi Suharlis pada tanggal 10 Maret 2020. Dalam tahap penyelidikan, Korps Adhyaksa sudah mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Namun, Kejari Pekanbaru menghentikan proses penyelidikan, lantarann Kejati Riau juga melakukan pengusutan perkara yang sama. Itu dilakukan setelah kedua belah pihak melakukan koordinasi terkait kelanjutan penanganan perkara.(rir) 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari