Sabtu, 11 April 2026
- Advertisement -

Udara Dumai di Level Tidak Sehat

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap di Kota Dumai masih terjadi. Namun kondisi tidak separah yang terjadi beberapa hari lalu. Bahkan jarak pandang biasanya hanya berada di 1 kilometer kini meningkatkan menjadi 2 kilometer. Begitu juga ISPU di Kota Pelabuhan ini, sejak 19 Hingga  21 September 2019,  ISPU  di Dumai berada di level tidak Sehat  dengan 148,126 dan 179. Itu Menunjukkan perkembaikan lebih baik dari beberapa hari sebelumnya yang  mencapai >300.

"Sesuai data BMKG dari Citra Satelit di www.satelit.bmkg.go.id bahwa arah angin pada umumnya di Sumatera dari Tenggara-Selatan, maka perkiraan dominan kabut asap di Provinsi Riau adalah kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumsel," ujar Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan.

Baca Juga:  DWP Serahkan Bantuan untuk Kaum Duafa

Ia mengatakan di Dumai juga ninil titik api. Namun walaupun titik api nihil tetapi titik asap masih ada di empat lokasi.

"Jika panas dan angin kencang berubah menjadi titik api," ujarnya.

Selain itu, Lagan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran ketika membuka/membersihkan kebun dan para pemancing tidak meninggalkan rokok atau api unggun yang masih menyala.(has)

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap di Kota Dumai masih terjadi. Namun kondisi tidak separah yang terjadi beberapa hari lalu. Bahkan jarak pandang biasanya hanya berada di 1 kilometer kini meningkatkan menjadi 2 kilometer. Begitu juga ISPU di Kota Pelabuhan ini, sejak 19 Hingga  21 September 2019,  ISPU  di Dumai berada di level tidak Sehat  dengan 148,126 dan 179. Itu Menunjukkan perkembaikan lebih baik dari beberapa hari sebelumnya yang  mencapai >300.

"Sesuai data BMKG dari Citra Satelit di www.satelit.bmkg.go.id bahwa arah angin pada umumnya di Sumatera dari Tenggara-Selatan, maka perkiraan dominan kabut asap di Provinsi Riau adalah kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumsel," ujar Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan.

Baca Juga:  Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Wafat di Makkah

Ia mengatakan di Dumai juga ninil titik api. Namun walaupun titik api nihil tetapi titik asap masih ada di empat lokasi.

"Jika panas dan angin kencang berubah menjadi titik api," ujarnya.

Selain itu, Lagan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran ketika membuka/membersihkan kebun dan para pemancing tidak meninggalkan rokok atau api unggun yang masih menyala.(has)

- Advertisement -

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap di Kota Dumai masih terjadi. Namun kondisi tidak separah yang terjadi beberapa hari lalu. Bahkan jarak pandang biasanya hanya berada di 1 kilometer kini meningkatkan menjadi 2 kilometer. Begitu juga ISPU di Kota Pelabuhan ini, sejak 19 Hingga  21 September 2019,  ISPU  di Dumai berada di level tidak Sehat  dengan 148,126 dan 179. Itu Menunjukkan perkembaikan lebih baik dari beberapa hari sebelumnya yang  mencapai >300.

"Sesuai data BMKG dari Citra Satelit di www.satelit.bmkg.go.id bahwa arah angin pada umumnya di Sumatera dari Tenggara-Selatan, maka perkiraan dominan kabut asap di Provinsi Riau adalah kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumsel," ujar Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan.

Baca Juga:  2021, Korupsi Jadi Target Penegakan Hukum

Ia mengatakan di Dumai juga ninil titik api. Namun walaupun titik api nihil tetapi titik asap masih ada di empat lokasi.

"Jika panas dan angin kencang berubah menjadi titik api," ujarnya.

Selain itu, Lagan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran ketika membuka/membersihkan kebun dan para pemancing tidak meninggalkan rokok atau api unggun yang masih menyala.(has)

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari