Sabtu, 7 Februari 2026
- Advertisement -

Harga Ubi Anjlok, Warga Mengadu ke DPRD

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah kelompok tani yang berasal dari Masyarakat Singkong Indonesia, Koperasi Riau Pangan Lestari, Tasrindo Riau dan Kelompok Tani Kualu mendatangi Gedung DPRD Riau, Rabu (17/3). Kedatangan kelompok tani tersebut mengadukan anjloknya harga ubi kayu yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan petani ubi. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Tani dan Nelayan Indonesia (Tanindo) Provinsi Riau Basriman saat bertemu para wakil rakyat. Diceritakannya, para petani bahkan merugi Rp245/Kg-nya karena harga beli ubi di kalangan pabrikan sangat rendah. Di mana pabrik mengambil ke petani dengan barga Rp830/Kg. Sedangkan biaya produksi mencapai Rp1.075/Kg.

“Rendahnya harga singkong yang menjadi persoalan dan dirasakan petani secara umum. Seperti di Bengkalis dan Kampar, banyak petani yang berusaha dibidang umbi-umbian,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pulang Kampung, 11 Mahasiswa Riau Kuliah di Malaysia dan Arab Saudi Dikarantina

Maka dari itu, petani berharap agar DPRD dapat menemukan solusi atas persoalan yang dirasakan oleh hampir seluruh petani umbi-umbian di Riau. Karena jika dibiarkan, petani akan mengalami kerugian yang semakin besar dan berimbas kepada kondisi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Riau Sewitri yang menerima kedatangan para kelompok tani menyebut pihaknya bakal memperjuangkan aspirasi yang di sampaikan. Dikatakan dia, dalam pertemuan bersama kelompok tani pihaknya juga turut mengundang beberapa perusahaan.

Seperti PT Asrindo Citra Subur, Indofood, PT RAPP dan PT Indah Kiat. Menurut dia, beberapa perusahaan diatas sampai saat ini masih membutuhkan bahan baku dari ubi atau singkong.

Baca Juga:  Polres Periksa Saksi Karhutla

“Karena perusahaan masih membutuhkan bahan baku dari singkong dan diharapkan bahan baku yang diproduksi masyarakat ini bisa tertampung,” ujarnya.

Di mana, perusahaan diminta oleh DPRD agar dapat membeli ubi yang di hasilkan petani dengan harga yang wajar. Sehingga bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan kedepannya.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

 

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah kelompok tani yang berasal dari Masyarakat Singkong Indonesia, Koperasi Riau Pangan Lestari, Tasrindo Riau dan Kelompok Tani Kualu mendatangi Gedung DPRD Riau, Rabu (17/3). Kedatangan kelompok tani tersebut mengadukan anjloknya harga ubi kayu yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan petani ubi. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Tani dan Nelayan Indonesia (Tanindo) Provinsi Riau Basriman saat bertemu para wakil rakyat. Diceritakannya, para petani bahkan merugi Rp245/Kg-nya karena harga beli ubi di kalangan pabrikan sangat rendah. Di mana pabrik mengambil ke petani dengan barga Rp830/Kg. Sedangkan biaya produksi mencapai Rp1.075/Kg.

“Rendahnya harga singkong yang menjadi persoalan dan dirasakan petani secara umum. Seperti di Bengkalis dan Kampar, banyak petani yang berusaha dibidang umbi-umbian,” imbuhnya.

Baca Juga:  Belasan Orang Datangi KONI Riau

Maka dari itu, petani berharap agar DPRD dapat menemukan solusi atas persoalan yang dirasakan oleh hampir seluruh petani umbi-umbian di Riau. Karena jika dibiarkan, petani akan mengalami kerugian yang semakin besar dan berimbas kepada kondisi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Riau Sewitri yang menerima kedatangan para kelompok tani menyebut pihaknya bakal memperjuangkan aspirasi yang di sampaikan. Dikatakan dia, dalam pertemuan bersama kelompok tani pihaknya juga turut mengundang beberapa perusahaan.

- Advertisement -

Seperti PT Asrindo Citra Subur, Indofood, PT RAPP dan PT Indah Kiat. Menurut dia, beberapa perusahaan diatas sampai saat ini masih membutuhkan bahan baku dari ubi atau singkong.

Baca Juga:  Cegah Masuknya Varian Baru E848K

“Karena perusahaan masih membutuhkan bahan baku dari singkong dan diharapkan bahan baku yang diproduksi masyarakat ini bisa tertampung,” ujarnya.

- Advertisement -

Di mana, perusahaan diminta oleh DPRD agar dapat membeli ubi yang di hasilkan petani dengan harga yang wajar. Sehingga bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan kedepannya.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah kelompok tani yang berasal dari Masyarakat Singkong Indonesia, Koperasi Riau Pangan Lestari, Tasrindo Riau dan Kelompok Tani Kualu mendatangi Gedung DPRD Riau, Rabu (17/3). Kedatangan kelompok tani tersebut mengadukan anjloknya harga ubi kayu yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan petani ubi. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Tani dan Nelayan Indonesia (Tanindo) Provinsi Riau Basriman saat bertemu para wakil rakyat. Diceritakannya, para petani bahkan merugi Rp245/Kg-nya karena harga beli ubi di kalangan pabrikan sangat rendah. Di mana pabrik mengambil ke petani dengan barga Rp830/Kg. Sedangkan biaya produksi mencapai Rp1.075/Kg.

“Rendahnya harga singkong yang menjadi persoalan dan dirasakan petani secara umum. Seperti di Bengkalis dan Kampar, banyak petani yang berusaha dibidang umbi-umbian,” imbuhnya.

Baca Juga:  Cegah Masuknya Varian Baru E848K

Maka dari itu, petani berharap agar DPRD dapat menemukan solusi atas persoalan yang dirasakan oleh hampir seluruh petani umbi-umbian di Riau. Karena jika dibiarkan, petani akan mengalami kerugian yang semakin besar dan berimbas kepada kondisi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Riau Sewitri yang menerima kedatangan para kelompok tani menyebut pihaknya bakal memperjuangkan aspirasi yang di sampaikan. Dikatakan dia, dalam pertemuan bersama kelompok tani pihaknya juga turut mengundang beberapa perusahaan.

Seperti PT Asrindo Citra Subur, Indofood, PT RAPP dan PT Indah Kiat. Menurut dia, beberapa perusahaan diatas sampai saat ini masih membutuhkan bahan baku dari ubi atau singkong.

Baca Juga:  Tol Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

“Karena perusahaan masih membutuhkan bahan baku dari singkong dan diharapkan bahan baku yang diproduksi masyarakat ini bisa tertampung,” ujarnya.

Di mana, perusahaan diminta oleh DPRD agar dapat membeli ubi yang di hasilkan petani dengan harga yang wajar. Sehingga bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan kedepannya.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari