Sabtu, 5 April 2025
spot_img

KLM Samudera Indah Terbakar, Dua ABK Hilang

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Pelapor Dugaan Mafia Tanah di Meranti Berharap Kasus Diusut Tuntas

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Sebut Pertamina Kurangi Kuota Premium

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Sejumlah Jalur Unggulan Bertumbangan

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Dispar Riau Siapkan Tiga Iven Pariwisata

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

KLM Samudera Indah Terbakar, Dua ABK Hilang

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Sejumlah Jalur Unggulan Bertumbangan

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Dispar Riau Siapkan Tiga Iven Pariwisata

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Sebut Pertamina Kurangi Kuota Premium

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Dispar Riau Siapkan Tiga Iven Pariwisata

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari