Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

KLM Samudera Indah Terbakar, Dua ABK Hilang

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Miliki Sabu, IRT dan Rekannya Ditangkap Polisi

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Bertambah 615 Kasus Positif, Covid-19 Riau Masih Tertinggi di Sumatera

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dua Unit Rumah Dilalap Api, Seorang Warga Tualang Tewas Terbakar

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

- Advertisement -

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Umrah Bisa Gunakan Berbagai Jenis Visa

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG, (RIAUPOS.CO) – Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Melaka, Rabu (16/2) dinihari. Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan negara tetangga Malaysia.

Atas kejadian itu, dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.

Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemunkan nelayan setelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.

Enam orang awak yang selamat di antaranya Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.

Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/2) siang.

Baca Juga:  Empat Janin Harimau Disimpan dalam Toples

"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejadian ini murni kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyebab kebakaran," ungkapnya.

Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dari anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang pukul 23.00 WIB.

"Tapi kami belum tahu pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya masih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.

Baca Juga:  Umrah Bisa Gunakan Berbagai Jenis Visa

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian," terangnya, Rabu (16/2) siang.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan," ujarnya lagi.(wir)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari