Sabtu, 7 Februari 2026
- Advertisement -

Riau Petroleum Ditunjuk Kelola PI Blok Rokan

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pemerintah kabupaten penghasil migas di Riau sepakat menunjuk PT Riau Petroleum, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola partisipan interest (PI) Blok Rokan. Kesepakatan tersebut dibuat pada pertemuan di Gedung Daerah Riau, Kamis (9/9).

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, selain menentukan BUMD pengelola PI, dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Rohul, Rohil, Bengkalis, Kampar dan Wakil Bupati Siak tersebut, juga dibahas penunjukan universitas yang akan menghitung pelamparan produksi migas. "BUMD yang ditunjuk untuk mengelola PI adalah PT Riau Petroleum dan Fakultas Teknik Perminyakan UIR yang ditunjuk untuk menghitung pelamparan produksi migas," katanya.

Baca Juga:  Amril Mukminin: Semua Harus Bekerja Sama

Lebih lanjut dikatakannya, kerja sama dengan universitas tersebut penting dilakukan sebagai salah satu syarat untuk mengusulkan kepada SKK Migas agar PI bisa dijalankan. Setelah kesepakatan tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati pihak universitas.

"Dengan penghitungan pelamparan tersebut, baru diketahui potensi yang akan diperoleh oleh masing-masing daerah penghasil tersebut," ujarnya.

Terkait pembagian hasil dengan daerah, Gubri menjelaskan bahwa bagi hasil tersebut juga akan dihitung berdasarkan hasil penghitungan pelamparan, karena itu pihaknya berharap penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan.

"Mudah-mudahan penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan. Diperkirakan penghitungan itu bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, karena mengingat luas wilayah Riau," sebutnya.(sol)

Baca Juga:  Pulang dari Meranti, Ketua KPU Riau Positif Corona

 

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pemerintah kabupaten penghasil migas di Riau sepakat menunjuk PT Riau Petroleum, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola partisipan interest (PI) Blok Rokan. Kesepakatan tersebut dibuat pada pertemuan di Gedung Daerah Riau, Kamis (9/9).

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, selain menentukan BUMD pengelola PI, dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Rohul, Rohil, Bengkalis, Kampar dan Wakil Bupati Siak tersebut, juga dibahas penunjukan universitas yang akan menghitung pelamparan produksi migas. "BUMD yang ditunjuk untuk mengelola PI adalah PT Riau Petroleum dan Fakultas Teknik Perminyakan UIR yang ditunjuk untuk menghitung pelamparan produksi migas," katanya.

Baca Juga:  Zero Accident, Pembina K3 Se-Riau Terima Reward

Lebih lanjut dikatakannya, kerja sama dengan universitas tersebut penting dilakukan sebagai salah satu syarat untuk mengusulkan kepada SKK Migas agar PI bisa dijalankan. Setelah kesepakatan tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati pihak universitas.

"Dengan penghitungan pelamparan tersebut, baru diketahui potensi yang akan diperoleh oleh masing-masing daerah penghasil tersebut," ujarnya.

Terkait pembagian hasil dengan daerah, Gubri menjelaskan bahwa bagi hasil tersebut juga akan dihitung berdasarkan hasil penghitungan pelamparan, karena itu pihaknya berharap penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan.

- Advertisement -

"Mudah-mudahan penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan. Diperkirakan penghitungan itu bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, karena mengingat luas wilayah Riau," sebutnya.(sol)

Baca Juga:  Gubri: Jangan Gunakan Kantong Plastik

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pemerintah kabupaten penghasil migas di Riau sepakat menunjuk PT Riau Petroleum, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola partisipan interest (PI) Blok Rokan. Kesepakatan tersebut dibuat pada pertemuan di Gedung Daerah Riau, Kamis (9/9).

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, selain menentukan BUMD pengelola PI, dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Rohul, Rohil, Bengkalis, Kampar dan Wakil Bupati Siak tersebut, juga dibahas penunjukan universitas yang akan menghitung pelamparan produksi migas. "BUMD yang ditunjuk untuk mengelola PI adalah PT Riau Petroleum dan Fakultas Teknik Perminyakan UIR yang ditunjuk untuk menghitung pelamparan produksi migas," katanya.

Baca Juga:  Pulang dari Meranti, Ketua KPU Riau Positif Corona

Lebih lanjut dikatakannya, kerja sama dengan universitas tersebut penting dilakukan sebagai salah satu syarat untuk mengusulkan kepada SKK Migas agar PI bisa dijalankan. Setelah kesepakatan tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menyurati pihak universitas.

"Dengan penghitungan pelamparan tersebut, baru diketahui potensi yang akan diperoleh oleh masing-masing daerah penghasil tersebut," ujarnya.

Terkait pembagian hasil dengan daerah, Gubri menjelaskan bahwa bagi hasil tersebut juga akan dihitung berdasarkan hasil penghitungan pelamparan, karena itu pihaknya berharap penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan.

"Mudah-mudahan penghitungan pelamparan bisa segera dilakukan. Diperkirakan penghitungan itu bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, karena mengingat luas wilayah Riau," sebutnya.(sol)

Baca Juga:  Bakal Diedarkan di Sumut

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari