Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kadisdik Minta Diskes Sediakan Masker

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap semakin tebal, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan belum bisa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar di seluruh sekolah yang tersebar. Terutama tingkat SD hingga SMP.

Upaya itu menurutnya sulit dilakukan karena terbentur dengan kurikulim 2013. Menyikapi buruknya kualitas udara di Kepulauan Meranti, ia meminta Dinas Kesehatan daerah sempat segera membagikan masker ke setiap sekolah. 

“Kualitas udara menurun, makanya saya minta sama Dinas Kesehatan  menyiapkan masker untuk sekolah-sekolah. Tapi jangan sampai mengganggu jam pelajaran. Saat ini kita menerapkan kurikulum K 13, jadi siswa tidak bisa sembarang diliburkan,” ujar Kadisdik Meranti Nuriman, Senin (9/9/19).

Mantan Sekretaris Dewan itu hanya akan meliburkan sekolah setelah melihat kondisi kabut asap masuk kategori parah. Walau demikian ia mengimbau peserta didik untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

Baca Juga:  Tabrakan Dua Bus di Tol Permai Renggut Satu Nyawa

“Kalau kita harus meliburkan sekolah itu sampai kapan, tidak ada kepastian. Kecuali kabut itu pekat betul, ukuran saya jarak pandang. Kalau saat ini masih normal, jadi cukup pakai masker saja,” ujar Nuriman.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan,  pihaknya berkoordinasi dengan  Dinas Pendidikan perihal meliburkan sekolah. 

Dia mengatakan, bahwa langkah koordinasi ini dilakukan agar kebijakan meliburkan sekolah bisa diambil secara bijaksana.

“Karena kita tidak punya alat Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU), jadi kita masih bingung harus beracuan kemana, namun untuk kondisi itu kita akan berkoordinasi dengan DLH,” ujar Fahri.(*4)

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap semakin tebal, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan belum bisa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar di seluruh sekolah yang tersebar. Terutama tingkat SD hingga SMP.

Upaya itu menurutnya sulit dilakukan karena terbentur dengan kurikulim 2013. Menyikapi buruknya kualitas udara di Kepulauan Meranti, ia meminta Dinas Kesehatan daerah sempat segera membagikan masker ke setiap sekolah. 

“Kualitas udara menurun, makanya saya minta sama Dinas Kesehatan  menyiapkan masker untuk sekolah-sekolah. Tapi jangan sampai mengganggu jam pelajaran. Saat ini kita menerapkan kurikulum K 13, jadi siswa tidak bisa sembarang diliburkan,” ujar Kadisdik Meranti Nuriman, Senin (9/9/19).

Mantan Sekretaris Dewan itu hanya akan meliburkan sekolah setelah melihat kondisi kabut asap masuk kategori parah. Walau demikian ia mengimbau peserta didik untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

Baca Juga:  Pemprov Targetkan TORA Sebanyak 21.213 Bidang

“Kalau kita harus meliburkan sekolah itu sampai kapan, tidak ada kepastian. Kecuali kabut itu pekat betul, ukuran saya jarak pandang. Kalau saat ini masih normal, jadi cukup pakai masker saja,” ujar Nuriman.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan,  pihaknya berkoordinasi dengan  Dinas Pendidikan perihal meliburkan sekolah. 

Dia mengatakan, bahwa langkah koordinasi ini dilakukan agar kebijakan meliburkan sekolah bisa diambil secara bijaksana.

“Karena kita tidak punya alat Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU), jadi kita masih bingung harus beracuan kemana, namun untuk kondisi itu kita akan berkoordinasi dengan DLH,” ujar Fahri.(*4)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kadisdik Minta Diskes Sediakan Masker

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap semakin tebal, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan belum bisa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar di seluruh sekolah yang tersebar. Terutama tingkat SD hingga SMP.

Upaya itu menurutnya sulit dilakukan karena terbentur dengan kurikulim 2013. Menyikapi buruknya kualitas udara di Kepulauan Meranti, ia meminta Dinas Kesehatan daerah sempat segera membagikan masker ke setiap sekolah. 

“Kualitas udara menurun, makanya saya minta sama Dinas Kesehatan  menyiapkan masker untuk sekolah-sekolah. Tapi jangan sampai mengganggu jam pelajaran. Saat ini kita menerapkan kurikulum K 13, jadi siswa tidak bisa sembarang diliburkan,” ujar Kadisdik Meranti Nuriman, Senin (9/9/19).

Mantan Sekretaris Dewan itu hanya akan meliburkan sekolah setelah melihat kondisi kabut asap masuk kategori parah. Walau demikian ia mengimbau peserta didik untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

Baca Juga:  Pemprov Targetkan TORA Sebanyak 21.213 Bidang

“Kalau kita harus meliburkan sekolah itu sampai kapan, tidak ada kepastian. Kecuali kabut itu pekat betul, ukuran saya jarak pandang. Kalau saat ini masih normal, jadi cukup pakai masker saja,” ujar Nuriman.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan,  pihaknya berkoordinasi dengan  Dinas Pendidikan perihal meliburkan sekolah. 

Dia mengatakan, bahwa langkah koordinasi ini dilakukan agar kebijakan meliburkan sekolah bisa diambil secara bijaksana.

“Karena kita tidak punya alat Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU), jadi kita masih bingung harus beracuan kemana, namun untuk kondisi itu kita akan berkoordinasi dengan DLH,” ujar Fahri.(*4)

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap semakin tebal, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan belum bisa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar di seluruh sekolah yang tersebar. Terutama tingkat SD hingga SMP.

Upaya itu menurutnya sulit dilakukan karena terbentur dengan kurikulim 2013. Menyikapi buruknya kualitas udara di Kepulauan Meranti, ia meminta Dinas Kesehatan daerah sempat segera membagikan masker ke setiap sekolah. 

“Kualitas udara menurun, makanya saya minta sama Dinas Kesehatan  menyiapkan masker untuk sekolah-sekolah. Tapi jangan sampai mengganggu jam pelajaran. Saat ini kita menerapkan kurikulum K 13, jadi siswa tidak bisa sembarang diliburkan,” ujar Kadisdik Meranti Nuriman, Senin (9/9/19).

Mantan Sekretaris Dewan itu hanya akan meliburkan sekolah setelah melihat kondisi kabut asap masuk kategori parah. Walau demikian ia mengimbau peserta didik untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

Baca Juga:  Pantas Disebut Bapak Pendidikan Riau

“Kalau kita harus meliburkan sekolah itu sampai kapan, tidak ada kepastian. Kecuali kabut itu pekat betul, ukuran saya jarak pandang. Kalau saat ini masih normal, jadi cukup pakai masker saja,” ujar Nuriman.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan,  pihaknya berkoordinasi dengan  Dinas Pendidikan perihal meliburkan sekolah. 

Dia mengatakan, bahwa langkah koordinasi ini dilakukan agar kebijakan meliburkan sekolah bisa diambil secara bijaksana.

“Karena kita tidak punya alat Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU), jadi kita masih bingung harus beracuan kemana, namun untuk kondisi itu kita akan berkoordinasi dengan DLH,” ujar Fahri.(*4)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari