Selasa, 21 April 2026
- Advertisement -

Gelar Aksi, Mahasiswa Tuntut SH Dinonaktifkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aliansi mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi menandai satu bulan bergulirnya kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi Hukum Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri, Senin (6/12).

Ratusan mahasiswa memenuhi halaman Gedung Rektorat menuntut kejelasan penyelesaian kasus yang melibatkan Dekan FISIP Unri tersebut sejak pukul 14.45 WIB siang.

Para mahasiswa menuntut Pimpinan Unri untuk mengambil keputusan konkrit dengan menonaktifkan SH dari jabatannya. Belasan spanduk dibentang mahasiswa di depan pintu gerbang Gedung Rektorat. Menggunakan pengeras suara dan kendaraan komando mahasiswa mebanjiri halaman depan gedung. Sejumlah kompak mengenakan ikat kepala merah senagai bentuk solidaritas dan pada rekan mereka yang menjadi korban dalam kasus ini.

Baca Juga:  Pendaftaran Penerima BPUM, Kelanjutan Tunggu Kebijakan Pusat

Para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri yang hadir secara bergantian melakukan orasi. Dimotori Presiden BEM Unri Kaharuddin, mahasiswa tetap bertahan ketika diberitahu bahwa rektor sedang tidak ditempat. 

''Kami kecewa karena Rektor keluar kota. Aksi lami menuntut Rektor untuk mengambil langkah konkrit dan sikap tegas, karena hingga hari ini (kemarin, red) SH belum dinonaktif. Kasus ini sudah bergulir satu bulan, tapi tindakan tegas dari Rektor juga belum terlihat,'' ungkap Kaharuddin saat jeda aksi saat salat ashar.

Mahasiswa hingga pukul 16.00 WIB masih bertahan di depan rektorat. Saat tulisan ini diturunkan, ratusan mahasiswa sebagian duduk di halaman, sembari sebagian lainnya salat ashar bergantian di musolla dekat Gedung  Rektorat Unri. Belum ada satupun Pimpinan Unri terlihat menjumpai mahasiswa. 

Baca Juga:  Perjuangkan Aspirasi hingga ke Pelosok Daerah

Laporan: Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
 

 

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aliansi mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi menandai satu bulan bergulirnya kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi Hukum Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri, Senin (6/12).

Ratusan mahasiswa memenuhi halaman Gedung Rektorat menuntut kejelasan penyelesaian kasus yang melibatkan Dekan FISIP Unri tersebut sejak pukul 14.45 WIB siang.

Para mahasiswa menuntut Pimpinan Unri untuk mengambil keputusan konkrit dengan menonaktifkan SH dari jabatannya. Belasan spanduk dibentang mahasiswa di depan pintu gerbang Gedung Rektorat. Menggunakan pengeras suara dan kendaraan komando mahasiswa mebanjiri halaman depan gedung. Sejumlah kompak mengenakan ikat kepala merah senagai bentuk solidaritas dan pada rekan mereka yang menjadi korban dalam kasus ini.

Baca Juga:  Gunakan Masker dan Sarung Tangan, UTBK SBMPTN Terapkan Protokol Kesehatan

Para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri yang hadir secara bergantian melakukan orasi. Dimotori Presiden BEM Unri Kaharuddin, mahasiswa tetap bertahan ketika diberitahu bahwa rektor sedang tidak ditempat. 

''Kami kecewa karena Rektor keluar kota. Aksi lami menuntut Rektor untuk mengambil langkah konkrit dan sikap tegas, karena hingga hari ini (kemarin, red) SH belum dinonaktif. Kasus ini sudah bergulir satu bulan, tapi tindakan tegas dari Rektor juga belum terlihat,'' ungkap Kaharuddin saat jeda aksi saat salat ashar.

- Advertisement -

Mahasiswa hingga pukul 16.00 WIB masih bertahan di depan rektorat. Saat tulisan ini diturunkan, ratusan mahasiswa sebagian duduk di halaman, sembari sebagian lainnya salat ashar bergantian di musolla dekat Gedung  Rektorat Unri. Belum ada satupun Pimpinan Unri terlihat menjumpai mahasiswa. 

Baca Juga:  Penambahan Kasus Positif dan Korban Meninggal Terus Naik

Laporan: Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
 

- Advertisement -

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aliansi mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi menandai satu bulan bergulirnya kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi Hukum Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri, Senin (6/12).

Ratusan mahasiswa memenuhi halaman Gedung Rektorat menuntut kejelasan penyelesaian kasus yang melibatkan Dekan FISIP Unri tersebut sejak pukul 14.45 WIB siang.

Para mahasiswa menuntut Pimpinan Unri untuk mengambil keputusan konkrit dengan menonaktifkan SH dari jabatannya. Belasan spanduk dibentang mahasiswa di depan pintu gerbang Gedung Rektorat. Menggunakan pengeras suara dan kendaraan komando mahasiswa mebanjiri halaman depan gedung. Sejumlah kompak mengenakan ikat kepala merah senagai bentuk solidaritas dan pada rekan mereka yang menjadi korban dalam kasus ini.

Baca Juga:  Perjuangkan Aspirasi hingga ke Pelosok Daerah

Para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri yang hadir secara bergantian melakukan orasi. Dimotori Presiden BEM Unri Kaharuddin, mahasiswa tetap bertahan ketika diberitahu bahwa rektor sedang tidak ditempat. 

''Kami kecewa karena Rektor keluar kota. Aksi lami menuntut Rektor untuk mengambil langkah konkrit dan sikap tegas, karena hingga hari ini (kemarin, red) SH belum dinonaktif. Kasus ini sudah bergulir satu bulan, tapi tindakan tegas dari Rektor juga belum terlihat,'' ungkap Kaharuddin saat jeda aksi saat salat ashar.

Mahasiswa hingga pukul 16.00 WIB masih bertahan di depan rektorat. Saat tulisan ini diturunkan, ratusan mahasiswa sebagian duduk di halaman, sembari sebagian lainnya salat ashar bergantian di musolla dekat Gedung  Rektorat Unri. Belum ada satupun Pimpinan Unri terlihat menjumpai mahasiswa. 

Baca Juga:  FWL DPRD Riau Studi Jurnalistik ke Negeri Jiran

Laporan: Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari