Rabu, 2 April 2025
spot_img

Flyover Garuda Sakti Masuk Tahap Pembebasan Lahan 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus menggesa proses pembangunan flyover di Simpang Jalan  HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat ini, Pemprov Riau sedang memeroses untuk ganti rugi lahan yang akan dibangun flyover tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, total ada 74 kepemilikan tanah yang berada di lokasi yang akan dibebaskan tanahnya untuk pembangunan flyover.

“Untuk pembangunan flyover sudah ada rapat konsultasi publik dan hasil yang kita cek di lapangan ada 74 kepemilikan tanah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kepada para pemilik tanah tersebut, juga sudah dilakukan pertemuan. Namun memang tidak seluruh pemilik tanah bisa hadir, dikarenakan ada kesibukan lain dan juga alamat rumahnya belum diketahui.

Baca Juga:  Vaksinasi Serentak Korps Bhayangkara di Riau Digelar di Vaksin Center Polda

“Dalam pertemuan, 45 orang hadir dan semua setuju tanahnya dibebaskan, sisanya tidak bisa hadir karena rumahnya di luar kota,” sebutnya.

Terkait dengan pembebasan lahan untuk Pembangunan flyover di Simpang HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pj Gubri menilai tidak ada masalah, bahkan anggaran pun telah disiapkan.

“In Sya Allah kita maju setahap lagi dengan Penetapan lokasi (Penlok) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan appraisalnya sudah kita siapkan juga, sehingga dari hasil appraisal itu yang kita bayar kepada pemiliknya,” ujar SF Hariyanto.

Mantan pejabat Kementerian PUPR ini berharap dukungan semua pihak, sebab jika tidak selesai pembangunan flyover tersebut akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.

Baca Juga:  KPK: Penyidikan Annas Terkait Suap APBD Rampung

“Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu tol dekat sini, baik itu dari Dumai, Rengat dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini,” harapnya.

Oleh karenanya, Pj Gubri SF Hariyanto telah meminta Bina Marga untuk menyiapkan surat gubernur yang dituju kepada kementerian untuk melaporkan progres pembebasan lahan untuk pembangunan flyover. “Dari laporan itu nanti kita minta menteri memasukan progam pembangunan flyover Simpang Soebrantas-Garuda Sakti,” pungkasnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus menggesa proses pembangunan flyover di Simpang Jalan  HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat ini, Pemprov Riau sedang memeroses untuk ganti rugi lahan yang akan dibangun flyover tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, total ada 74 kepemilikan tanah yang berada di lokasi yang akan dibebaskan tanahnya untuk pembangunan flyover.

“Untuk pembangunan flyover sudah ada rapat konsultasi publik dan hasil yang kita cek di lapangan ada 74 kepemilikan tanah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kepada para pemilik tanah tersebut, juga sudah dilakukan pertemuan. Namun memang tidak seluruh pemilik tanah bisa hadir, dikarenakan ada kesibukan lain dan juga alamat rumahnya belum diketahui.

Baca Juga:  77 Peserta Ikuti Seleksi Ujian Beasiswa Bidikmisi PCR

“Dalam pertemuan, 45 orang hadir dan semua setuju tanahnya dibebaskan, sisanya tidak bisa hadir karena rumahnya di luar kota,” sebutnya.

Terkait dengan pembebasan lahan untuk Pembangunan flyover di Simpang HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pj Gubri menilai tidak ada masalah, bahkan anggaran pun telah disiapkan.

“In Sya Allah kita maju setahap lagi dengan Penetapan lokasi (Penlok) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan appraisalnya sudah kita siapkan juga, sehingga dari hasil appraisal itu yang kita bayar kepada pemiliknya,” ujar SF Hariyanto.

Mantan pejabat Kementerian PUPR ini berharap dukungan semua pihak, sebab jika tidak selesai pembangunan flyover tersebut akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.

Baca Juga:  Tingkatkan PAD, Pemprov Riau Kerja Sama dengan Polda 

“Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu tol dekat sini, baik itu dari Dumai, Rengat dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini,” harapnya.

Oleh karenanya, Pj Gubri SF Hariyanto telah meminta Bina Marga untuk menyiapkan surat gubernur yang dituju kepada kementerian untuk melaporkan progres pembebasan lahan untuk pembangunan flyover. “Dari laporan itu nanti kita minta menteri memasukan progam pembangunan flyover Simpang Soebrantas-Garuda Sakti,” pungkasnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Flyover Garuda Sakti Masuk Tahap Pembebasan Lahan 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus menggesa proses pembangunan flyover di Simpang Jalan  HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat ini, Pemprov Riau sedang memeroses untuk ganti rugi lahan yang akan dibangun flyover tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, total ada 74 kepemilikan tanah yang berada di lokasi yang akan dibebaskan tanahnya untuk pembangunan flyover.

“Untuk pembangunan flyover sudah ada rapat konsultasi publik dan hasil yang kita cek di lapangan ada 74 kepemilikan tanah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kepada para pemilik tanah tersebut, juga sudah dilakukan pertemuan. Namun memang tidak seluruh pemilik tanah bisa hadir, dikarenakan ada kesibukan lain dan juga alamat rumahnya belum diketahui.

Baca Juga:  Gubernur Riau Abdul Wahid Sambangi Menteri Agama, Berharap Riau Mendapat Perhatian Khusus

“Dalam pertemuan, 45 orang hadir dan semua setuju tanahnya dibebaskan, sisanya tidak bisa hadir karena rumahnya di luar kota,” sebutnya.

Terkait dengan pembebasan lahan untuk Pembangunan flyover di Simpang HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pj Gubri menilai tidak ada masalah, bahkan anggaran pun telah disiapkan.

“In Sya Allah kita maju setahap lagi dengan Penetapan lokasi (Penlok) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan appraisalnya sudah kita siapkan juga, sehingga dari hasil appraisal itu yang kita bayar kepada pemiliknya,” ujar SF Hariyanto.

Mantan pejabat Kementerian PUPR ini berharap dukungan semua pihak, sebab jika tidak selesai pembangunan flyover tersebut akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.

Baca Juga:  Tingkatkan PAD, Pemprov Riau Kerja Sama dengan Polda 

“Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu tol dekat sini, baik itu dari Dumai, Rengat dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini,” harapnya.

Oleh karenanya, Pj Gubri SF Hariyanto telah meminta Bina Marga untuk menyiapkan surat gubernur yang dituju kepada kementerian untuk melaporkan progres pembebasan lahan untuk pembangunan flyover. “Dari laporan itu nanti kita minta menteri memasukan progam pembangunan flyover Simpang Soebrantas-Garuda Sakti,” pungkasnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus menggesa proses pembangunan flyover di Simpang Jalan  HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pekanbaru. Saat ini, Pemprov Riau sedang memeroses untuk ganti rugi lahan yang akan dibangun flyover tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, total ada 74 kepemilikan tanah yang berada di lokasi yang akan dibebaskan tanahnya untuk pembangunan flyover.

“Untuk pembangunan flyover sudah ada rapat konsultasi publik dan hasil yang kita cek di lapangan ada 74 kepemilikan tanah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kepada para pemilik tanah tersebut, juga sudah dilakukan pertemuan. Namun memang tidak seluruh pemilik tanah bisa hadir, dikarenakan ada kesibukan lain dan juga alamat rumahnya belum diketahui.

Baca Juga:  16 Lurah Disumpah Beri Pelayanan Terbaik

“Dalam pertemuan, 45 orang hadir dan semua setuju tanahnya dibebaskan, sisanya tidak bisa hadir karena rumahnya di luar kota,” sebutnya.

Terkait dengan pembebasan lahan untuk Pembangunan flyover di Simpang HR Soebrantas-Garuda Sakti, Pj Gubri menilai tidak ada masalah, bahkan anggaran pun telah disiapkan.

“In Sya Allah kita maju setahap lagi dengan Penetapan lokasi (Penlok) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan appraisalnya sudah kita siapkan juga, sehingga dari hasil appraisal itu yang kita bayar kepada pemiliknya,” ujar SF Hariyanto.

Mantan pejabat Kementerian PUPR ini berharap dukungan semua pihak, sebab jika tidak selesai pembangunan flyover tersebut akan menjadi masalah besar bagi mobilitas masyarakat. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila Riau Dukung SF Hariyanto di Masa Transisi

“Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu tol dekat sini, baik itu dari Dumai, Rengat dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini,” harapnya.

Oleh karenanya, Pj Gubri SF Hariyanto telah meminta Bina Marga untuk menyiapkan surat gubernur yang dituju kepada kementerian untuk melaporkan progres pembebasan lahan untuk pembangunan flyover. “Dari laporan itu nanti kita minta menteri memasukan progam pembangunan flyover Simpang Soebrantas-Garuda Sakti,” pungkasnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari