Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Heboh Oknum Polisi Banting Warga di Rohul, Kapolres Minta Maaf

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kericuhan antarkelompok buruh di Desa Teluk Aur, Kabupaten Rokan Hulu terjadi Senin (30/5) siang. Saat itu, ada dua kelompok buruh yang bertikai. Yakni kelompok buruh SPPP dengan kelompok SPTI. Penyebab awalnya, kelompok buruh SPPP yang ingin mendapatkan pekerjaan di PT KSM melakukan penghadangan terhadap aktivitas perusahaan.

Karena situasi tersebut, pihak aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menurunkan personel dan melalukan pengamanan di sekitar lokasi. Sebab, pada saat pertikaian kelompok SPPP sempat melakukan peniayaan dan penghadangan terhadap kelompok buruh SPTI, yang notabenenya sudah mendapat rekomendasi pekerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dalam upaya pengamanan tersebut, beredar video seorang oknum polisi bernama Brigadir AS terlihat menjatuhkan seorang buruh dari atas truk hingga ke tanah. Video inilah yang kemudian viral dan diklarifikasi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (2/6).

Baca Juga:  Alfedri: Narkoba Musuh Bersama, Harus Diperangi

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya persuasif agar kedua kelompok yang bertikai bisa berdamai. Bahkan sudah ada 7 kali upaya mediasi namun gagal," ucap AKBP Eko Wimpiyanto.

Dilanjutkannya, saat kisruh, pihaknya juga sudah melakukan upaya humanis. Yakni berupa imbauan kepada kelompok buruh yang bertikai. Namun karena situasi kian memanas, pihaknya terpaksa mengamankan para pelaku yang awalnya berjumlah 20 orang dari kelompok SPPP. Setelah dilakukan pendalaman dari 20 orang awal, pihaknya kemudian mendapati indikasi terhadap 3 orang yang melakukan penganiayaan serta 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Namun harus kami akui, dalam upaya pengamanan masih terdapat kekurangan. Dimana seperti yang teman-teman lihat dalam video yang viral, ada oknum dari anggota kami yang berbuat di luar SOP. Namun ini masih terus kami dalami. Dan saya menyampaikan permohonan maaf," ucap Eko.

Baca Juga:  Dewan Ini Sorot Pembangunan Infrastruktur Jalan Lokasi Wisata Tak Berkelanjutan

Adapun soal peristiwa dalam video yang viral, AKBP Eko menuturkan bahwa saat itu sedang terjadi upaya pengamanan terhadap pelaku penyerangan. Beberapa pelaku saat itu sedang berada di dalam truk. Agar situasi bisa terkendali, pihaknya hendak mengamankan beberapa orang yang ada di dalam truk tersebut. Saat itulah peristiwa oknum polisi membanting seorang buruh dari atas truk terekam kamera dan viral.

Ia memastikan, sampai saat ini proses hukum baik terhadap peristiwa kericuhan maupun terhadap oknum aparat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu ia kembali mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah.(nda)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kericuhan antarkelompok buruh di Desa Teluk Aur, Kabupaten Rokan Hulu terjadi Senin (30/5) siang. Saat itu, ada dua kelompok buruh yang bertikai. Yakni kelompok buruh SPPP dengan kelompok SPTI. Penyebab awalnya, kelompok buruh SPPP yang ingin mendapatkan pekerjaan di PT KSM melakukan penghadangan terhadap aktivitas perusahaan.

Karena situasi tersebut, pihak aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menurunkan personel dan melalukan pengamanan di sekitar lokasi. Sebab, pada saat pertikaian kelompok SPPP sempat melakukan peniayaan dan penghadangan terhadap kelompok buruh SPTI, yang notabenenya sudah mendapat rekomendasi pekerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dalam upaya pengamanan tersebut, beredar video seorang oknum polisi bernama Brigadir AS terlihat menjatuhkan seorang buruh dari atas truk hingga ke tanah. Video inilah yang kemudian viral dan diklarifikasi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (2/6).

Baca Juga:  Jalur Ombak Nyalo Diperbaiki

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya persuasif agar kedua kelompok yang bertikai bisa berdamai. Bahkan sudah ada 7 kali upaya mediasi namun gagal," ucap AKBP Eko Wimpiyanto.

Dilanjutkannya, saat kisruh, pihaknya juga sudah melakukan upaya humanis. Yakni berupa imbauan kepada kelompok buruh yang bertikai. Namun karena situasi kian memanas, pihaknya terpaksa mengamankan para pelaku yang awalnya berjumlah 20 orang dari kelompok SPPP. Setelah dilakukan pendalaman dari 20 orang awal, pihaknya kemudian mendapati indikasi terhadap 3 orang yang melakukan penganiayaan serta 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Namun harus kami akui, dalam upaya pengamanan masih terdapat kekurangan. Dimana seperti yang teman-teman lihat dalam video yang viral, ada oknum dari anggota kami yang berbuat di luar SOP. Namun ini masih terus kami dalami. Dan saya menyampaikan permohonan maaf," ucap Eko.

Baca Juga:  Riau Bertambah 188 Pasien Positif, 11 Meninggal dan 325 Sembuh

Adapun soal peristiwa dalam video yang viral, AKBP Eko menuturkan bahwa saat itu sedang terjadi upaya pengamanan terhadap pelaku penyerangan. Beberapa pelaku saat itu sedang berada di dalam truk. Agar situasi bisa terkendali, pihaknya hendak mengamankan beberapa orang yang ada di dalam truk tersebut. Saat itulah peristiwa oknum polisi membanting seorang buruh dari atas truk terekam kamera dan viral.

Ia memastikan, sampai saat ini proses hukum baik terhadap peristiwa kericuhan maupun terhadap oknum aparat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu ia kembali mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah.(nda)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Heboh Oknum Polisi Banting Warga di Rohul, Kapolres Minta Maaf

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kericuhan antarkelompok buruh di Desa Teluk Aur, Kabupaten Rokan Hulu terjadi Senin (30/5) siang. Saat itu, ada dua kelompok buruh yang bertikai. Yakni kelompok buruh SPPP dengan kelompok SPTI. Penyebab awalnya, kelompok buruh SPPP yang ingin mendapatkan pekerjaan di PT KSM melakukan penghadangan terhadap aktivitas perusahaan.

Karena situasi tersebut, pihak aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menurunkan personel dan melalukan pengamanan di sekitar lokasi. Sebab, pada saat pertikaian kelompok SPPP sempat melakukan peniayaan dan penghadangan terhadap kelompok buruh SPTI, yang notabenenya sudah mendapat rekomendasi pekerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dalam upaya pengamanan tersebut, beredar video seorang oknum polisi bernama Brigadir AS terlihat menjatuhkan seorang buruh dari atas truk hingga ke tanah. Video inilah yang kemudian viral dan diklarifikasi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (2/6).

Baca Juga:  Dewan Ini Sorot Pembangunan Infrastruktur Jalan Lokasi Wisata Tak Berkelanjutan

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya persuasif agar kedua kelompok yang bertikai bisa berdamai. Bahkan sudah ada 7 kali upaya mediasi namun gagal," ucap AKBP Eko Wimpiyanto.

Dilanjutkannya, saat kisruh, pihaknya juga sudah melakukan upaya humanis. Yakni berupa imbauan kepada kelompok buruh yang bertikai. Namun karena situasi kian memanas, pihaknya terpaksa mengamankan para pelaku yang awalnya berjumlah 20 orang dari kelompok SPPP. Setelah dilakukan pendalaman dari 20 orang awal, pihaknya kemudian mendapati indikasi terhadap 3 orang yang melakukan penganiayaan serta 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Namun harus kami akui, dalam upaya pengamanan masih terdapat kekurangan. Dimana seperti yang teman-teman lihat dalam video yang viral, ada oknum dari anggota kami yang berbuat di luar SOP. Namun ini masih terus kami dalami. Dan saya menyampaikan permohonan maaf," ucap Eko.

Baca Juga:  Alfedri: Narkoba Musuh Bersama, Harus Diperangi

Adapun soal peristiwa dalam video yang viral, AKBP Eko menuturkan bahwa saat itu sedang terjadi upaya pengamanan terhadap pelaku penyerangan. Beberapa pelaku saat itu sedang berada di dalam truk. Agar situasi bisa terkendali, pihaknya hendak mengamankan beberapa orang yang ada di dalam truk tersebut. Saat itulah peristiwa oknum polisi membanting seorang buruh dari atas truk terekam kamera dan viral.

Ia memastikan, sampai saat ini proses hukum baik terhadap peristiwa kericuhan maupun terhadap oknum aparat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu ia kembali mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah.(nda)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kericuhan antarkelompok buruh di Desa Teluk Aur, Kabupaten Rokan Hulu terjadi Senin (30/5) siang. Saat itu, ada dua kelompok buruh yang bertikai. Yakni kelompok buruh SPPP dengan kelompok SPTI. Penyebab awalnya, kelompok buruh SPPP yang ingin mendapatkan pekerjaan di PT KSM melakukan penghadangan terhadap aktivitas perusahaan.

Karena situasi tersebut, pihak aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menurunkan personel dan melalukan pengamanan di sekitar lokasi. Sebab, pada saat pertikaian kelompok SPPP sempat melakukan peniayaan dan penghadangan terhadap kelompok buruh SPTI, yang notabenenya sudah mendapat rekomendasi pekerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dalam upaya pengamanan tersebut, beredar video seorang oknum polisi bernama Brigadir AS terlihat menjatuhkan seorang buruh dari atas truk hingga ke tanah. Video inilah yang kemudian viral dan diklarifikasi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (2/6).

Baca Juga:  DPRD Minta Dishub Akomodir Kepentingan Warga

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya persuasif agar kedua kelompok yang bertikai bisa berdamai. Bahkan sudah ada 7 kali upaya mediasi namun gagal," ucap AKBP Eko Wimpiyanto.

Dilanjutkannya, saat kisruh, pihaknya juga sudah melakukan upaya humanis. Yakni berupa imbauan kepada kelompok buruh yang bertikai. Namun karena situasi kian memanas, pihaknya terpaksa mengamankan para pelaku yang awalnya berjumlah 20 orang dari kelompok SPPP. Setelah dilakukan pendalaman dari 20 orang awal, pihaknya kemudian mendapati indikasi terhadap 3 orang yang melakukan penganiayaan serta 1 orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Namun harus kami akui, dalam upaya pengamanan masih terdapat kekurangan. Dimana seperti yang teman-teman lihat dalam video yang viral, ada oknum dari anggota kami yang berbuat di luar SOP. Namun ini masih terus kami dalami. Dan saya menyampaikan permohonan maaf," ucap Eko.

Baca Juga:  Dispora Riau Serahkan Bantuan ke Masyarakat Tak Mampu di Sekitar Kantor

Adapun soal peristiwa dalam video yang viral, AKBP Eko menuturkan bahwa saat itu sedang terjadi upaya pengamanan terhadap pelaku penyerangan. Beberapa pelaku saat itu sedang berada di dalam truk. Agar situasi bisa terkendali, pihaknya hendak mengamankan beberapa orang yang ada di dalam truk tersebut. Saat itulah peristiwa oknum polisi membanting seorang buruh dari atas truk terekam kamera dan viral.

Ia memastikan, sampai saat ini proses hukum baik terhadap peristiwa kericuhan maupun terhadap oknum aparat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu ia kembali mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah.(nda)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari