Rabu, 17 April 2024

Lonjakan Pemudik Diprediksi Mulai Lusa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Idulfitri 1445 Hijriah/2024 M semakin dekat. Namun, hingga H-8 atau Selasa (2/4), belum terjadi lonjakan pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman melalui jalur darat dan udara. Lonjakan penumpang di Riau diprediksi terjadi mulai Jumat (5/4) lusa.

Di Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, peningkatan keberangkatan angkutan didominasi kendaraan untuk rute dari Pekanbaru-Pulau Jawa, namun belum terlalu signifikan.

- Advertisement -

Hal ini diungkapkan Pengawas Satuan Pelayanan  (Wasatpel) Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru Bambang Armanto. ‘’Bahkan, untuk rute Pekanbaru-Sumatera Utara masih biasa-biasa. Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 5 April (lusa, red),’’ ujarnya, Selasa (2/4).

‘’Jika kita bandingkan pada hari-hari biasa, memang jumlah peningkatan penumpang rute Pekanbaru-Pulau Jawa ada sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen kenaikannya,” tambahnya.

Bambang juga menegaskan, untuk harga tiket bus kelas ekonomi atau eksekutif belum ada terjadi kenaikan karena menunggu ketetapan pemerintah. Tetapi untuk harga tiket nonekonomi dinaikkan oleh masing-masing perwakilan perusahaan bus.

- Advertisement -

“Pemerintah kan tidak ada menaikkan harga tiket kelas ekonomi tahun ini. Kalau pun ada kenaikan di kelas nonekonomi dan itu yang menentukan masing-masing perwakilan perusahaan bus. Kalau kita lihat kenaikannya tidak signifikan. Rata-rata mulai dari Rp35 ribu hingga Rp50 ribu dari harga biasa,” jelasnya.

Bambang mengungkapkan, saat ini sudah ada perusahaan-perusahaan bus tiketnya habis terjual untuk keberangkatan sampai 8 April. Untuk rute Pekanbaru-Sumatera Utara harga tiket nonekonomi sudah naik rata-rata sebelum 31 Maret-1 April lalu.

Selanjutnya, untuk persiapan menyambut musim mudik tahun ini, BPRS sudah melakukan sejak jauh-jauh hari.

‘’Pelayanan disiapkan lebih bagus seperti pelayanan kebersihan, pelayanan keamanan termasuk juga pelayanan SDM untuk melayani pemudik. Kalau untuk keamanannya kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan TNI/Polri,” jelasnya.

Selain itu, di terminal BRPS Pekanbaru juga ada tim ramcek yang akan memastikan kelayakan kendaraan sebelum berangkat mengangkut penumpang. Pasalnya, ramcek sudah menjadi SOP (Standard Operating Procedure) di Terminal BRPS. Tidak pun untuk angkutan mudik, Terminal BRPS Pekanbaru sudah mewajibkan ramcek kelayakan kendaraan atau pemeriksaan kendaraan.

Baca Juga:  Bahas Narkotika hingga Kelangkaan Minyak Goreng

Ia menambahkan, beberapa perusahaan bus juga melakukan penambahan armada seperti Bus Makmur yang biasa hanya beroperasi hanya 8 unit, sekarang sudah bertambah menjadi 11 unit.

Bahkan ada perusahaan yang sudah full kendaraannya memakai bus pariwisata. “Kalau ada perusahaan yang ingin mengajukan memakai bus pariwisata kita harus ekstra juga untuk melakukan pemeriksaan busnya. SOP tetap dengan pemeriksaan bus reguler,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, memastikan kapal angkutan Idulfitri 1445 H/2024 M di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru layak dioperasikan. “Untuk kelayakan kapal, sudah kami periksa. Semuanya layak untuk dijadikan angkutan Idulfitri,” kata Kepala Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Kepala Bidang Angkutan, Khairunnas.

Dijelaskannya, nantinya ada tiga kapal yang dioperasikan untuk angkutan mudik dan balik yakni speed boat Meranti, speed boat Naga Line, dan KM Jelatik dengan tujuannya Selatpanjang. Diperkirakan, pada Idulfitri tahun ini akan terjadi lonjakan penumpang sekitar 10-15 persen dari hari biasa.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya telah meminta ke operator kapal agar menyiapkan angkutan darat untuk mengangkut penumpang dari Pelabuhan Sungai Duku ke Pelabuhan Buton, Siak. “Seandainya kapal tidak cukup, tolong carikan bus untuk ke Buton. Ketika ada lonjakan, penumpang bisa diangkut dan diberangkatkan dari Buton dengan ongkos yang sama,” ujarnya.

Pastikan Tiket Pesawat Tak Lebihi TBA

Kekhawatiran calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terkait kenaikan harga tiket jelang arus mudik terjawab. Harga tiket dipastikan tidak akan melebihi tarif batas atas (TBA) yang diputuskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI).

‘’ Untuk harga tiket pesawat di Pekanbaru masih dalam batasan sesuai ketentuan Menteri Perhubungan yaitu tidak melebihi tarif batas atas,’’ kata Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko kepada wartawan, Selasa (2/4).

Berapa TBA di SSK II masing-masing airline? Oki begitu panggilan akrabnya, mengatakan harga tiket ini menjadi kewenangan pihak airline dan bisa dicek via online.

Seperti jalur darat, Oki memprediksi lonjakan pemudik untuk jalur udara juga akan terjadi pada H-5 atau tepatnya Jumat (5/4) dengan prognosa pesawatnya 96 pesawat dan prognosa penumpangnya akan mencapai 12.307 penumpang. Hingga hari H-1 rata-rata penumpang diprognosa 11 ribuan untuk semua rute penerbangan dari dan ke Bandara SSK II Pekanbaru.

Baca Juga:  RAPP Kampanye Diet Plastik Sekali Pakai

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga menegaskan harga tiket pesawat tidak ada yang melampaui aturan tarif batas atas (TBA) selama periode Idulfitri 2024. “Tarif batas harus dicek. Tidak bisa dilampaui. Selama masa mudik ini tidak ada TBA yang terlampaui,” ujarnya saat rapat kerja persiapan mudik  bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/4).

Polres Kuansing Siapkan Empat Pospam

Menghadapi Idulfitri tahun ini, Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menyiapkan empat pos pengamanan (pospam) untuk melakukan pemantauan kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Pospam pemantauan arus lalu lintas kendaraan itu diberlakukan mulai 4 April hingga dua pekan ke depan lewat Operasi Ketupat 2024.

“Jadi untuk pemantauan dan pengamanan arus lalu lintas, kami siapkan empat pospam lewat Operasi Ketupat mulai 4 April,’’ kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, Selasa (2/4).

Empat pospam tersebut ditempatkan di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir, Simpang Tugu Cerano Telukkuantan Kecamatan Kuantan Tengah, di Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, dan di Inuman. Polres Kuansing mengerahkan 100 personel lebih.

Sejauh ini, arus lalu lintas kendaraan yang melintasi wilayah Kuansing masih normal dan lancar. Tidak ada penumpukan kendaraan dan kemacetan. Polres memprediksi, peningkatan arus lalu lintas kendaraan kemungkinan akan naik pada 6 April 2024.

Pasalnya, pada hari itu sudah cuti bersama Idulfitri, baik sekolah maupun PNS dimulai. “Pada hari itu diperkirakan ada peningkatan arus lalu lintas kendaraan. Karena sudah mulai libur bersama kan?,’’ ujar Pangucap.

Pangucap mengimbau semua masyarakat Kuansing yang akan bepergian, mudik atau liburan keluarga maupun kendaraan yang melintasi Kuansing agar tetap berhati-hati. ‘’Berkendaralah dalam batas kewajaran, jaga kondisi kesehatan dalam kondisi prima dan sehat serta patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada,’’ ujarnya.(dof/gus/dac/das) 

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru dan Telukkuantan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Idulfitri 1445 Hijriah/2024 M semakin dekat. Namun, hingga H-8 atau Selasa (2/4), belum terjadi lonjakan pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman melalui jalur darat dan udara. Lonjakan penumpang di Riau diprediksi terjadi mulai Jumat (5/4) lusa.

Di Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, peningkatan keberangkatan angkutan didominasi kendaraan untuk rute dari Pekanbaru-Pulau Jawa, namun belum terlalu signifikan.

Hal ini diungkapkan Pengawas Satuan Pelayanan  (Wasatpel) Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru Bambang Armanto. ‘’Bahkan, untuk rute Pekanbaru-Sumatera Utara masih biasa-biasa. Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 5 April (lusa, red),’’ ujarnya, Selasa (2/4).

‘’Jika kita bandingkan pada hari-hari biasa, memang jumlah peningkatan penumpang rute Pekanbaru-Pulau Jawa ada sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen kenaikannya,” tambahnya.

Bambang juga menegaskan, untuk harga tiket bus kelas ekonomi atau eksekutif belum ada terjadi kenaikan karena menunggu ketetapan pemerintah. Tetapi untuk harga tiket nonekonomi dinaikkan oleh masing-masing perwakilan perusahaan bus.

“Pemerintah kan tidak ada menaikkan harga tiket kelas ekonomi tahun ini. Kalau pun ada kenaikan di kelas nonekonomi dan itu yang menentukan masing-masing perwakilan perusahaan bus. Kalau kita lihat kenaikannya tidak signifikan. Rata-rata mulai dari Rp35 ribu hingga Rp50 ribu dari harga biasa,” jelasnya.

Bambang mengungkapkan, saat ini sudah ada perusahaan-perusahaan bus tiketnya habis terjual untuk keberangkatan sampai 8 April. Untuk rute Pekanbaru-Sumatera Utara harga tiket nonekonomi sudah naik rata-rata sebelum 31 Maret-1 April lalu.

Selanjutnya, untuk persiapan menyambut musim mudik tahun ini, BPRS sudah melakukan sejak jauh-jauh hari.

‘’Pelayanan disiapkan lebih bagus seperti pelayanan kebersihan, pelayanan keamanan termasuk juga pelayanan SDM untuk melayani pemudik. Kalau untuk keamanannya kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan TNI/Polri,” jelasnya.

Selain itu, di terminal BRPS Pekanbaru juga ada tim ramcek yang akan memastikan kelayakan kendaraan sebelum berangkat mengangkut penumpang. Pasalnya, ramcek sudah menjadi SOP (Standard Operating Procedure) di Terminal BRPS. Tidak pun untuk angkutan mudik, Terminal BRPS Pekanbaru sudah mewajibkan ramcek kelayakan kendaraan atau pemeriksaan kendaraan.

Baca Juga:  DPRD Riau Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Masker

Ia menambahkan, beberapa perusahaan bus juga melakukan penambahan armada seperti Bus Makmur yang biasa hanya beroperasi hanya 8 unit, sekarang sudah bertambah menjadi 11 unit.

Bahkan ada perusahaan yang sudah full kendaraannya memakai bus pariwisata. “Kalau ada perusahaan yang ingin mengajukan memakai bus pariwisata kita harus ekstra juga untuk melakukan pemeriksaan busnya. SOP tetap dengan pemeriksaan bus reguler,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, memastikan kapal angkutan Idulfitri 1445 H/2024 M di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru layak dioperasikan. “Untuk kelayakan kapal, sudah kami periksa. Semuanya layak untuk dijadikan angkutan Idulfitri,” kata Kepala Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Kepala Bidang Angkutan, Khairunnas.

Dijelaskannya, nantinya ada tiga kapal yang dioperasikan untuk angkutan mudik dan balik yakni speed boat Meranti, speed boat Naga Line, dan KM Jelatik dengan tujuannya Selatpanjang. Diperkirakan, pada Idulfitri tahun ini akan terjadi lonjakan penumpang sekitar 10-15 persen dari hari biasa.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya telah meminta ke operator kapal agar menyiapkan angkutan darat untuk mengangkut penumpang dari Pelabuhan Sungai Duku ke Pelabuhan Buton, Siak. “Seandainya kapal tidak cukup, tolong carikan bus untuk ke Buton. Ketika ada lonjakan, penumpang bisa diangkut dan diberangkatkan dari Buton dengan ongkos yang sama,” ujarnya.

Pastikan Tiket Pesawat Tak Lebihi TBA

Kekhawatiran calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terkait kenaikan harga tiket jelang arus mudik terjawab. Harga tiket dipastikan tidak akan melebihi tarif batas atas (TBA) yang diputuskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI).

‘’ Untuk harga tiket pesawat di Pekanbaru masih dalam batasan sesuai ketentuan Menteri Perhubungan yaitu tidak melebihi tarif batas atas,’’ kata Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko kepada wartawan, Selasa (2/4).

Berapa TBA di SSK II masing-masing airline? Oki begitu panggilan akrabnya, mengatakan harga tiket ini menjadi kewenangan pihak airline dan bisa dicek via online.

Seperti jalur darat, Oki memprediksi lonjakan pemudik untuk jalur udara juga akan terjadi pada H-5 atau tepatnya Jumat (5/4) dengan prognosa pesawatnya 96 pesawat dan prognosa penumpangnya akan mencapai 12.307 penumpang. Hingga hari H-1 rata-rata penumpang diprognosa 11 ribuan untuk semua rute penerbangan dari dan ke Bandara SSK II Pekanbaru.

Baca Juga:  Satgas Pangan Warning Mafia Migor

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga menegaskan harga tiket pesawat tidak ada yang melampaui aturan tarif batas atas (TBA) selama periode Idulfitri 2024. “Tarif batas harus dicek. Tidak bisa dilampaui. Selama masa mudik ini tidak ada TBA yang terlampaui,” ujarnya saat rapat kerja persiapan mudik  bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/4).

Polres Kuansing Siapkan Empat Pospam

Menghadapi Idulfitri tahun ini, Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menyiapkan empat pos pengamanan (pospam) untuk melakukan pemantauan kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Pospam pemantauan arus lalu lintas kendaraan itu diberlakukan mulai 4 April hingga dua pekan ke depan lewat Operasi Ketupat 2024.

“Jadi untuk pemantauan dan pengamanan arus lalu lintas, kami siapkan empat pospam lewat Operasi Ketupat mulai 4 April,’’ kata Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, Selasa (2/4).

Empat pospam tersebut ditempatkan di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir, Simpang Tugu Cerano Telukkuantan Kecamatan Kuantan Tengah, di Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, dan di Inuman. Polres Kuansing mengerahkan 100 personel lebih.

Sejauh ini, arus lalu lintas kendaraan yang melintasi wilayah Kuansing masih normal dan lancar. Tidak ada penumpukan kendaraan dan kemacetan. Polres memprediksi, peningkatan arus lalu lintas kendaraan kemungkinan akan naik pada 6 April 2024.

Pasalnya, pada hari itu sudah cuti bersama Idulfitri, baik sekolah maupun PNS dimulai. “Pada hari itu diperkirakan ada peningkatan arus lalu lintas kendaraan. Karena sudah mulai libur bersama kan?,’’ ujar Pangucap.

Pangucap mengimbau semua masyarakat Kuansing yang akan bepergian, mudik atau liburan keluarga maupun kendaraan yang melintasi Kuansing agar tetap berhati-hati. ‘’Berkendaralah dalam batas kewajaran, jaga kondisi kesehatan dalam kondisi prima dan sehat serta patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada,’’ ujarnya.(dof/gus/dac/das) 

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru dan Telukkuantan

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari