Jumat, 27 Maret 2026
- Advertisement -

Gubri Sebut Sedang Proses Pengisian Komut BRK

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gubernur Riau H Syamsuar menyebut bahwa proses untuk mengisi kekosongan posisi jabatan Komisaris Utama (Komut) di Bank Riau Kepri (BRK) terus digesa. Hal itu sejalan  dengan telah terbentuknya tim panitia seleksi (Pansel).

"Untuk pengisian posisi Komut BRK terus digesa. Pansel juga sudah dibentuk. Biarkan Pansel bekerja sesuai dengan prosedurnya, dan kita tunggulah nanti,” kata Gubri kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemprov Riau sebagai pemegang saham mayoritas di BRK,  juga sependapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, yang menyarankan penyempurnaan direksi di BRK sebelum dikonversikan menjadi bank syariah.

"Hal itu juga sudah menjadi perhatian pemegang saham sebelumnya, hanya saja memang perlu proses untuk dan waktu," ujarnya.

Baca Juga:  Naik Lagi, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Jadi Rp3.680 per Kg

Di sisi lain, Gubri menegaskan bahwa proses konversi BRK juga terus dilakukan. Namun para pemegang saham memang harus sabar menunggu sampai semua proses selesai.

"Proses konversi saat ini juga masih terus digesa, segala kelengkapan dokumen dan juga payung hukum sudah disiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat konversi bisa segera direalisasikan," harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menyebut, sejak awal, persoalan kekosongan jabatan Komisaris Utama itu sudah dibicarakan di internal pemegang saham.

"Para pemegang saham mempercayakan kepada Pemprov Riau dalam hal ini Pak Gubernur sebagai pemegang saham mayoritas untuk mengatur semuanya. Yang jelas Pansel sudah dibentuk dan sama-sama kita tunggulah," katanya.(sol)

Baca Juga:  Dua Hari, Kasus Baru Covid-19 di Riau Tambah 1.744

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gubernur Riau H Syamsuar menyebut bahwa proses untuk mengisi kekosongan posisi jabatan Komisaris Utama (Komut) di Bank Riau Kepri (BRK) terus digesa. Hal itu sejalan  dengan telah terbentuknya tim panitia seleksi (Pansel).

"Untuk pengisian posisi Komut BRK terus digesa. Pansel juga sudah dibentuk. Biarkan Pansel bekerja sesuai dengan prosedurnya, dan kita tunggulah nanti,” kata Gubri kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemprov Riau sebagai pemegang saham mayoritas di BRK,  juga sependapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, yang menyarankan penyempurnaan direksi di BRK sebelum dikonversikan menjadi bank syariah.

"Hal itu juga sudah menjadi perhatian pemegang saham sebelumnya, hanya saja memang perlu proses untuk dan waktu," ujarnya.

Baca Juga:  Dua Calon Bertarung Perebutkan Kursi Ketua REI Riau

Di sisi lain, Gubri menegaskan bahwa proses konversi BRK juga terus dilakukan. Namun para pemegang saham memang harus sabar menunggu sampai semua proses selesai.

- Advertisement -

"Proses konversi saat ini juga masih terus digesa, segala kelengkapan dokumen dan juga payung hukum sudah disiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat konversi bisa segera direalisasikan," harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menyebut, sejak awal, persoalan kekosongan jabatan Komisaris Utama itu sudah dibicarakan di internal pemegang saham.

- Advertisement -

"Para pemegang saham mempercayakan kepada Pemprov Riau dalam hal ini Pak Gubernur sebagai pemegang saham mayoritas untuk mengatur semuanya. Yang jelas Pansel sudah dibentuk dan sama-sama kita tunggulah," katanya.(sol)

Baca Juga:  Alumni Bahasa Inggris Unilak Lolos Kuliah di University of Cambridge
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gubernur Riau H Syamsuar menyebut bahwa proses untuk mengisi kekosongan posisi jabatan Komisaris Utama (Komut) di Bank Riau Kepri (BRK) terus digesa. Hal itu sejalan  dengan telah terbentuknya tim panitia seleksi (Pansel).

"Untuk pengisian posisi Komut BRK terus digesa. Pansel juga sudah dibentuk. Biarkan Pansel bekerja sesuai dengan prosedurnya, dan kita tunggulah nanti,” kata Gubri kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemprov Riau sebagai pemegang saham mayoritas di BRK,  juga sependapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, yang menyarankan penyempurnaan direksi di BRK sebelum dikonversikan menjadi bank syariah.

"Hal itu juga sudah menjadi perhatian pemegang saham sebelumnya, hanya saja memang perlu proses untuk dan waktu," ujarnya.

Baca Juga:  Berkoordinasi dengan Kejati, KPK Monitoring Aset Bermasalah di Riau

Di sisi lain, Gubri menegaskan bahwa proses konversi BRK juga terus dilakukan. Namun para pemegang saham memang harus sabar menunggu sampai semua proses selesai.

"Proses konversi saat ini juga masih terus digesa, segala kelengkapan dokumen dan juga payung hukum sudah disiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat konversi bisa segera direalisasikan," harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menyebut, sejak awal, persoalan kekosongan jabatan Komisaris Utama itu sudah dibicarakan di internal pemegang saham.

"Para pemegang saham mempercayakan kepada Pemprov Riau dalam hal ini Pak Gubernur sebagai pemegang saham mayoritas untuk mengatur semuanya. Yang jelas Pansel sudah dibentuk dan sama-sama kita tunggulah," katanya.(sol)

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Haji Dibuka Kembali 1 April

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari