Minggu, 6 April 2025
spot_img

Jika Mau Maju Pilpres, Firli Diminta Mundur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Narasi dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri sebagai calon presiden Pemilu 2024 menuai banyak sorotan. Munculnya narasi lewat baliho dan spanduk menguatkan indikasi bahwa Firli memanfaatkan jabatannya sebagai ketua KPK untuk menggalang dukungan politik.

Ketua IM57+Institute M Praswad Nugraha mengatakan, indikasi bahwa Firli ingin masuk bursa capres maupun cawapres terlihat dari spanduk dan baliho yang bertebaran di sejumlah titik. Karena itu, Praswad meminta Firli tidak menutup-nutupi syahwat politik tersebut. "Firli jangan malu-malu tapi mau," sindirnya kemarin (30/5).

Jika ingin maju dalam bursa capres-cawapres, kata Praswad, Firli semestinya segera mundur dari jabatan ketua KPK. Praswad khawatir KPK akan menjadi alat politik Firli. Artinya, KPK terancam tak lagi independen dan dipercaya publik. "Manuver politik Firli sangat membahayakan independensi KPK," ucap mantan penyidik KPK tersebut.

Baca Juga:  MK Tolak Gugatan Pilkada Rohul

Di  sisi lain, Firli mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memasang spanduk dan baliho itu. Dia mengisyaratkan tidak terkait dengan munculnya spanduk dan baliho dukungan tersebut. "Jika (spanduk-baliho) itu dimaksudkan untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami, saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan," ujarnya dalam pesan tertulis.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menambahkan, pemasangan baliho yang ramai diperbincangkan itu tidak berkaitan dengan program KPK. Dia menyebut kegiatan sosialisasi dan kampanye yang dilakukan KPK selama ini hanya berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi korupsi. Bukan untuk capres atau pencapresan.(tyo/c18/bay/jpg)

Baca Juga:  Dari Riau, 9 Gugatan ke MK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Narasi dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri sebagai calon presiden Pemilu 2024 menuai banyak sorotan. Munculnya narasi lewat baliho dan spanduk menguatkan indikasi bahwa Firli memanfaatkan jabatannya sebagai ketua KPK untuk menggalang dukungan politik.

Ketua IM57+Institute M Praswad Nugraha mengatakan, indikasi bahwa Firli ingin masuk bursa capres maupun cawapres terlihat dari spanduk dan baliho yang bertebaran di sejumlah titik. Karena itu, Praswad meminta Firli tidak menutup-nutupi syahwat politik tersebut. "Firli jangan malu-malu tapi mau," sindirnya kemarin (30/5).

Jika ingin maju dalam bursa capres-cawapres, kata Praswad, Firli semestinya segera mundur dari jabatan ketua KPK. Praswad khawatir KPK akan menjadi alat politik Firli. Artinya, KPK terancam tak lagi independen dan dipercaya publik. "Manuver politik Firli sangat membahayakan independensi KPK," ucap mantan penyidik KPK tersebut.

Baca Juga:  MK Tolak Gugatan Pilkada Rohul

Di  sisi lain, Firli mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memasang spanduk dan baliho itu. Dia mengisyaratkan tidak terkait dengan munculnya spanduk dan baliho dukungan tersebut. "Jika (spanduk-baliho) itu dimaksudkan untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami, saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan," ujarnya dalam pesan tertulis.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menambahkan, pemasangan baliho yang ramai diperbincangkan itu tidak berkaitan dengan program KPK. Dia menyebut kegiatan sosialisasi dan kampanye yang dilakukan KPK selama ini hanya berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi korupsi. Bukan untuk capres atau pencapresan.(tyo/c18/bay/jpg)

Baca Juga:  Mahfud Mundur dari Kabinet
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jika Mau Maju Pilpres, Firli Diminta Mundur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Narasi dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri sebagai calon presiden Pemilu 2024 menuai banyak sorotan. Munculnya narasi lewat baliho dan spanduk menguatkan indikasi bahwa Firli memanfaatkan jabatannya sebagai ketua KPK untuk menggalang dukungan politik.

Ketua IM57+Institute M Praswad Nugraha mengatakan, indikasi bahwa Firli ingin masuk bursa capres maupun cawapres terlihat dari spanduk dan baliho yang bertebaran di sejumlah titik. Karena itu, Praswad meminta Firli tidak menutup-nutupi syahwat politik tersebut. "Firli jangan malu-malu tapi mau," sindirnya kemarin (30/5).

Jika ingin maju dalam bursa capres-cawapres, kata Praswad, Firli semestinya segera mundur dari jabatan ketua KPK. Praswad khawatir KPK akan menjadi alat politik Firli. Artinya, KPK terancam tak lagi independen dan dipercaya publik. "Manuver politik Firli sangat membahayakan independensi KPK," ucap mantan penyidik KPK tersebut.

Baca Juga:  Desy Ratnasari Bersedia Dipasangkan dengan Ridwan Kamil

Di  sisi lain, Firli mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memasang spanduk dan baliho itu. Dia mengisyaratkan tidak terkait dengan munculnya spanduk dan baliho dukungan tersebut. "Jika (spanduk-baliho) itu dimaksudkan untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami, saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan," ujarnya dalam pesan tertulis.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menambahkan, pemasangan baliho yang ramai diperbincangkan itu tidak berkaitan dengan program KPK. Dia menyebut kegiatan sosialisasi dan kampanye yang dilakukan KPK selama ini hanya berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi korupsi. Bukan untuk capres atau pencapresan.(tyo/c18/bay/jpg)

Baca Juga:  Kader Demokrat Riau Bubuhkan Cap Darah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Narasi dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri sebagai calon presiden Pemilu 2024 menuai banyak sorotan. Munculnya narasi lewat baliho dan spanduk menguatkan indikasi bahwa Firli memanfaatkan jabatannya sebagai ketua KPK untuk menggalang dukungan politik.

Ketua IM57+Institute M Praswad Nugraha mengatakan, indikasi bahwa Firli ingin masuk bursa capres maupun cawapres terlihat dari spanduk dan baliho yang bertebaran di sejumlah titik. Karena itu, Praswad meminta Firli tidak menutup-nutupi syahwat politik tersebut. "Firli jangan malu-malu tapi mau," sindirnya kemarin (30/5).

Jika ingin maju dalam bursa capres-cawapres, kata Praswad, Firli semestinya segera mundur dari jabatan ketua KPK. Praswad khawatir KPK akan menjadi alat politik Firli. Artinya, KPK terancam tak lagi independen dan dipercaya publik. "Manuver politik Firli sangat membahayakan independensi KPK," ucap mantan penyidik KPK tersebut.

Baca Juga:  Kader Demokrat Riau Bubuhkan Cap Darah

Di  sisi lain, Firli mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memasang spanduk dan baliho itu. Dia mengisyaratkan tidak terkait dengan munculnya spanduk dan baliho dukungan tersebut. "Jika (spanduk-baliho) itu dimaksudkan untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami, saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan," ujarnya dalam pesan tertulis.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menambahkan, pemasangan baliho yang ramai diperbincangkan itu tidak berkaitan dengan program KPK. Dia menyebut kegiatan sosialisasi dan kampanye yang dilakukan KPK selama ini hanya berfokus pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi korupsi. Bukan untuk capres atau pencapresan.(tyo/c18/bay/jpg)

Baca Juga:  MK Tolak Gugatan Pilkada Rohul
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari