Kamis, 3 April 2025
spot_img

Demokrat Pertanyakan Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengapresiasi lahirnya Partai Mahasiswa Indonesia. Namun, Kamhar mengaku tetap mempertanyakan sejumlah hal khususnya sumber dana mendirikan partai tersebut.

"Kita berbaik sangka, memandang ini sebagai capaian dalam percepatan pengkaderan bangsa, namun tentunya juga timbul berbagai pertanyaan, dari mana biaya mendirikan partai? Membuat parpol tak mudah dan tak murah," kata Kamhar, Ahad (24/4).

Karena itu, kata Kamhar, ketua umum dan jajaran pengurusnya perlu menjelaskan kepada publik terkait keberadaan partai tersebut. Apalagi, jika nanti sampai pada tahap menjadi peserta pemilu yang membutuhkan energi dan sumber dana yang tidak kecil.

"Infonya Partai Mahasiswa Indonesia ini perubahan dari Parkindo 1945. Ini penting untuk dijelaskan ke publik, proses akuisisinya seperti apa," ucap Kamhar.

Baca Juga:  Syarief Hasan Sebut Pemerintah Tak Konsisten Atasi Covid-19

Terlepas dari pertanyaan tersebut, Kamhar tetap menyambut baik terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang dibidani dan dimotori para aktivis mahasiswa yang tergabung pada salah satu kubu BEM Nusantara yang sempat bertemu Wiranto. Dalam perspektif diskursus demokrasi, kata dia, tentu terbersit harapan partai ini akan dinamis dan idealis.

"Hal ini sesuai dengan gerakan mahasiswa yang ‘genuine’ dalam merespon berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa berkontribusi nyata pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," papar Kamhar.

Kamhar menyampaikan, kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia merupakan suatu gebrakan besar bagi mahasiswa untuk langsung sampai pada capaian membentuk partai politik. Menurutnya, partai ini merupakan suatu lompatan besar, bahkan tak mampu direalisasikan oleh generasi pendahulu yang monumental dalam sejarah pergerakan mahasiswa sepeti angkatan 66, angkatan 74, maupun angkatan 98.

Baca Juga:  Pertemuan Personal Airlangga ke Surya Paloh Bisa Goncang Golkar

"Luar biasa dampak pandemi Covid-19 bagi pergerakan mahasiswa. Langsung buat partai sendiri. Generasi aktivis terdahulu setelah berkiprah dari organisasi intra dan ekstra kampus, melanjutkan kiprah ke Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Ormas, organisasi sayap partai, dan melalui antrian yang cukup panjang untuk sampai pada posisi-posisi strategis di kepengurusan pusat parpol," cetus Kamhar.

Sebagaimana diketahui, Partai Mahasiswa Indonesia sudah terdaftar sebagai partai politik berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun yang berkedudukan sebagai ketua umum di partai tersebut yakni Eko Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengapresiasi lahirnya Partai Mahasiswa Indonesia. Namun, Kamhar mengaku tetap mempertanyakan sejumlah hal khususnya sumber dana mendirikan partai tersebut.

"Kita berbaik sangka, memandang ini sebagai capaian dalam percepatan pengkaderan bangsa, namun tentunya juga timbul berbagai pertanyaan, dari mana biaya mendirikan partai? Membuat parpol tak mudah dan tak murah," kata Kamhar, Ahad (24/4).

Karena itu, kata Kamhar, ketua umum dan jajaran pengurusnya perlu menjelaskan kepada publik terkait keberadaan partai tersebut. Apalagi, jika nanti sampai pada tahap menjadi peserta pemilu yang membutuhkan energi dan sumber dana yang tidak kecil.

"Infonya Partai Mahasiswa Indonesia ini perubahan dari Parkindo 1945. Ini penting untuk dijelaskan ke publik, proses akuisisinya seperti apa," ucap Kamhar.

Baca Juga:  Fadjroel: Jokowi Tak Ingin Tiga Periode

Terlepas dari pertanyaan tersebut, Kamhar tetap menyambut baik terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang dibidani dan dimotori para aktivis mahasiswa yang tergabung pada salah satu kubu BEM Nusantara yang sempat bertemu Wiranto. Dalam perspektif diskursus demokrasi, kata dia, tentu terbersit harapan partai ini akan dinamis dan idealis.

"Hal ini sesuai dengan gerakan mahasiswa yang ‘genuine’ dalam merespon berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa berkontribusi nyata pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," papar Kamhar.

Kamhar menyampaikan, kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia merupakan suatu gebrakan besar bagi mahasiswa untuk langsung sampai pada capaian membentuk partai politik. Menurutnya, partai ini merupakan suatu lompatan besar, bahkan tak mampu direalisasikan oleh generasi pendahulu yang monumental dalam sejarah pergerakan mahasiswa sepeti angkatan 66, angkatan 74, maupun angkatan 98.

Baca Juga:  Ganjar Janji Pemerataan Kesehatan hingga Pendidikan

"Luar biasa dampak pandemi Covid-19 bagi pergerakan mahasiswa. Langsung buat partai sendiri. Generasi aktivis terdahulu setelah berkiprah dari organisasi intra dan ekstra kampus, melanjutkan kiprah ke Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Ormas, organisasi sayap partai, dan melalui antrian yang cukup panjang untuk sampai pada posisi-posisi strategis di kepengurusan pusat parpol," cetus Kamhar.

Sebagaimana diketahui, Partai Mahasiswa Indonesia sudah terdaftar sebagai partai politik berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun yang berkedudukan sebagai ketua umum di partai tersebut yakni Eko Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Demokrat Pertanyakan Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengapresiasi lahirnya Partai Mahasiswa Indonesia. Namun, Kamhar mengaku tetap mempertanyakan sejumlah hal khususnya sumber dana mendirikan partai tersebut.

"Kita berbaik sangka, memandang ini sebagai capaian dalam percepatan pengkaderan bangsa, namun tentunya juga timbul berbagai pertanyaan, dari mana biaya mendirikan partai? Membuat parpol tak mudah dan tak murah," kata Kamhar, Ahad (24/4).

Karena itu, kata Kamhar, ketua umum dan jajaran pengurusnya perlu menjelaskan kepada publik terkait keberadaan partai tersebut. Apalagi, jika nanti sampai pada tahap menjadi peserta pemilu yang membutuhkan energi dan sumber dana yang tidak kecil.

"Infonya Partai Mahasiswa Indonesia ini perubahan dari Parkindo 1945. Ini penting untuk dijelaskan ke publik, proses akuisisinya seperti apa," ucap Kamhar.

Baca Juga:  Masyarakat dan UMKM Garut Dukung Airlangga Presiden

Terlepas dari pertanyaan tersebut, Kamhar tetap menyambut baik terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang dibidani dan dimotori para aktivis mahasiswa yang tergabung pada salah satu kubu BEM Nusantara yang sempat bertemu Wiranto. Dalam perspektif diskursus demokrasi, kata dia, tentu terbersit harapan partai ini akan dinamis dan idealis.

"Hal ini sesuai dengan gerakan mahasiswa yang ‘genuine’ dalam merespon berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa berkontribusi nyata pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," papar Kamhar.

Kamhar menyampaikan, kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia merupakan suatu gebrakan besar bagi mahasiswa untuk langsung sampai pada capaian membentuk partai politik. Menurutnya, partai ini merupakan suatu lompatan besar, bahkan tak mampu direalisasikan oleh generasi pendahulu yang monumental dalam sejarah pergerakan mahasiswa sepeti angkatan 66, angkatan 74, maupun angkatan 98.

Baca Juga:  Ahmad Muzani Silaturahmi ke Tuan Guru Syekh H Ismail Royan

"Luar biasa dampak pandemi Covid-19 bagi pergerakan mahasiswa. Langsung buat partai sendiri. Generasi aktivis terdahulu setelah berkiprah dari organisasi intra dan ekstra kampus, melanjutkan kiprah ke Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Ormas, organisasi sayap partai, dan melalui antrian yang cukup panjang untuk sampai pada posisi-posisi strategis di kepengurusan pusat parpol," cetus Kamhar.

Sebagaimana diketahui, Partai Mahasiswa Indonesia sudah terdaftar sebagai partai politik berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun yang berkedudukan sebagai ketua umum di partai tersebut yakni Eko Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengapresiasi lahirnya Partai Mahasiswa Indonesia. Namun, Kamhar mengaku tetap mempertanyakan sejumlah hal khususnya sumber dana mendirikan partai tersebut.

"Kita berbaik sangka, memandang ini sebagai capaian dalam percepatan pengkaderan bangsa, namun tentunya juga timbul berbagai pertanyaan, dari mana biaya mendirikan partai? Membuat parpol tak mudah dan tak murah," kata Kamhar, Ahad (24/4).

Karena itu, kata Kamhar, ketua umum dan jajaran pengurusnya perlu menjelaskan kepada publik terkait keberadaan partai tersebut. Apalagi, jika nanti sampai pada tahap menjadi peserta pemilu yang membutuhkan energi dan sumber dana yang tidak kecil.

"Infonya Partai Mahasiswa Indonesia ini perubahan dari Parkindo 1945. Ini penting untuk dijelaskan ke publik, proses akuisisinya seperti apa," ucap Kamhar.

Baca Juga:  Syarief Hasan Sebut Pemerintah Tak Konsisten Atasi Covid-19

Terlepas dari pertanyaan tersebut, Kamhar tetap menyambut baik terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang dibidani dan dimotori para aktivis mahasiswa yang tergabung pada salah satu kubu BEM Nusantara yang sempat bertemu Wiranto. Dalam perspektif diskursus demokrasi, kata dia, tentu terbersit harapan partai ini akan dinamis dan idealis.

"Hal ini sesuai dengan gerakan mahasiswa yang ‘genuine’ dalam merespon berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa berkontribusi nyata pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," papar Kamhar.

Kamhar menyampaikan, kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia merupakan suatu gebrakan besar bagi mahasiswa untuk langsung sampai pada capaian membentuk partai politik. Menurutnya, partai ini merupakan suatu lompatan besar, bahkan tak mampu direalisasikan oleh generasi pendahulu yang monumental dalam sejarah pergerakan mahasiswa sepeti angkatan 66, angkatan 74, maupun angkatan 98.

Baca Juga:  Ganjar Janji Pemerataan Kesehatan hingga Pendidikan

"Luar biasa dampak pandemi Covid-19 bagi pergerakan mahasiswa. Langsung buat partai sendiri. Generasi aktivis terdahulu setelah berkiprah dari organisasi intra dan ekstra kampus, melanjutkan kiprah ke Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Ormas, organisasi sayap partai, dan melalui antrian yang cukup panjang untuk sampai pada posisi-posisi strategis di kepengurusan pusat parpol," cetus Kamhar.

Sebagaimana diketahui, Partai Mahasiswa Indonesia sudah terdaftar sebagai partai politik berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun yang berkedudukan sebagai ketua umum di partai tersebut yakni Eko Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari