Selasa, 2 Juli 2024

Peserta Rapimnas Aklamasi Minta OSO Kembali Pimpin Hanura

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — DPP Partai Hanura telah mengelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Dari hasil Rapimnas ini memutuskan beberapa rekomendasi. Salah satunya adalah 34 DPD meminta Oesman Sapta Odang atau Oso kembali menjadi Ketua Umum Partai Hanura untuk periode 2019-2024.

"Semua peserta Rapimnas meminta OSO kembali maju sebagai ketum dalam Munas nanti. Selannutnya, Peserta Rapimnas merekomendaiskan agar Munas menetapkan OSO sebagai Ketua terpilih untuk memimpin 2019-2024," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Ramdani dalam keterangan persnya, Kamis (21/11).

- Advertisement -

Selain itu, Benny menyampaikan bahwa peserta Rapimnas mendesak agar Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura dipercepat.

"Semua peserta Rapimnas agar munas dipercepat akan digelar Desember tahun ini. Tinggal nanti DPP akan menindaklanjuti tempat dan waktunya di mana," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh peserta rapimnas dan anggota sayap meminta DPP melakukan revitalisasi kepengurusan baik ditingkat DPP maupun DPD.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pendiri OPM: Cukup Melakukan Provokasi, Veronica Koman! 

Selain itu, para kader Hanura juga memberikan dukungan agar DPP Hanura melakukan penertiban terhadap aset partai yang sifat bergerak dan tidak bergerak yang tidak ada hubungannya dengan partai atau organisasi.

"Masih ada beberapa pihak yang menahan aset seperti kendaraan padahal bukan bagian partai lagi. Ini harus diambil," katanya.

Dia menyampaikan bahwa hasil Rapimnas ini sesuatu yang harus ditindak lanjuti oleh DPP. "Rapimnas adalah forum satu tingkat di bawah Munas. Rapimnas yang digelar sampai tadi malam adalah keputusan satu tingkat diambil genting dan mendesak," tegasnya.

Rapat yang terbilang singkat karena soliditas partai yang kuat itu, menghasilkan 4 poin untuk ditindaklanjuti. Pertama, mempercepat pelaksanaan Munas, dari semula Februari 2020 menjadi Desember 2019. Kedua, meminta kesediaan OSO untuk kembali menjadi Ketum Hanura untuk memimpin pada periode 2019-2024. Ketiga, Rrevitalisasi Kepengurusan (DPD/DPC), dan keempat, DPP segera menertibkan aset-aset partai yang tengah dalam penguasaan pihak-pihak yang tak lagi terkait dengan Hanura baik secara hukum maupun secara organisasi.

Baca Juga:  Asman Abnur Siap Jadi Ketua Umum PAN

Terhadap hasil Rapimnas yang merupakan forum pengambilan keputusan politik satu tingkat di bawah Munas itu, DPP akan segera menentukan tanggal dan lokasi penyelenggaraan Munas Desember 2019 dan menindaklanjuti 3 keputusan lainnya.

Terkait dorongan 100 persen untuk OSO kembali jabat Ketum itu, Benny mengaku belum mendapat pernyataan kesediaan dari OSO. Kata Benny, hal itu "agar dikonfirmasi langsung pada Pak OSO atau mungkin nanti ada waktu tersendiri Pak OSO menentukan sikapnya.(fri/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — DPP Partai Hanura telah mengelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Dari hasil Rapimnas ini memutuskan beberapa rekomendasi. Salah satunya adalah 34 DPD meminta Oesman Sapta Odang atau Oso kembali menjadi Ketua Umum Partai Hanura untuk periode 2019-2024.

"Semua peserta Rapimnas meminta OSO kembali maju sebagai ketum dalam Munas nanti. Selannutnya, Peserta Rapimnas merekomendaiskan agar Munas menetapkan OSO sebagai Ketua terpilih untuk memimpin 2019-2024," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Ramdani dalam keterangan persnya, Kamis (21/11).

Selain itu, Benny menyampaikan bahwa peserta Rapimnas mendesak agar Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura dipercepat.

"Semua peserta Rapimnas agar munas dipercepat akan digelar Desember tahun ini. Tinggal nanti DPP akan menindaklanjuti tempat dan waktunya di mana," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh peserta rapimnas dan anggota sayap meminta DPP melakukan revitalisasi kepengurusan baik ditingkat DPP maupun DPD.

Baca Juga:  Asman Abnur Siap Jadi Ketua Umum PAN

Selain itu, para kader Hanura juga memberikan dukungan agar DPP Hanura melakukan penertiban terhadap aset partai yang sifat bergerak dan tidak bergerak yang tidak ada hubungannya dengan partai atau organisasi.

"Masih ada beberapa pihak yang menahan aset seperti kendaraan padahal bukan bagian partai lagi. Ini harus diambil," katanya.

Dia menyampaikan bahwa hasil Rapimnas ini sesuatu yang harus ditindak lanjuti oleh DPP. "Rapimnas adalah forum satu tingkat di bawah Munas. Rapimnas yang digelar sampai tadi malam adalah keputusan satu tingkat diambil genting dan mendesak," tegasnya.

Rapat yang terbilang singkat karena soliditas partai yang kuat itu, menghasilkan 4 poin untuk ditindaklanjuti. Pertama, mempercepat pelaksanaan Munas, dari semula Februari 2020 menjadi Desember 2019. Kedua, meminta kesediaan OSO untuk kembali menjadi Ketum Hanura untuk memimpin pada periode 2019-2024. Ketiga, Rrevitalisasi Kepengurusan (DPD/DPC), dan keempat, DPP segera menertibkan aset-aset partai yang tengah dalam penguasaan pihak-pihak yang tak lagi terkait dengan Hanura baik secara hukum maupun secara organisasi.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Golkar soal Banyak Baliho Airlangga Hartarto

Terhadap hasil Rapimnas yang merupakan forum pengambilan keputusan politik satu tingkat di bawah Munas itu, DPP akan segera menentukan tanggal dan lokasi penyelenggaraan Munas Desember 2019 dan menindaklanjuti 3 keputusan lainnya.

Terkait dorongan 100 persen untuk OSO kembali jabat Ketum itu, Benny mengaku belum mendapat pernyataan kesediaan dari OSO. Kata Benny, hal itu "agar dikonfirmasi langsung pada Pak OSO atau mungkin nanti ada waktu tersendiri Pak OSO menentukan sikapnya.(fri/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari