Jumat, 2 Januari 2026
spot_img
spot_img

Fokus Tuntaskan Durasi Kampanye

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pembahasan tahapan pemilu akan digelar di masa reses. Rencananya, akan digelar forum rapat konsinyering tertutup antara KPU, DPR dan Pemerintah. Konsinyering itu akan digelar mulai Kamis (21/4) hingga Sabtu (23/4) mendatang. Kepastian itu disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari saat ditemui di kantor KPU RI Jakarta, kemarin (18/4). Dia menjelaskan, pembahasan tahapan pemilu harus dilakukan karena waktu yang tersisa semakin mepet. "Topik yang akan dibahas menindaklanjuti RDP kemarin, membahas detail-detailnya tahapan," ujarnya.

Fokus utama konsinyering ada pada durasi kampanye. Sebab, baik pemerintah, KPU dan DPR masih berbeda pendapat. Di mana KPU mengusulkan 120 hari, pemerintah 90 hari dan DPR 60-90 hari kampanye. Bagi KPU, kata Hasyim, durasi kampanye tidak terlepas dari tahapan lainnya. Sebab, saat kampanye berjalan, KPU harus menyiapkan logistik seperti surat suara dan sebagainya. Jika durasi kampanye dipangkas, pihaknya khawatir pengadaan logistik tidak cukup waktu.

Baca Juga:  Gunakan Jet Pribadi, Suharso Dilaporkan ke KPK

Meski demikian, Hasyim membuka peluang pemangkasan durasi kampanye. Hal itu terjadi jika janji pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Presiden tentang percepatan pengadaan logistik bisa direalisasikan. "Dalam konsinyering besok itu juga dibahas," imbuhnya.

Pihaknya berharap, proses konsinyering itu bisa berjalan lancar. Sehingga persetujuan terhadap PKPU Tahapan bisa dilakukan pada rapat kerja usai lebaran nanti. "In sya Allah Mei selesai," kata Hasyim. Tahapan Pemilu 2024, rencananya akan dimulai 14 Juni 2022.

Sementara itu, peneliti Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif M Ihsan Maulana mengatakan, agar proses di konsinyering tidak lama, pembahasannya tidak perlu dari awal. Mengingat sebelumnya sudah ada kesepakatan antara penyelenggara pemilu dan pemerintah.

Baca Juga:  Anies Masukkan Sorong Jadi Kota yang Di-Upgrade

"Misalnya saja pada tahap kampanye, maka konsinyering bisa difokuskan dengan mencari waktu yang ideal dan disesuaikan dengan kesanggupan penyelenggara," ujarnya.

Ihsan berharap agar pemerintah tidak mengintervensi terlalu dalam. Pemerintah cukup menyampaikan masukan. Sementara jadwal dan tahapan tetap diserahkan pada KPU sesuai dengan kesanggupannya. "Ini juga untuk menghindari persepsi publik kalau pemerintah memiliki tendensi terhadap jadwal dan tahapan," imbuhnya.(far/bay/jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pembahasan tahapan pemilu akan digelar di masa reses. Rencananya, akan digelar forum rapat konsinyering tertutup antara KPU, DPR dan Pemerintah. Konsinyering itu akan digelar mulai Kamis (21/4) hingga Sabtu (23/4) mendatang. Kepastian itu disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari saat ditemui di kantor KPU RI Jakarta, kemarin (18/4). Dia menjelaskan, pembahasan tahapan pemilu harus dilakukan karena waktu yang tersisa semakin mepet. "Topik yang akan dibahas menindaklanjuti RDP kemarin, membahas detail-detailnya tahapan," ujarnya.

Fokus utama konsinyering ada pada durasi kampanye. Sebab, baik pemerintah, KPU dan DPR masih berbeda pendapat. Di mana KPU mengusulkan 120 hari, pemerintah 90 hari dan DPR 60-90 hari kampanye. Bagi KPU, kata Hasyim, durasi kampanye tidak terlepas dari tahapan lainnya. Sebab, saat kampanye berjalan, KPU harus menyiapkan logistik seperti surat suara dan sebagainya. Jika durasi kampanye dipangkas, pihaknya khawatir pengadaan logistik tidak cukup waktu.

Baca Juga:  AHY-Ibas Saling Sodor Bursa Calon Sekjen Partai Demokrat

Meski demikian, Hasyim membuka peluang pemangkasan durasi kampanye. Hal itu terjadi jika janji pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Presiden tentang percepatan pengadaan logistik bisa direalisasikan. "Dalam konsinyering besok itu juga dibahas," imbuhnya.

Pihaknya berharap, proses konsinyering itu bisa berjalan lancar. Sehingga persetujuan terhadap PKPU Tahapan bisa dilakukan pada rapat kerja usai lebaran nanti. "In sya Allah Mei selesai," kata Hasyim. Tahapan Pemilu 2024, rencananya akan dimulai 14 Juni 2022.

Sementara itu, peneliti Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif M Ihsan Maulana mengatakan, agar proses di konsinyering tidak lama, pembahasannya tidak perlu dari awal. Mengingat sebelumnya sudah ada kesepakatan antara penyelenggara pemilu dan pemerintah.

- Advertisement -
Baca Juga:  Jokowi Buka Kans Aktivis 98 Jadi Menteri

"Misalnya saja pada tahap kampanye, maka konsinyering bisa difokuskan dengan mencari waktu yang ideal dan disesuaikan dengan kesanggupan penyelenggara," ujarnya.

Ihsan berharap agar pemerintah tidak mengintervensi terlalu dalam. Pemerintah cukup menyampaikan masukan. Sementara jadwal dan tahapan tetap diserahkan pada KPU sesuai dengan kesanggupannya. "Ini juga untuk menghindari persepsi publik kalau pemerintah memiliki tendensi terhadap jadwal dan tahapan," imbuhnya.(far/bay/jpg)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pembahasan tahapan pemilu akan digelar di masa reses. Rencananya, akan digelar forum rapat konsinyering tertutup antara KPU, DPR dan Pemerintah. Konsinyering itu akan digelar mulai Kamis (21/4) hingga Sabtu (23/4) mendatang. Kepastian itu disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari saat ditemui di kantor KPU RI Jakarta, kemarin (18/4). Dia menjelaskan, pembahasan tahapan pemilu harus dilakukan karena waktu yang tersisa semakin mepet. "Topik yang akan dibahas menindaklanjuti RDP kemarin, membahas detail-detailnya tahapan," ujarnya.

Fokus utama konsinyering ada pada durasi kampanye. Sebab, baik pemerintah, KPU dan DPR masih berbeda pendapat. Di mana KPU mengusulkan 120 hari, pemerintah 90 hari dan DPR 60-90 hari kampanye. Bagi KPU, kata Hasyim, durasi kampanye tidak terlepas dari tahapan lainnya. Sebab, saat kampanye berjalan, KPU harus menyiapkan logistik seperti surat suara dan sebagainya. Jika durasi kampanye dipangkas, pihaknya khawatir pengadaan logistik tidak cukup waktu.

Baca Juga:  Surya Paloh Buka-bukan Calon Presiden Ideal Versinya

Meski demikian, Hasyim membuka peluang pemangkasan durasi kampanye. Hal itu terjadi jika janji pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Presiden tentang percepatan pengadaan logistik bisa direalisasikan. "Dalam konsinyering besok itu juga dibahas," imbuhnya.

Pihaknya berharap, proses konsinyering itu bisa berjalan lancar. Sehingga persetujuan terhadap PKPU Tahapan bisa dilakukan pada rapat kerja usai lebaran nanti. "In sya Allah Mei selesai," kata Hasyim. Tahapan Pemilu 2024, rencananya akan dimulai 14 Juni 2022.

Sementara itu, peneliti Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif M Ihsan Maulana mengatakan, agar proses di konsinyering tidak lama, pembahasannya tidak perlu dari awal. Mengingat sebelumnya sudah ada kesepakatan antara penyelenggara pemilu dan pemerintah.

Baca Juga:  Jokowi - Ma’ruf Pidato Kemenangan Secara Sederhana, di Kampung Ini...

"Misalnya saja pada tahap kampanye, maka konsinyering bisa difokuskan dengan mencari waktu yang ideal dan disesuaikan dengan kesanggupan penyelenggara," ujarnya.

Ihsan berharap agar pemerintah tidak mengintervensi terlalu dalam. Pemerintah cukup menyampaikan masukan. Sementara jadwal dan tahapan tetap diserahkan pada KPU sesuai dengan kesanggupannya. "Ini juga untuk menghindari persepsi publik kalau pemerintah memiliki tendensi terhadap jadwal dan tahapan," imbuhnya.(far/bay/jpg)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari