Kamis, 3 April 2025
spot_img

PDIP Ingin Empat Parpol Pendukung 02 Tetap Jadi Oposisi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peta partai koalisi pro pemerintah dan koalisi masih belum jelas. Pasalnya, ada beberapa partai pendukung 02 Prabowo-Sandiaga yang dikabarkan bakal bergabung di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Namun, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyarankan partai-partai yang dulu  lawan Jokowi itu tetap menjadi oposisi.

”Ya kalau saya menyarankan seperti itu (tetap berada di luar pemerintahan),” ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menegaskan siap membantu Presiden Jokowi. Misalnya dengan memberikan kritik-kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan.

Sehingga, bagi Andreas, peran oposisi sangat diperlukan untuk melakujan check and balance, supaya pemerintah berjalan di jalurnya. “Bahwa Gerindra akan memberikan kritik-kritik konstruktif terhadap pemerintah. Itu kan adalah sinyal dari Pak Prabowo yang kami tahu selalu setia di luar jalur pemerintah,” kata Andreas.

Baca Juga:  AHY Diisukan Menteri ATR BPN, Hadi Disebut Gantikan Mahfud

Sementara itu, mengenai Presiden Jokowi yang memuji peran oposisi. Andreas menilai, memang dalam iklim demokrasi yang diterapkan di Indonesia memutuhkan peran oposisi. Sehingga demokrasi semakin sehat.

”Sudah jelas ya  bahwa dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan. Dan partai yang ada di luar pemerintahan pun itu suatu kehormatan,” katanya.

PDIP juga punya pengalaman selama 10 tahun menjadi oposisi. Tidak berada di pemerintahan juga membuat PDIP semakin didukung oleh rakyat. Sehingga dia menyarankan supaya partai yang mendukung Prabowo-Sandi bisa tetap berada di luar pemerintahan.

Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menegaskan, posisi partainya tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi. Keputusan PKS itu secara resmi akan diambil dalam rapat majelis syuro. “Sampai saat ini PKS masih menetapkan berada di luar pemerintahan, nanti disampaikan sikap resminya di musyawarah majelis syuro,” kata Ledia.(jpg)

Baca Juga:  Timsel KPU-Bawaslu Dituntut Cermat

Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peta partai koalisi pro pemerintah dan koalisi masih belum jelas. Pasalnya, ada beberapa partai pendukung 02 Prabowo-Sandiaga yang dikabarkan bakal bergabung di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Namun, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyarankan partai-partai yang dulu  lawan Jokowi itu tetap menjadi oposisi.

”Ya kalau saya menyarankan seperti itu (tetap berada di luar pemerintahan),” ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menegaskan siap membantu Presiden Jokowi. Misalnya dengan memberikan kritik-kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan.

Sehingga, bagi Andreas, peran oposisi sangat diperlukan untuk melakujan check and balance, supaya pemerintah berjalan di jalurnya. “Bahwa Gerindra akan memberikan kritik-kritik konstruktif terhadap pemerintah. Itu kan adalah sinyal dari Pak Prabowo yang kami tahu selalu setia di luar jalur pemerintah,” kata Andreas.

Baca Juga:  Diaz Hendropriyono Mundur dari Jabatan Ketum PKPI

Sementara itu, mengenai Presiden Jokowi yang memuji peran oposisi. Andreas menilai, memang dalam iklim demokrasi yang diterapkan di Indonesia memutuhkan peran oposisi. Sehingga demokrasi semakin sehat.

”Sudah jelas ya  bahwa dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan. Dan partai yang ada di luar pemerintahan pun itu suatu kehormatan,” katanya.

PDIP juga punya pengalaman selama 10 tahun menjadi oposisi. Tidak berada di pemerintahan juga membuat PDIP semakin didukung oleh rakyat. Sehingga dia menyarankan supaya partai yang mendukung Prabowo-Sandi bisa tetap berada di luar pemerintahan.

Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menegaskan, posisi partainya tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi. Keputusan PKS itu secara resmi akan diambil dalam rapat majelis syuro. “Sampai saat ini PKS masih menetapkan berada di luar pemerintahan, nanti disampaikan sikap resminya di musyawarah majelis syuro,” kata Ledia.(jpg)

Baca Juga:  Para Kepala Daerah Penasaran RUU Ciptaker

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

PDIP Ingin Empat Parpol Pendukung 02 Tetap Jadi Oposisi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peta partai koalisi pro pemerintah dan koalisi masih belum jelas. Pasalnya, ada beberapa partai pendukung 02 Prabowo-Sandiaga yang dikabarkan bakal bergabung di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Namun, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyarankan partai-partai yang dulu  lawan Jokowi itu tetap menjadi oposisi.

”Ya kalau saya menyarankan seperti itu (tetap berada di luar pemerintahan),” ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menegaskan siap membantu Presiden Jokowi. Misalnya dengan memberikan kritik-kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan.

Sehingga, bagi Andreas, peran oposisi sangat diperlukan untuk melakujan check and balance, supaya pemerintah berjalan di jalurnya. “Bahwa Gerindra akan memberikan kritik-kritik konstruktif terhadap pemerintah. Itu kan adalah sinyal dari Pak Prabowo yang kami tahu selalu setia di luar jalur pemerintah,” kata Andreas.

Baca Juga:  AHY Diisukan Menteri ATR BPN, Hadi Disebut Gantikan Mahfud

Sementara itu, mengenai Presiden Jokowi yang memuji peran oposisi. Andreas menilai, memang dalam iklim demokrasi yang diterapkan di Indonesia memutuhkan peran oposisi. Sehingga demokrasi semakin sehat.

”Sudah jelas ya  bahwa dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan. Dan partai yang ada di luar pemerintahan pun itu suatu kehormatan,” katanya.

PDIP juga punya pengalaman selama 10 tahun menjadi oposisi. Tidak berada di pemerintahan juga membuat PDIP semakin didukung oleh rakyat. Sehingga dia menyarankan supaya partai yang mendukung Prabowo-Sandi bisa tetap berada di luar pemerintahan.

Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menegaskan, posisi partainya tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi. Keputusan PKS itu secara resmi akan diambil dalam rapat majelis syuro. “Sampai saat ini PKS masih menetapkan berada di luar pemerintahan, nanti disampaikan sikap resminya di musyawarah majelis syuro,” kata Ledia.(jpg)

Baca Juga:  Ini Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai

Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peta partai koalisi pro pemerintah dan koalisi masih belum jelas. Pasalnya, ada beberapa partai pendukung 02 Prabowo-Sandiaga yang dikabarkan bakal bergabung di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Namun, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyarankan partai-partai yang dulu  lawan Jokowi itu tetap menjadi oposisi.

”Ya kalau saya menyarankan seperti itu (tetap berada di luar pemerintahan),” ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menegaskan siap membantu Presiden Jokowi. Misalnya dengan memberikan kritik-kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan.

Sehingga, bagi Andreas, peran oposisi sangat diperlukan untuk melakujan check and balance, supaya pemerintah berjalan di jalurnya. “Bahwa Gerindra akan memberikan kritik-kritik konstruktif terhadap pemerintah. Itu kan adalah sinyal dari Pak Prabowo yang kami tahu selalu setia di luar jalur pemerintah,” kata Andreas.

Baca Juga:  Zulkifli Hasan Berani Sebut Bamsoet Calon Ketum Golkar

Sementara itu, mengenai Presiden Jokowi yang memuji peran oposisi. Andreas menilai, memang dalam iklim demokrasi yang diterapkan di Indonesia memutuhkan peran oposisi. Sehingga demokrasi semakin sehat.

”Sudah jelas ya  bahwa dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan. Dan partai yang ada di luar pemerintahan pun itu suatu kehormatan,” katanya.

PDIP juga punya pengalaman selama 10 tahun menjadi oposisi. Tidak berada di pemerintahan juga membuat PDIP semakin didukung oleh rakyat. Sehingga dia menyarankan supaya partai yang mendukung Prabowo-Sandi bisa tetap berada di luar pemerintahan.

Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menegaskan, posisi partainya tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi. Keputusan PKS itu secara resmi akan diambil dalam rapat majelis syuro. “Sampai saat ini PKS masih menetapkan berada di luar pemerintahan, nanti disampaikan sikap resminya di musyawarah majelis syuro,” kata Ledia.(jpg)

Baca Juga:  Timsel KPU-Bawaslu Dituntut Cermat

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari