Sabtu, 10 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Karier Politik Prabowo Bisa Berakhir karena Natuna

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa anjlok menuju Pilpres 2024, jika tak bijak berargumentasi seputar provokasi Cina di perairan Natuna.

"Prabowo memang terkesan kurang tegas. Seharusnya mengambil momentum untuk tegas kepada Cina yang telah mengganggu kedaulatan di laut Natuna. Dalam hal Natuna, Prabowo salah langkah, popularitas dan elektabilitasnya akan terganggu," ujar Ujang kepada jpnn.com, Rabu (8/1).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini bahkan kemudian menilai wajar anjuran Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, agar Presiden Joko Widodo sebaiknya mencopot Prabowo dari jabatan menhan.

"Saya melihat justru yang mengambil momentum Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan Jokowi sebagai presiden yang dianggap sangat tegas soal Natuna," ucapnya.

Baca Juga:  Desy Ratnasari Bersedia Dipasangkan dengan Ridwan Kamil

Lebih lanjut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, jabatan Menhan sebenarnya sangat efektif untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo, jika ingin kembali maju sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

"Seharusnya bisa efektif, tetapi tergantung Prabowo bisa menggunakan panggung politik atau momentum politik ke depan dengan cantik. Jika Prabowo bisa memoles langkahnya dengan apik dalam posisinya sebagai Menhan, maka peluang di 2024 terbuka," ucapnya.

Namun, jika salah langkah, peluang Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berjaya di Pilpres 2024 hanya sekadar menjadi angan-angan. Apalagi, kata Ujang kemudian, jika banyak kebijakan yang diambil Prabowo selama menjabat Menhan tidak disukai masyarakat, maka mimpi menjadi presiden tak akan pernah terwujud.

Baca Juga:  PKB Rekrutmen Terbuka, PKS Incar Generasi Muda

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa anjlok menuju Pilpres 2024, jika tak bijak berargumentasi seputar provokasi Cina di perairan Natuna.

"Prabowo memang terkesan kurang tegas. Seharusnya mengambil momentum untuk tegas kepada Cina yang telah mengganggu kedaulatan di laut Natuna. Dalam hal Natuna, Prabowo salah langkah, popularitas dan elektabilitasnya akan terganggu," ujar Ujang kepada jpnn.com, Rabu (8/1).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini bahkan kemudian menilai wajar anjuran Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, agar Presiden Joko Widodo sebaiknya mencopot Prabowo dari jabatan menhan.

"Saya melihat justru yang mengambil momentum Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan Jokowi sebagai presiden yang dianggap sangat tegas soal Natuna," ucapnya.

Baca Juga:  Soal Kritik Ibas tentang Negara Gagal, Begini Respon PDIP 

Lebih lanjut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, jabatan Menhan sebenarnya sangat efektif untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo, jika ingin kembali maju sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

- Advertisement -

"Seharusnya bisa efektif, tetapi tergantung Prabowo bisa menggunakan panggung politik atau momentum politik ke depan dengan cantik. Jika Prabowo bisa memoles langkahnya dengan apik dalam posisinya sebagai Menhan, maka peluang di 2024 terbuka," ucapnya.

Namun, jika salah langkah, peluang Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berjaya di Pilpres 2024 hanya sekadar menjadi angan-angan. Apalagi, kata Ujang kemudian, jika banyak kebijakan yang diambil Prabowo selama menjabat Menhan tidak disukai masyarakat, maka mimpi menjadi presiden tak akan pernah terwujud.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ini Kata AHY soal Demokrat Versi KLB Moeldoko Ditolak Menkumham

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa anjlok menuju Pilpres 2024, jika tak bijak berargumentasi seputar provokasi Cina di perairan Natuna.

"Prabowo memang terkesan kurang tegas. Seharusnya mengambil momentum untuk tegas kepada Cina yang telah mengganggu kedaulatan di laut Natuna. Dalam hal Natuna, Prabowo salah langkah, popularitas dan elektabilitasnya akan terganggu," ujar Ujang kepada jpnn.com, Rabu (8/1).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini bahkan kemudian menilai wajar anjuran Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, agar Presiden Joko Widodo sebaiknya mencopot Prabowo dari jabatan menhan.

"Saya melihat justru yang mengambil momentum Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan Jokowi sebagai presiden yang dianggap sangat tegas soal Natuna," ucapnya.

Baca Juga:  Besok, KPU Bakal Sampaikan Penolakan Gugatan

Lebih lanjut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, jabatan Menhan sebenarnya sangat efektif untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo, jika ingin kembali maju sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

"Seharusnya bisa efektif, tetapi tergantung Prabowo bisa menggunakan panggung politik atau momentum politik ke depan dengan cantik. Jika Prabowo bisa memoles langkahnya dengan apik dalam posisinya sebagai Menhan, maka peluang di 2024 terbuka," ucapnya.

Namun, jika salah langkah, peluang Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berjaya di Pilpres 2024 hanya sekadar menjadi angan-angan. Apalagi, kata Ujang kemudian, jika banyak kebijakan yang diambil Prabowo selama menjabat Menhan tidak disukai masyarakat, maka mimpi menjadi presiden tak akan pernah terwujud.

Baca Juga:  Kader Demokrat Pekanbaru: BMD Bukan Pengurus, Jadi Tidak Tau Apa-apa

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari