Minggu, 6 April 2025
spot_img

NasDem Dekati PKS untuk Adang Prabowo-Puan Maharani di Pilpres 2024?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Langkah politik Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mendekati PKS kemungkinan untuk mengimbangi kedekatan PDIP dan Partai Gerindra yang diwarnai isu pasangan Prabowo-Puan Maharani bakal maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.

Hal tersebut dikatakan Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi.

Surya Paloh terkesan khawatir, mengingat hubungan PDIP dengan Gerindra belakangan sangat mesra, menyusul kebijakan Presiden JokoWI mengangkat Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan.

"Jadi, pergerakan gelembung politik akhir-akhir ini tidak terlepas dari test the water dari persiapan politik suksesi Pilpres 2024," ujar Ari kepada JPNN.com, Kamis (7/11).

Baca Juga:  Soal Staf Khusus Presiden, PKS: Jangan Biarkan Jokowi Bingung

Menurut dosen di Universitas Indonesia ini, kemesraan poros Gerindra dan PDIP sepertinya diantisipasi Partai Nasdem dengan bergandengan tangan bersama PKS.

"Saya prediksi, Jika skenario Prabowo-Puan Maharani atau Puan- Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, tentu akan coba diadang Nasdem dengan menyandingkan Anies Baswedan dengan sosok lain yang di-endorse Nasdem dan PKS," ucapnya.

Menurut pembimbing disertasi S3 di pasca sarjana Universitas Padjajaran ini, langkah politik apapun sah dilakukan. Selama tidak mengganggu jalannya proses pembangunan dan pemerintahan.

"Hanya saja, saya pikir akan sangat prematur jika konstelasi Pemilu 2024 digaungkan saat-saat ini. Menurut saya itu sangat mengganggu bulan madu koalisi di pemerintahan Jokowi jilid dua," pungkas Ari. (gir/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  KPU RI Susun Aturan Teknis Pilkada 2019

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Langkah politik Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mendekati PKS kemungkinan untuk mengimbangi kedekatan PDIP dan Partai Gerindra yang diwarnai isu pasangan Prabowo-Puan Maharani bakal maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.

Hal tersebut dikatakan Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi.

Surya Paloh terkesan khawatir, mengingat hubungan PDIP dengan Gerindra belakangan sangat mesra, menyusul kebijakan Presiden JokoWI mengangkat Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan.

"Jadi, pergerakan gelembung politik akhir-akhir ini tidak terlepas dari test the water dari persiapan politik suksesi Pilpres 2024," ujar Ari kepada JPNN.com, Kamis (7/11).

Baca Juga:  Idris Laena Apresiasi Semangat Gotong Royong Gasebu Inhil

Menurut dosen di Universitas Indonesia ini, kemesraan poros Gerindra dan PDIP sepertinya diantisipasi Partai Nasdem dengan bergandengan tangan bersama PKS.

"Saya prediksi, Jika skenario Prabowo-Puan Maharani atau Puan- Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, tentu akan coba diadang Nasdem dengan menyandingkan Anies Baswedan dengan sosok lain yang di-endorse Nasdem dan PKS," ucapnya.

Menurut pembimbing disertasi S3 di pasca sarjana Universitas Padjajaran ini, langkah politik apapun sah dilakukan. Selama tidak mengganggu jalannya proses pembangunan dan pemerintahan.

"Hanya saja, saya pikir akan sangat prematur jika konstelasi Pemilu 2024 digaungkan saat-saat ini. Menurut saya itu sangat mengganggu bulan madu koalisi di pemerintahan Jokowi jilid dua," pungkas Ari. (gir/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  KPU RI Susun Aturan Teknis Pilkada 2019
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

NasDem Dekati PKS untuk Adang Prabowo-Puan Maharani di Pilpres 2024?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Langkah politik Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mendekati PKS kemungkinan untuk mengimbangi kedekatan PDIP dan Partai Gerindra yang diwarnai isu pasangan Prabowo-Puan Maharani bakal maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.

Hal tersebut dikatakan Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi.

Surya Paloh terkesan khawatir, mengingat hubungan PDIP dengan Gerindra belakangan sangat mesra, menyusul kebijakan Presiden JokoWI mengangkat Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan.

"Jadi, pergerakan gelembung politik akhir-akhir ini tidak terlepas dari test the water dari persiapan politik suksesi Pilpres 2024," ujar Ari kepada JPNN.com, Kamis (7/11).

Baca Juga:  Soal Staf Khusus Presiden, PKS: Jangan Biarkan Jokowi Bingung

Menurut dosen di Universitas Indonesia ini, kemesraan poros Gerindra dan PDIP sepertinya diantisipasi Partai Nasdem dengan bergandengan tangan bersama PKS.

"Saya prediksi, Jika skenario Prabowo-Puan Maharani atau Puan- Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, tentu akan coba diadang Nasdem dengan menyandingkan Anies Baswedan dengan sosok lain yang di-endorse Nasdem dan PKS," ucapnya.

Menurut pembimbing disertasi S3 di pasca sarjana Universitas Padjajaran ini, langkah politik apapun sah dilakukan. Selama tidak mengganggu jalannya proses pembangunan dan pemerintahan.

"Hanya saja, saya pikir akan sangat prematur jika konstelasi Pemilu 2024 digaungkan saat-saat ini. Menurut saya itu sangat mengganggu bulan madu koalisi di pemerintahan Jokowi jilid dua," pungkas Ari. (gir/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Awasi dan Batasi Jabatan Presiden

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Langkah politik Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mendekati PKS kemungkinan untuk mengimbangi kedekatan PDIP dan Partai Gerindra yang diwarnai isu pasangan Prabowo-Puan Maharani bakal maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.

Hal tersebut dikatakan Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi.

Surya Paloh terkesan khawatir, mengingat hubungan PDIP dengan Gerindra belakangan sangat mesra, menyusul kebijakan Presiden JokoWI mengangkat Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan.

"Jadi, pergerakan gelembung politik akhir-akhir ini tidak terlepas dari test the water dari persiapan politik suksesi Pilpres 2024," ujar Ari kepada JPNN.com, Kamis (7/11).

Baca Juga:  KPU RI Susun Aturan Teknis Pilkada 2019

Menurut dosen di Universitas Indonesia ini, kemesraan poros Gerindra dan PDIP sepertinya diantisipasi Partai Nasdem dengan bergandengan tangan bersama PKS.

"Saya prediksi, Jika skenario Prabowo-Puan Maharani atau Puan- Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, tentu akan coba diadang Nasdem dengan menyandingkan Anies Baswedan dengan sosok lain yang di-endorse Nasdem dan PKS," ucapnya.

Menurut pembimbing disertasi S3 di pasca sarjana Universitas Padjajaran ini, langkah politik apapun sah dilakukan. Selama tidak mengganggu jalannya proses pembangunan dan pemerintahan.

"Hanya saja, saya pikir akan sangat prematur jika konstelasi Pemilu 2024 digaungkan saat-saat ini. Menurut saya itu sangat mengganggu bulan madu koalisi di pemerintahan Jokowi jilid dua," pungkas Ari. (gir/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Cabup Afrizal Gelar Tatap Muka di Cempedak Rahuk
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari