Minggu, 6 April 2025
spot_img

PB PASI Maju Terus Tanpa Ketua Umum

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) tetap melanjutkan kepengurusannya hingga akhir tahun tanpa ada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum pengganti Bob Hasan.

"Tidak ada Plt. Kepengurusan baru untuk periode 2020-2024 akan dilakukan di kongres akhir tahun," kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Pasca meninggalnya Bob Hasan, PASI belum mendapatkan persetujuan dari Kemenpora untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) bantuan dana fasilitas pelatnas.

Sementara itu, salah satu persyaratan untuk proses penandatanganan harus dilakukan oleh ketua umum induk organisasi cabang olahraga. Itu tidak bisa diwakilkan.

Namun Tigor berharap Kemenpora bisa memberikan kelonggaran atau pengecualian agar penanda tanganan MoU pencairan dana pelatnas bisa diwakili oleh dirinya.

Baca Juga:  Inter Milan vs Sampdoria Ditunda karena Virus Corona

"Kami belum dapat bantuan pelatnas karena MoU belum ditandatangani. Kami masih menunggu keputusan soal MoU karena biasanya juga di tahun sebelumnya saya yang tandatangani," ujarnya.

Apabila dana tersebut sudah cair, Tigor mengatakan tidak seluruhnya akan terserap untuk kegiatan pelatanas hingga akhir tahun ini. Itu mengingat banyak try out, training camp, dan kejuaraan yang dibatalkan maupun ditunda. Saat ini PASI juga masih melakukan revisi penggunaan anggarannya.

"Kami masih meninjau dana pelatnas akan digunakan untuk apa saja. Karena kalau untuk pertandingan tidak mungkin. Nanti akan kelihatan penggunaannya saat pengajuan revisi 17 Mei," ungkapnya.

Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar. Namun karena adanya realokasi dan refocusing anggaran APBN untuk penanggulangan Covid-19, maka bantuan dana fasilitas pelatnas untuk tahun ini hanya diberikan sebesar 70 persen.

Baca Juga:  Bela Messi Jadi Pemain Terbaik, Gary Lineker: Angka-Angka Dia Superior

Kemenpora juga meminta agar induk organisasi cabang olahraga merevisi program-program yang sudah diajukan karena beberapa try out, training camp, dan kejuaraan mengalami penundaan maupun pembatalan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) tetap melanjutkan kepengurusannya hingga akhir tahun tanpa ada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum pengganti Bob Hasan.

"Tidak ada Plt. Kepengurusan baru untuk periode 2020-2024 akan dilakukan di kongres akhir tahun," kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Pasca meninggalnya Bob Hasan, PASI belum mendapatkan persetujuan dari Kemenpora untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) bantuan dana fasilitas pelatnas.

Sementara itu, salah satu persyaratan untuk proses penandatanganan harus dilakukan oleh ketua umum induk organisasi cabang olahraga. Itu tidak bisa diwakilkan.

Namun Tigor berharap Kemenpora bisa memberikan kelonggaran atau pengecualian agar penanda tanganan MoU pencairan dana pelatnas bisa diwakili oleh dirinya.

Baca Juga:  Zidane Jadi Kakek, Mungkin Baru Melatih Tahun Depan

"Kami belum dapat bantuan pelatnas karena MoU belum ditandatangani. Kami masih menunggu keputusan soal MoU karena biasanya juga di tahun sebelumnya saya yang tandatangani," ujarnya.

Apabila dana tersebut sudah cair, Tigor mengatakan tidak seluruhnya akan terserap untuk kegiatan pelatanas hingga akhir tahun ini. Itu mengingat banyak try out, training camp, dan kejuaraan yang dibatalkan maupun ditunda. Saat ini PASI juga masih melakukan revisi penggunaan anggarannya.

"Kami masih meninjau dana pelatnas akan digunakan untuk apa saja. Karena kalau untuk pertandingan tidak mungkin. Nanti akan kelihatan penggunaannya saat pengajuan revisi 17 Mei," ungkapnya.

Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar. Namun karena adanya realokasi dan refocusing anggaran APBN untuk penanggulangan Covid-19, maka bantuan dana fasilitas pelatnas untuk tahun ini hanya diberikan sebesar 70 persen.

Baca Juga:  Bagnaia Akui Ducati Ubah Strategi

Kemenpora juga meminta agar induk organisasi cabang olahraga merevisi program-program yang sudah diajukan karena beberapa try out, training camp, dan kejuaraan mengalami penundaan maupun pembatalan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

PB PASI Maju Terus Tanpa Ketua Umum

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) tetap melanjutkan kepengurusannya hingga akhir tahun tanpa ada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum pengganti Bob Hasan.

"Tidak ada Plt. Kepengurusan baru untuk periode 2020-2024 akan dilakukan di kongres akhir tahun," kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Pasca meninggalnya Bob Hasan, PASI belum mendapatkan persetujuan dari Kemenpora untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) bantuan dana fasilitas pelatnas.

Sementara itu, salah satu persyaratan untuk proses penandatanganan harus dilakukan oleh ketua umum induk organisasi cabang olahraga. Itu tidak bisa diwakilkan.

Namun Tigor berharap Kemenpora bisa memberikan kelonggaran atau pengecualian agar penanda tanganan MoU pencairan dana pelatnas bisa diwakili oleh dirinya.

Baca Juga:  Atlet Senam Riau Sumbangkan Dua Medali Emas

"Kami belum dapat bantuan pelatnas karena MoU belum ditandatangani. Kami masih menunggu keputusan soal MoU karena biasanya juga di tahun sebelumnya saya yang tandatangani," ujarnya.

Apabila dana tersebut sudah cair, Tigor mengatakan tidak seluruhnya akan terserap untuk kegiatan pelatanas hingga akhir tahun ini. Itu mengingat banyak try out, training camp, dan kejuaraan yang dibatalkan maupun ditunda. Saat ini PASI juga masih melakukan revisi penggunaan anggarannya.

"Kami masih meninjau dana pelatnas akan digunakan untuk apa saja. Karena kalau untuk pertandingan tidak mungkin. Nanti akan kelihatan penggunaannya saat pengajuan revisi 17 Mei," ungkapnya.

Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar. Namun karena adanya realokasi dan refocusing anggaran APBN untuk penanggulangan Covid-19, maka bantuan dana fasilitas pelatnas untuk tahun ini hanya diberikan sebesar 70 persen.

Baca Juga:  Unik, Pertandingan Bulutangkis Menggunakan Hazmat

Kemenpora juga meminta agar induk organisasi cabang olahraga merevisi program-program yang sudah diajukan karena beberapa try out, training camp, dan kejuaraan mengalami penundaan maupun pembatalan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) tetap melanjutkan kepengurusannya hingga akhir tahun tanpa ada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum pengganti Bob Hasan.

"Tidak ada Plt. Kepengurusan baru untuk periode 2020-2024 akan dilakukan di kongres akhir tahun," kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Pasca meninggalnya Bob Hasan, PASI belum mendapatkan persetujuan dari Kemenpora untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) bantuan dana fasilitas pelatnas.

Sementara itu, salah satu persyaratan untuk proses penandatanganan harus dilakukan oleh ketua umum induk organisasi cabang olahraga. Itu tidak bisa diwakilkan.

Namun Tigor berharap Kemenpora bisa memberikan kelonggaran atau pengecualian agar penanda tanganan MoU pencairan dana pelatnas bisa diwakili oleh dirinya.

Baca Juga:  Unik, Pertandingan Bulutangkis Menggunakan Hazmat

"Kami belum dapat bantuan pelatnas karena MoU belum ditandatangani. Kami masih menunggu keputusan soal MoU karena biasanya juga di tahun sebelumnya saya yang tandatangani," ujarnya.

Apabila dana tersebut sudah cair, Tigor mengatakan tidak seluruhnya akan terserap untuk kegiatan pelatanas hingga akhir tahun ini. Itu mengingat banyak try out, training camp, dan kejuaraan yang dibatalkan maupun ditunda. Saat ini PASI juga masih melakukan revisi penggunaan anggarannya.

"Kami masih meninjau dana pelatnas akan digunakan untuk apa saja. Karena kalau untuk pertandingan tidak mungkin. Nanti akan kelihatan penggunaannya saat pengajuan revisi 17 Mei," ungkapnya.

Kemenpora sudah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas sebesar Rp161,5 miliar. Namun karena adanya realokasi dan refocusing anggaran APBN untuk penanggulangan Covid-19, maka bantuan dana fasilitas pelatnas untuk tahun ini hanya diberikan sebesar 70 persen.

Baca Juga:  Alasan Virus Omicron, Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia

Kemenpora juga meminta agar induk organisasi cabang olahraga merevisi program-program yang sudah diajukan karena beberapa try out, training camp, dan kejuaraan mengalami penundaan maupun pembatalan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari