Minggu, 6 April 2025
spot_img

Salahkan VAR

(RIAUPOS.CO) — Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyinggung soal VAR (Video Assistant Referee) setelah timnya ditahan seri Tottenham Hotspur.

Manchester City gagal memetik tripoin di kandang sendiri, Stadion Etihad, dalam laga pekan kedua Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, Sabtu (17/8).

Padahal, Manchester City punya peluang membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada injury time babak kedua. Sayangnya, gol Manchester City milik Gabriel Jesus dianulir wasit Michael Oliver setelah melakukan peninjauan lewat VAR.

Dalam pengamatan VAR, bola tendangan sepak pojok David Silva terlihat menyentuh lengan Aymeric Laporte sebelum ditembak Jesus.

Alhasil, Manchester City harus puas cuma mendapatkan sebiji poin. Pep Guardiola pun tampak tidak senang dengan hasil yang dicapai anak-anak asuhnya. Ia lantas menyinggung apa yang dialami The Citizens pada musim 2018-2019, saat bersua Tottenham di leg kedua babak perempat final Liga Champions.

Baca Juga:  Pep Mulai Merasa Sedikit Cemas

“Saya pikir kami telah lepas dari situasi ini saat jumpa Tottenham di Liga Champions musim lalu,” ujar Guardiola.

“Namun, insiden hari ini tetap sama. Wasit dan VAR menganulir gol kami. Fenomena ini telah terjadi dua kali.

“Sejujurnya, hal ini sulit (untuk diterima), tetapi beginilah yang terjadi,” katanya.

Meski legawa soal gol yang dianulir, pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengkritik keputusan wasit melalui VAR yang tidak konsisten.

Dia menunjuk beberapa pelanggaran krusial yang luput dari pengamatan wasit maupun petugas VAR.

“Insiden seperti ini juga terjadi pekan lalu pada laga Wolves (lawan Leicester), dan saat laga Chelsea (lawan Liverpool di Piala Super Eropa),” kata Guardiola.

Baca Juga:  Liverpool: Kualitas Jota Sebagus Werner

“Wasit yakin (eks striker Tottenham Fernando) Llorente handball saat mencetak gol di Liga Champions, namun terkadang juga tidak.”

“Keputusan yang diambil dalam pertandingan kini jadi tidak jelas. Mereka harus memperbaiki sistem VAR,” ucap Guardiola lagi.

Guardiola juga mengklaim bahwa seharusnya VAR menyadari pelanggaran terhadap pemainnya, Rodri, di kotak penalti Tottenham pada babak pertama. Alih-alih mendapat tendangan penalti, lanjut Guardiola, wasit tidak bereaksi apa pun.

Kendati demikian, eks juru taktik Bayern Munchen ini mengaku berlapang dada pada keputusan akhir sang pengadil lapangan.

“Seperti inilah VAR, kami harus menerimanya. Saya tidak kecewa. Kami harus menelan ‘racun’ dan memikirkan laga berikutnya,” ucap Guardiola lagi.(eca)

 

Laporan JPG, Manchester
 

(RIAUPOS.CO) — Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyinggung soal VAR (Video Assistant Referee) setelah timnya ditahan seri Tottenham Hotspur.

Manchester City gagal memetik tripoin di kandang sendiri, Stadion Etihad, dalam laga pekan kedua Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, Sabtu (17/8).

Padahal, Manchester City punya peluang membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada injury time babak kedua. Sayangnya, gol Manchester City milik Gabriel Jesus dianulir wasit Michael Oliver setelah melakukan peninjauan lewat VAR.

Dalam pengamatan VAR, bola tendangan sepak pojok David Silva terlihat menyentuh lengan Aymeric Laporte sebelum ditembak Jesus.

Alhasil, Manchester City harus puas cuma mendapatkan sebiji poin. Pep Guardiola pun tampak tidak senang dengan hasil yang dicapai anak-anak asuhnya. Ia lantas menyinggung apa yang dialami The Citizens pada musim 2018-2019, saat bersua Tottenham di leg kedua babak perempat final Liga Champions.

Baca Juga:  Kalvin Phillips Setuju Bergabung ke Manchester Merah

“Saya pikir kami telah lepas dari situasi ini saat jumpa Tottenham di Liga Champions musim lalu,” ujar Guardiola.

“Namun, insiden hari ini tetap sama. Wasit dan VAR menganulir gol kami. Fenomena ini telah terjadi dua kali.

“Sejujurnya, hal ini sulit (untuk diterima), tetapi beginilah yang terjadi,” katanya.

Meski legawa soal gol yang dianulir, pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengkritik keputusan wasit melalui VAR yang tidak konsisten.

Dia menunjuk beberapa pelanggaran krusial yang luput dari pengamatan wasit maupun petugas VAR.

“Insiden seperti ini juga terjadi pekan lalu pada laga Wolves (lawan Leicester), dan saat laga Chelsea (lawan Liverpool di Piala Super Eropa),” kata Guardiola.

Baca Juga:  Solskjaer Dipecat dan Diganti Pochettino?

“Wasit yakin (eks striker Tottenham Fernando) Llorente handball saat mencetak gol di Liga Champions, namun terkadang juga tidak.”

“Keputusan yang diambil dalam pertandingan kini jadi tidak jelas. Mereka harus memperbaiki sistem VAR,” ucap Guardiola lagi.

Guardiola juga mengklaim bahwa seharusnya VAR menyadari pelanggaran terhadap pemainnya, Rodri, di kotak penalti Tottenham pada babak pertama. Alih-alih mendapat tendangan penalti, lanjut Guardiola, wasit tidak bereaksi apa pun.

Kendati demikian, eks juru taktik Bayern Munchen ini mengaku berlapang dada pada keputusan akhir sang pengadil lapangan.

“Seperti inilah VAR, kami harus menerimanya. Saya tidak kecewa. Kami harus menelan ‘racun’ dan memikirkan laga berikutnya,” ucap Guardiola lagi.(eca)

 

Laporan JPG, Manchester
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Salahkan VAR

(RIAUPOS.CO) — Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyinggung soal VAR (Video Assistant Referee) setelah timnya ditahan seri Tottenham Hotspur.

Manchester City gagal memetik tripoin di kandang sendiri, Stadion Etihad, dalam laga pekan kedua Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, Sabtu (17/8).

Padahal, Manchester City punya peluang membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada injury time babak kedua. Sayangnya, gol Manchester City milik Gabriel Jesus dianulir wasit Michael Oliver setelah melakukan peninjauan lewat VAR.

Dalam pengamatan VAR, bola tendangan sepak pojok David Silva terlihat menyentuh lengan Aymeric Laporte sebelum ditembak Jesus.

Alhasil, Manchester City harus puas cuma mendapatkan sebiji poin. Pep Guardiola pun tampak tidak senang dengan hasil yang dicapai anak-anak asuhnya. Ia lantas menyinggung apa yang dialami The Citizens pada musim 2018-2019, saat bersua Tottenham di leg kedua babak perempat final Liga Champions.

Baca Juga:  Duh, Kisah Cinta Kiper Legendaris dengan Reporter Televisi Ini Berakhir

“Saya pikir kami telah lepas dari situasi ini saat jumpa Tottenham di Liga Champions musim lalu,” ujar Guardiola.

“Namun, insiden hari ini tetap sama. Wasit dan VAR menganulir gol kami. Fenomena ini telah terjadi dua kali.

“Sejujurnya, hal ini sulit (untuk diterima), tetapi beginilah yang terjadi,” katanya.

Meski legawa soal gol yang dianulir, pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengkritik keputusan wasit melalui VAR yang tidak konsisten.

Dia menunjuk beberapa pelanggaran krusial yang luput dari pengamatan wasit maupun petugas VAR.

“Insiden seperti ini juga terjadi pekan lalu pada laga Wolves (lawan Leicester), dan saat laga Chelsea (lawan Liverpool di Piala Super Eropa),” kata Guardiola.

Baca Juga:  MU Diimbangi Spurs

“Wasit yakin (eks striker Tottenham Fernando) Llorente handball saat mencetak gol di Liga Champions, namun terkadang juga tidak.”

“Keputusan yang diambil dalam pertandingan kini jadi tidak jelas. Mereka harus memperbaiki sistem VAR,” ucap Guardiola lagi.

Guardiola juga mengklaim bahwa seharusnya VAR menyadari pelanggaran terhadap pemainnya, Rodri, di kotak penalti Tottenham pada babak pertama. Alih-alih mendapat tendangan penalti, lanjut Guardiola, wasit tidak bereaksi apa pun.

Kendati demikian, eks juru taktik Bayern Munchen ini mengaku berlapang dada pada keputusan akhir sang pengadil lapangan.

“Seperti inilah VAR, kami harus menerimanya. Saya tidak kecewa. Kami harus menelan ‘racun’ dan memikirkan laga berikutnya,” ucap Guardiola lagi.(eca)

 

Laporan JPG, Manchester
 

(RIAUPOS.CO) — Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyinggung soal VAR (Video Assistant Referee) setelah timnya ditahan seri Tottenham Hotspur.

Manchester City gagal memetik tripoin di kandang sendiri, Stadion Etihad, dalam laga pekan kedua Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, Sabtu (17/8).

Padahal, Manchester City punya peluang membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada injury time babak kedua. Sayangnya, gol Manchester City milik Gabriel Jesus dianulir wasit Michael Oliver setelah melakukan peninjauan lewat VAR.

Dalam pengamatan VAR, bola tendangan sepak pojok David Silva terlihat menyentuh lengan Aymeric Laporte sebelum ditembak Jesus.

Alhasil, Manchester City harus puas cuma mendapatkan sebiji poin. Pep Guardiola pun tampak tidak senang dengan hasil yang dicapai anak-anak asuhnya. Ia lantas menyinggung apa yang dialami The Citizens pada musim 2018-2019, saat bersua Tottenham di leg kedua babak perempat final Liga Champions.

Baca Juga:  Liverpool: Kualitas Jota Sebagus Werner

“Saya pikir kami telah lepas dari situasi ini saat jumpa Tottenham di Liga Champions musim lalu,” ujar Guardiola.

“Namun, insiden hari ini tetap sama. Wasit dan VAR menganulir gol kami. Fenomena ini telah terjadi dua kali.

“Sejujurnya, hal ini sulit (untuk diterima), tetapi beginilah yang terjadi,” katanya.

Meski legawa soal gol yang dianulir, pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengkritik keputusan wasit melalui VAR yang tidak konsisten.

Dia menunjuk beberapa pelanggaran krusial yang luput dari pengamatan wasit maupun petugas VAR.

“Insiden seperti ini juga terjadi pekan lalu pada laga Wolves (lawan Leicester), dan saat laga Chelsea (lawan Liverpool di Piala Super Eropa),” kata Guardiola.

Baca Juga:  FIFA Tolak Permohonan PSSI Undur Jadwal Piala Dunia U-20

“Wasit yakin (eks striker Tottenham Fernando) Llorente handball saat mencetak gol di Liga Champions, namun terkadang juga tidak.”

“Keputusan yang diambil dalam pertandingan kini jadi tidak jelas. Mereka harus memperbaiki sistem VAR,” ucap Guardiola lagi.

Guardiola juga mengklaim bahwa seharusnya VAR menyadari pelanggaran terhadap pemainnya, Rodri, di kotak penalti Tottenham pada babak pertama. Alih-alih mendapat tendangan penalti, lanjut Guardiola, wasit tidak bereaksi apa pun.

Kendati demikian, eks juru taktik Bayern Munchen ini mengaku berlapang dada pada keputusan akhir sang pengadil lapangan.

“Seperti inilah VAR, kami harus menerimanya. Saya tidak kecewa. Kami harus menelan ‘racun’ dan memikirkan laga berikutnya,” ucap Guardiola lagi.(eca)

 

Laporan JPG, Manchester
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari