Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kjaer: Eriksen Tak Cocok dengan Taktik Conte

KOPENHAGEN (RIAUPOS.CO) – Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. 

Menurut kannya di Timnas Denmark yang juga bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.

Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark, sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.

Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.

Baca Juga:  Dua Pembalap Senior Bergabung dengan Fernando Alonso

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.

“Kami adalah teman baik dan berbicara setiap pekan. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah," ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Ahad (15/11/2020).

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.

Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan kondisi di timnya tersebut.

Baca Juga:  Liverpool v Manc City: Duel Ke-17 yang Lebih Fresh

“Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi pengaruh,” kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

“Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,” sambungnya.

"Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak di Inter," tandas Tacchinardi.

Sumber: Football Italia/News/Mirror
Editor: Hary B Koriun

KOPENHAGEN (RIAUPOS.CO) – Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. 

Menurut kannya di Timnas Denmark yang juga bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.

Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark, sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.

Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.

Baca Juga:  Zack Snyder Jadi Duta Bulu Tangkis

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.

“Kami adalah teman baik dan berbicara setiap pekan. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah," ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Ahad (15/11/2020).

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.

Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan kondisi di timnya tersebut.

Baca Juga:  Sejak 2009, Bursa Transfer Musim Ini Paling Menarik

“Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi pengaruh,” kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

“Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,” sambungnya.

"Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak di Inter," tandas Tacchinardi.

Sumber: Football Italia/News/Mirror
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kjaer: Eriksen Tak Cocok dengan Taktik Conte

KOPENHAGEN (RIAUPOS.CO) – Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. 

Menurut kannya di Timnas Denmark yang juga bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.

Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark, sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.

Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.

Baca Juga:  Satu Kemenangan Lagi Iga Swiatek Samai Rekor Tak Terkalahkan Serena

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.

“Kami adalah teman baik dan berbicara setiap pekan. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah," ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Ahad (15/11/2020).

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.

Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan kondisi di timnya tersebut.

Baca Juga:  Dua Pembalap Senior Bergabung dengan Fernando Alonso

“Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi pengaruh,” kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

“Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,” sambungnya.

"Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak di Inter," tandas Tacchinardi.

Sumber: Football Italia/News/Mirror
Editor: Hary B Koriun

KOPENHAGEN (RIAUPOS.CO) – Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. 

Menurut kannya di Timnas Denmark yang juga bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.

Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark, sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.

Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.

Baca Juga:  Pengganti Rossi Ini Jadi Tercepat di Tes Pramusim MotoGP 2020 Sepang

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.

“Kami adalah teman baik dan berbicara setiap pekan. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah," ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Ahad (15/11/2020).

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.

Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan kondisi di timnya tersebut.

Baca Juga:  Liverpool v Manc City: Duel Ke-17 yang Lebih Fresh

“Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi pengaruh,” kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

“Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,” sambungnya.

"Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak di Inter," tandas Tacchinardi.

Sumber: Football Italia/News/Mirror
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari