Selasa, 6 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Si Nyonya Tua Juara Paruh Musim

ROMA (RIAUPOS.CO) — Juventus keluar sebagai juara paruh musim Liga Italia 2019-2020. Kepastian itu didapat setelah Bianconeri –julukan Juventus– menang 2-1 atas AS Roma dalam laga pekan ke-19 Liga Italia 2019-2020 yang digelar di Stadion Olimpico dini hari tadi WIB.

Dua gol Juve masing-masing dibukukan Merih Demiral menit ke-3 dan Cristiano Ronaldo menit ke-10 melalui tendangan penalti. Sementara gol balasan tuan rumah dihasilkan Diego Perotti melalui penalti menit ke-68.

Setelah mengoleksi 19 pertandingan, Juventus mengoleksi 48 angka, unggul dua poin dari Inter Milan di tempat kedua, dan berhak meraih status Campione d’inverno atau juara musim dingin. Keberhasilan meraih status di atas pun membuat Juventus dijagokan menjadi kampiun di akhir musim.

Baca Juga:  Arm Pump, Ini Cedera yang Dialami Quartararo

Sebab, semenjak mendominasi Liga Italia pada 2011-2012, Juventus selalu mengakhiri musim dengan gelar juara ketika keluar sebagai kampiun paruh musim. Tercatat dari 2011-2012 itu, hanya dua kali Juventus gagal juara paruh musim, tepatnya pada 2015-2016 dan 2017-2018.

Saat itu, Napoli menjadi klub yang mengganjal langkah Juventus untuk merebut gelar juara paruh musim. Akan tetapi, pada akhirnya tetap Juventus yang menjadi kampiun Liga Italia. Pada Liga Italia 2015-2016, Juventus mengakhiri kompetisi dengan 91 poin, unggul sembilan angka dari Napoli di tempat kedua.

Kemudian pada 2017-2018, Juventus meraih 95 poin, unggul empat angka dari Napoli di posisi kedua. Sekarang, menarik menanti kiprah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di paruh kedua musim Liga Italia 2019-2020.(jpg)

Baca Juga:  Warriors Makin Menjauh

ROMA (RIAUPOS.CO) — Juventus keluar sebagai juara paruh musim Liga Italia 2019-2020. Kepastian itu didapat setelah Bianconeri –julukan Juventus– menang 2-1 atas AS Roma dalam laga pekan ke-19 Liga Italia 2019-2020 yang digelar di Stadion Olimpico dini hari tadi WIB.

Dua gol Juve masing-masing dibukukan Merih Demiral menit ke-3 dan Cristiano Ronaldo menit ke-10 melalui tendangan penalti. Sementara gol balasan tuan rumah dihasilkan Diego Perotti melalui penalti menit ke-68.

Setelah mengoleksi 19 pertandingan, Juventus mengoleksi 48 angka, unggul dua poin dari Inter Milan di tempat kedua, dan berhak meraih status Campione d’inverno atau juara musim dingin. Keberhasilan meraih status di atas pun membuat Juventus dijagokan menjadi kampiun di akhir musim.

Baca Juga:  Zidane: Benzema Penyerang Terbaik Prancis Sepanjang Masa 

Sebab, semenjak mendominasi Liga Italia pada 2011-2012, Juventus selalu mengakhiri musim dengan gelar juara ketika keluar sebagai kampiun paruh musim. Tercatat dari 2011-2012 itu, hanya dua kali Juventus gagal juara paruh musim, tepatnya pada 2015-2016 dan 2017-2018.

Saat itu, Napoli menjadi klub yang mengganjal langkah Juventus untuk merebut gelar juara paruh musim. Akan tetapi, pada akhirnya tetap Juventus yang menjadi kampiun Liga Italia. Pada Liga Italia 2015-2016, Juventus mengakhiri kompetisi dengan 91 poin, unggul sembilan angka dari Napoli di tempat kedua.

- Advertisement -

Kemudian pada 2017-2018, Juventus meraih 95 poin, unggul empat angka dari Napoli di posisi kedua. Sekarang, menarik menanti kiprah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di paruh kedua musim Liga Italia 2019-2020.(jpg)

Baca Juga:  Marquez: Bastianini Calon Kuat Juara Dunia MotoGP 2022
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROMA (RIAUPOS.CO) — Juventus keluar sebagai juara paruh musim Liga Italia 2019-2020. Kepastian itu didapat setelah Bianconeri –julukan Juventus– menang 2-1 atas AS Roma dalam laga pekan ke-19 Liga Italia 2019-2020 yang digelar di Stadion Olimpico dini hari tadi WIB.

Dua gol Juve masing-masing dibukukan Merih Demiral menit ke-3 dan Cristiano Ronaldo menit ke-10 melalui tendangan penalti. Sementara gol balasan tuan rumah dihasilkan Diego Perotti melalui penalti menit ke-68.

Setelah mengoleksi 19 pertandingan, Juventus mengoleksi 48 angka, unggul dua poin dari Inter Milan di tempat kedua, dan berhak meraih status Campione d’inverno atau juara musim dingin. Keberhasilan meraih status di atas pun membuat Juventus dijagokan menjadi kampiun di akhir musim.

Baca Juga:  Mengejutkan, Eks Pembalap MotoGP Ini Naik Podium di Reli Dakar

Sebab, semenjak mendominasi Liga Italia pada 2011-2012, Juventus selalu mengakhiri musim dengan gelar juara ketika keluar sebagai kampiun paruh musim. Tercatat dari 2011-2012 itu, hanya dua kali Juventus gagal juara paruh musim, tepatnya pada 2015-2016 dan 2017-2018.

Saat itu, Napoli menjadi klub yang mengganjal langkah Juventus untuk merebut gelar juara paruh musim. Akan tetapi, pada akhirnya tetap Juventus yang menjadi kampiun Liga Italia. Pada Liga Italia 2015-2016, Juventus mengakhiri kompetisi dengan 91 poin, unggul sembilan angka dari Napoli di tempat kedua.

Kemudian pada 2017-2018, Juventus meraih 95 poin, unggul empat angka dari Napoli di posisi kedua. Sekarang, menarik menanti kiprah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di paruh kedua musim Liga Italia 2019-2020.(jpg)

Baca Juga:  Zidane Sebut Atletico Favorit Jadi Juara Musim Ini

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari