Kamis, 15 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

PBSI Kembali Bongkar Ganda Putri, Apriyani Dipasangkan dengan Lanny

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PBSI kembali melakukan perombakan di sektor ganda putri Pelatnas PP PBSI. Dua pasangan senior dipastikan bertukar pasangan usai hasil evaluasi performa sepanjang 2025 yang dinilai belum sesuai harapan.

Pelatih ganda putri Pelatnas, Karel Mainaky, menyebut pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tidak lagi dapat dipertahankan dalam komposisi sebelumnya.

Dalam formasi baru, Apriyani akan berpasangan dengan Lanny, sementara Fadia dipasangkan dengan Amallia Cahaya Pratiwi atau Tiwi. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain.

“Kombinasi ini dipilih sesuai kebutuhan permainan tiap atlet,” ujar Karel dalam keterangan resminya, kemarin.

Karel menjelaskan, Fadia membutuhkan pasangan dengan postur dan kekuatan serangan dari area belakang lapangan. Sementara itu, Apriyani yang masih menjalani proses kembali ke performa terbaik usai cedera panjang, memerlukan pasangan yang mampu melakukan rotasi permainan serta memiliki power.

Baca Juga:  Jojo Juara Korea Open, Tak Menyangka Bisa Comeback Manis

“Fadia lebih membutuhkan pasangan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sedangkan Apri membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, dan Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” jelasnya.

Dua pasangan anyar ini dijadwalkan melakoni debut pada ajang Indonesia Masters Super 500 2026 yang akan berlangsung pada 20–25 Januari.

Di sisi lain, Karel mengaku puas dengan perkembangan dua pasangan lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Rachel/Febi berhasil meraih gelar Super 500 Australian Open 2025, sementara Ana/Trias finis sebagai runner-up.

Keempat pasangan tersebut juga masuk dalam proyeksi jangka menengah menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober.

Baca Juga:  Finlandia Harus Siap Hadapi Ledakan Dinamit Denmark

“Untuk proyeksi Asian Games, saya memang ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias. Namun, kami tetap membuka peluang bagi pasangan baru jika performanya lebih baik,” pungkas Karel. (fiq/bas/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PBSI kembali melakukan perombakan di sektor ganda putri Pelatnas PP PBSI. Dua pasangan senior dipastikan bertukar pasangan usai hasil evaluasi performa sepanjang 2025 yang dinilai belum sesuai harapan.

Pelatih ganda putri Pelatnas, Karel Mainaky, menyebut pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tidak lagi dapat dipertahankan dalam komposisi sebelumnya.

Dalam formasi baru, Apriyani akan berpasangan dengan Lanny, sementara Fadia dipasangkan dengan Amallia Cahaya Pratiwi atau Tiwi. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain.

“Kombinasi ini dipilih sesuai kebutuhan permainan tiap atlet,” ujar Karel dalam keterangan resminya, kemarin.

Karel menjelaskan, Fadia membutuhkan pasangan dengan postur dan kekuatan serangan dari area belakang lapangan. Sementara itu, Apriyani yang masih menjalani proses kembali ke performa terbaik usai cedera panjang, memerlukan pasangan yang mampu melakukan rotasi permainan serta memiliki power.

- Advertisement -
Baca Juga:  Shin Tae Yong Ancam Coret Asnawi dari Timnas Indonesia

“Fadia lebih membutuhkan pasangan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sedangkan Apri membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, dan Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” jelasnya.

Dua pasangan anyar ini dijadwalkan melakoni debut pada ajang Indonesia Masters Super 500 2026 yang akan berlangsung pada 20–25 Januari.

- Advertisement -

Di sisi lain, Karel mengaku puas dengan perkembangan dua pasangan lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Rachel/Febi berhasil meraih gelar Super 500 Australian Open 2025, sementara Ana/Trias finis sebagai runner-up.

Keempat pasangan tersebut juga masuk dalam proyeksi jangka menengah menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober.

Baca Juga:  Fajar/Fikri Resmi Dipatenkan, Siap Tampil Lebih Solid di Turnamen Dunia

“Untuk proyeksi Asian Games, saya memang ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias. Namun, kami tetap membuka peluang bagi pasangan baru jika performanya lebih baik,” pungkas Karel. (fiq/bas/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Melawan Jetlag hingga Cuaca

HanGlo Gagal Juara di Orleans

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PBSI kembali melakukan perombakan di sektor ganda putri Pelatnas PP PBSI. Dua pasangan senior dipastikan bertukar pasangan usai hasil evaluasi performa sepanjang 2025 yang dinilai belum sesuai harapan.

Pelatih ganda putri Pelatnas, Karel Mainaky, menyebut pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tidak lagi dapat dipertahankan dalam komposisi sebelumnya.

Dalam formasi baru, Apriyani akan berpasangan dengan Lanny, sementara Fadia dipasangkan dengan Amallia Cahaya Pratiwi atau Tiwi. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain.

“Kombinasi ini dipilih sesuai kebutuhan permainan tiap atlet,” ujar Karel dalam keterangan resminya, kemarin.

Karel menjelaskan, Fadia membutuhkan pasangan dengan postur dan kekuatan serangan dari area belakang lapangan. Sementara itu, Apriyani yang masih menjalani proses kembali ke performa terbaik usai cedera panjang, memerlukan pasangan yang mampu melakukan rotasi permainan serta memiliki power.

Baca Juga:  Ini Klub-Klub yang Bisa Membeli Lewandowski

“Fadia lebih membutuhkan pasangan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sedangkan Apri membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, dan Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” jelasnya.

Dua pasangan anyar ini dijadwalkan melakoni debut pada ajang Indonesia Masters Super 500 2026 yang akan berlangsung pada 20–25 Januari.

Di sisi lain, Karel mengaku puas dengan perkembangan dua pasangan lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Rachel/Febi berhasil meraih gelar Super 500 Australian Open 2025, sementara Ana/Trias finis sebagai runner-up.

Keempat pasangan tersebut juga masuk dalam proyeksi jangka menengah menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober.

Baca Juga:  Fajar/Fikri Resmi Dipatenkan, Siap Tampil Lebih Solid di Turnamen Dunia

“Untuk proyeksi Asian Games, saya memang ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias. Namun, kami tetap membuka peluang bagi pasangan baru jika performanya lebih baik,” pungkas Karel. (fiq/bas/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari