Jumat, 4 April 2025
spot_img

Soal Protes Investor, KKI Sebut Mispersepsi

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Manajemen Kawasan Kurma Indonesia (KKI) menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama para nasabah atau investor. Humas PT KKI Hidayatullah mengakui memang ada sejumlah nasabah yang mendatangi perusahaan. Namun hal itu untuk mempertanyakaan perkembangan kebun kurma yang mereka investasikan. 

Ada waktu itu, jelas Hidayat, manajemen sudah menemui para nasabah. Manajemen KKI menurutnya juga sudah menjelaskan secara terbuka seperti apa perkembangan kebun kurma milik mereka dan sudah ada kesepakatan untuk mencari titik temu atas permintaan para nasabah itu. Hal ini khususnya terkait  kebun kurma yang berada di Desa Ranah Sungkai  XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya jelas dan transparan. Semuanya bisa dicek secara langsung ke lapangan, baik dari sisi legalitasnya dan bagaimana progres di lapangan saat ini," jelas Hidayat, Rabu (30/10). 

Baca Juga:  Dukungan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2021 Akan Dilanjutkan Tahun 2022

Saat ini, lanjut Hidayat, PT KKI lebih memfokuskan diri bagaimana pengelolaan kebun bisa berjalan maksimal. Hal itu lebih utama karena menyangkut tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Namun dirinya tidak menampik bahwa adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang disepakati bersama nasabah. 

"Adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan memang betul. Terlebih dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang. Namun kondisi ini juga tidak terlepas dari hambatan lapangan yang terjadi. Seperti faktor cuaca dan juga proses karantina bibit yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk siap tanam," terangnya. 

Selama ini menurut dia, perusahaan selalu menekankan kepada para nasabah untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja sama. Calon nasabah selalu diberikan kesempatan untuk meninjau langsung kondisi kebun kurma yang sedang dikerjakan dan diberitahu kendala-kendala apa yang sedang dihadapi.

Baca Juga:  Tak Ada yang Mau Bantu Muslim Rohingya

Nasabah selalu diingatkan akan bisnis bersama dan dana kemitraan konsumen. Perusahaan menurutnya menawarkan jasa dan memfasilitasi dan merealisasikan pengadaan kebun kurma yang dibeli nasabah. 

Untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau mispersepsi di masa yang akan datang, perusahaan menurut Hidayat akan semakin memperbaiki sistem informasi kepada nasabah. Sehingga dapat selalu mengakses yang bisa informasi melalui humas perusahaan dan juga layanan customer care. 

"Dan untuk diketahui, dalam waktu dekat ini perusahaan akan sesegera mungkin melakukan serah terima kaplingan kurma milik nasabah secara bertahap," ujar Hidayat. 

Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pimpinan PT KKI menghindari media saat dikonfirmasi. Menurutnya, posisi Safrizal, memang kini tidak lagi menduduki posisi Direktur Utama, melainkan sudah menjadi Komisaris. Sehingga terkait kegiatan operasional perusahaan sudah didelegasikan kepada direktur yang baru.(end) 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Manajemen Kawasan Kurma Indonesia (KKI) menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama para nasabah atau investor. Humas PT KKI Hidayatullah mengakui memang ada sejumlah nasabah yang mendatangi perusahaan. Namun hal itu untuk mempertanyakaan perkembangan kebun kurma yang mereka investasikan. 

Ada waktu itu, jelas Hidayat, manajemen sudah menemui para nasabah. Manajemen KKI menurutnya juga sudah menjelaskan secara terbuka seperti apa perkembangan kebun kurma milik mereka dan sudah ada kesepakatan untuk mencari titik temu atas permintaan para nasabah itu. Hal ini khususnya terkait  kebun kurma yang berada di Desa Ranah Sungkai  XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya jelas dan transparan. Semuanya bisa dicek secara langsung ke lapangan, baik dari sisi legalitasnya dan bagaimana progres di lapangan saat ini," jelas Hidayat, Rabu (30/10). 

Baca Juga:  Biawak

Saat ini, lanjut Hidayat, PT KKI lebih memfokuskan diri bagaimana pengelolaan kebun bisa berjalan maksimal. Hal itu lebih utama karena menyangkut tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Namun dirinya tidak menampik bahwa adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang disepakati bersama nasabah. 

"Adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan memang betul. Terlebih dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang. Namun kondisi ini juga tidak terlepas dari hambatan lapangan yang terjadi. Seperti faktor cuaca dan juga proses karantina bibit yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk siap tanam," terangnya. 

Selama ini menurut dia, perusahaan selalu menekankan kepada para nasabah untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja sama. Calon nasabah selalu diberikan kesempatan untuk meninjau langsung kondisi kebun kurma yang sedang dikerjakan dan diberitahu kendala-kendala apa yang sedang dihadapi.

Baca Juga:  KLHK Bakal Kaji Kawasan Ibu Kota Baru dari Ancaman Karhutla 

Nasabah selalu diingatkan akan bisnis bersama dan dana kemitraan konsumen. Perusahaan menurutnya menawarkan jasa dan memfasilitasi dan merealisasikan pengadaan kebun kurma yang dibeli nasabah. 

Untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau mispersepsi di masa yang akan datang, perusahaan menurut Hidayat akan semakin memperbaiki sistem informasi kepada nasabah. Sehingga dapat selalu mengakses yang bisa informasi melalui humas perusahaan dan juga layanan customer care. 

"Dan untuk diketahui, dalam waktu dekat ini perusahaan akan sesegera mungkin melakukan serah terima kaplingan kurma milik nasabah secara bertahap," ujar Hidayat. 

Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pimpinan PT KKI menghindari media saat dikonfirmasi. Menurutnya, posisi Safrizal, memang kini tidak lagi menduduki posisi Direktur Utama, melainkan sudah menjadi Komisaris. Sehingga terkait kegiatan operasional perusahaan sudah didelegasikan kepada direktur yang baru.(end) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Soal Protes Investor, KKI Sebut Mispersepsi

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Manajemen Kawasan Kurma Indonesia (KKI) menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama para nasabah atau investor. Humas PT KKI Hidayatullah mengakui memang ada sejumlah nasabah yang mendatangi perusahaan. Namun hal itu untuk mempertanyakaan perkembangan kebun kurma yang mereka investasikan. 

Ada waktu itu, jelas Hidayat, manajemen sudah menemui para nasabah. Manajemen KKI menurutnya juga sudah menjelaskan secara terbuka seperti apa perkembangan kebun kurma milik mereka dan sudah ada kesepakatan untuk mencari titik temu atas permintaan para nasabah itu. Hal ini khususnya terkait  kebun kurma yang berada di Desa Ranah Sungkai  XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya jelas dan transparan. Semuanya bisa dicek secara langsung ke lapangan, baik dari sisi legalitasnya dan bagaimana progres di lapangan saat ini," jelas Hidayat, Rabu (30/10). 

Baca Juga:  Jamaah Umrah Kembali Batal Berangkat

Saat ini, lanjut Hidayat, PT KKI lebih memfokuskan diri bagaimana pengelolaan kebun bisa berjalan maksimal. Hal itu lebih utama karena menyangkut tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Namun dirinya tidak menampik bahwa adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang disepakati bersama nasabah. 

"Adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan memang betul. Terlebih dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang. Namun kondisi ini juga tidak terlepas dari hambatan lapangan yang terjadi. Seperti faktor cuaca dan juga proses karantina bibit yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk siap tanam," terangnya. 

Selama ini menurut dia, perusahaan selalu menekankan kepada para nasabah untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja sama. Calon nasabah selalu diberikan kesempatan untuk meninjau langsung kondisi kebun kurma yang sedang dikerjakan dan diberitahu kendala-kendala apa yang sedang dihadapi.

Baca Juga:  YMMTI Salurkan Sembako ke Ponpes dan Panti Asuhan

Nasabah selalu diingatkan akan bisnis bersama dan dana kemitraan konsumen. Perusahaan menurutnya menawarkan jasa dan memfasilitasi dan merealisasikan pengadaan kebun kurma yang dibeli nasabah. 

Untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau mispersepsi di masa yang akan datang, perusahaan menurut Hidayat akan semakin memperbaiki sistem informasi kepada nasabah. Sehingga dapat selalu mengakses yang bisa informasi melalui humas perusahaan dan juga layanan customer care. 

"Dan untuk diketahui, dalam waktu dekat ini perusahaan akan sesegera mungkin melakukan serah terima kaplingan kurma milik nasabah secara bertahap," ujar Hidayat. 

Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pimpinan PT KKI menghindari media saat dikonfirmasi. Menurutnya, posisi Safrizal, memang kini tidak lagi menduduki posisi Direktur Utama, melainkan sudah menjadi Komisaris. Sehingga terkait kegiatan operasional perusahaan sudah didelegasikan kepada direktur yang baru.(end) 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Manajemen Kawasan Kurma Indonesia (KKI) menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama para nasabah atau investor. Humas PT KKI Hidayatullah mengakui memang ada sejumlah nasabah yang mendatangi perusahaan. Namun hal itu untuk mempertanyakaan perkembangan kebun kurma yang mereka investasikan. 

Ada waktu itu, jelas Hidayat, manajemen sudah menemui para nasabah. Manajemen KKI menurutnya juga sudah menjelaskan secara terbuka seperti apa perkembangan kebun kurma milik mereka dan sudah ada kesepakatan untuk mencari titik temu atas permintaan para nasabah itu. Hal ini khususnya terkait  kebun kurma yang berada di Desa Ranah Sungkai  XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya jelas dan transparan. Semuanya bisa dicek secara langsung ke lapangan, baik dari sisi legalitasnya dan bagaimana progres di lapangan saat ini," jelas Hidayat, Rabu (30/10). 

Baca Juga:  Sektor Manufaktur Dominasi Ekspor

Saat ini, lanjut Hidayat, PT KKI lebih memfokuskan diri bagaimana pengelolaan kebun bisa berjalan maksimal. Hal itu lebih utama karena menyangkut tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Namun dirinya tidak menampik bahwa adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang disepakati bersama nasabah. 

"Adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan memang betul. Terlebih dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang. Namun kondisi ini juga tidak terlepas dari hambatan lapangan yang terjadi. Seperti faktor cuaca dan juga proses karantina bibit yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk siap tanam," terangnya. 

Selama ini menurut dia, perusahaan selalu menekankan kepada para nasabah untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja sama. Calon nasabah selalu diberikan kesempatan untuk meninjau langsung kondisi kebun kurma yang sedang dikerjakan dan diberitahu kendala-kendala apa yang sedang dihadapi.

Baca Juga:  Tahun Depan, Atta Ajak Aurel Temui Orangtua di Malaysia

Nasabah selalu diingatkan akan bisnis bersama dan dana kemitraan konsumen. Perusahaan menurutnya menawarkan jasa dan memfasilitasi dan merealisasikan pengadaan kebun kurma yang dibeli nasabah. 

Untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau mispersepsi di masa yang akan datang, perusahaan menurut Hidayat akan semakin memperbaiki sistem informasi kepada nasabah. Sehingga dapat selalu mengakses yang bisa informasi melalui humas perusahaan dan juga layanan customer care. 

"Dan untuk diketahui, dalam waktu dekat ini perusahaan akan sesegera mungkin melakukan serah terima kaplingan kurma milik nasabah secara bertahap," ujar Hidayat. 

Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pimpinan PT KKI menghindari media saat dikonfirmasi. Menurutnya, posisi Safrizal, memang kini tidak lagi menduduki posisi Direktur Utama, melainkan sudah menjadi Komisaris. Sehingga terkait kegiatan operasional perusahaan sudah didelegasikan kepada direktur yang baru.(end) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari