Minggu, 30 November 2025
spot_img

Ironis, Ada Klaster Covid-19 Perkantoran

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, tren perkantoran sebagai klaster baru penyebaran Covid-19 adalah sebuah ironi. Pasalnya area perkantoran itu sendiri dihuni orang yang berpendikan serta memahami apa dan bagaimana protokol kesehatan Covid-19.

"Saya mengatakan kenyataan ini sangat ironis. Mereka yang kerja di kantor itu umumnya berpendidikan. Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman Covid-19 ini. Tapi kan kenyataannya, banyak perkantoran yang kini menjadi klaster baru, khususnya di Jakarta," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Kamis (30/7).

Dia mengatakan, sebelum vaksin ditemukan, kunci kemenangan dalam perang melawan Covid-19 hanya satu, yakni displin yang tinggi. Mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Baca Juga:  Sabtu, WNI yang Dikarantina di Natuna Bakal Dipulangkan

"Kalau protokol kesehatan, misalnya jaga jarak, penggunaan masker dan anjuran untuk mencuci tangan pun terabaikan atau dianggap remeh, ya itu namanya teledor. Akhirnya, ya begini jadinya," katanya.

Rahmad mengatakan, maraknya penyebaran Covid-19 diperkantoran ini merupakan keprihatinan bersama. Semua pihak, dalam hal ini pihak perusahaan, karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

"Saya ingin mengimbau, khususnya kepada para pekerja dikantoran, mulai lah  mendisplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang menghawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak meledak kembali dan semakin parah," ungkapnya.

Rahmad juga mengatakan, dalam menghadapi pandemi banyak hal yang semestinya jadi bahan evaluasi. Dikatakan, peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang airborne yakni penularan virus lewat udara juga harus menjadi perhatian.

Baca Juga:  Warga Rohul Rela Antre Dapatkan Vaksin Moderna

"WHO sudah mengatakan tentang airborne, karena itu sirkulasi diudara juga harus diperhatikan. Pokoknya semua protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan pemerintah itu harus benar-benar dijalankan," ungkapnya.

"Jangan salah, justru hal sepele, seperti membuka masker saat rapat, hal seperti ini berpotensi menjadi penyebaran virus corona dari orang terpapar tanpa gejala (OTG).  Akhirnya, perusahaan jadi klaster baru," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, tren perkantoran sebagai klaster baru penyebaran Covid-19 adalah sebuah ironi. Pasalnya area perkantoran itu sendiri dihuni orang yang berpendikan serta memahami apa dan bagaimana protokol kesehatan Covid-19.

"Saya mengatakan kenyataan ini sangat ironis. Mereka yang kerja di kantor itu umumnya berpendidikan. Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman Covid-19 ini. Tapi kan kenyataannya, banyak perkantoran yang kini menjadi klaster baru, khususnya di Jakarta," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Kamis (30/7).

Dia mengatakan, sebelum vaksin ditemukan, kunci kemenangan dalam perang melawan Covid-19 hanya satu, yakni displin yang tinggi. Mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR: Pelaku UMKM Makin Terjepit

"Kalau protokol kesehatan, misalnya jaga jarak, penggunaan masker dan anjuran untuk mencuci tangan pun terabaikan atau dianggap remeh, ya itu namanya teledor. Akhirnya, ya begini jadinya," katanya.

Rahmad mengatakan, maraknya penyebaran Covid-19 diperkantoran ini merupakan keprihatinan bersama. Semua pihak, dalam hal ini pihak perusahaan, karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

- Advertisement -

"Saya ingin mengimbau, khususnya kepada para pekerja dikantoran, mulai lah  mendisplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang menghawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak meledak kembali dan semakin parah," ungkapnya.

Rahmad juga mengatakan, dalam menghadapi pandemi banyak hal yang semestinya jadi bahan evaluasi. Dikatakan, peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang airborne yakni penularan virus lewat udara juga harus menjadi perhatian.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pernah Mengalami Keguguran, Aurel Kembali Hamil

"WHO sudah mengatakan tentang airborne, karena itu sirkulasi diudara juga harus diperhatikan. Pokoknya semua protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan pemerintah itu harus benar-benar dijalankan," ungkapnya.

"Jangan salah, justru hal sepele, seperti membuka masker saat rapat, hal seperti ini berpotensi menjadi penyebaran virus corona dari orang terpapar tanpa gejala (OTG).  Akhirnya, perusahaan jadi klaster baru," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, tren perkantoran sebagai klaster baru penyebaran Covid-19 adalah sebuah ironi. Pasalnya area perkantoran itu sendiri dihuni orang yang berpendikan serta memahami apa dan bagaimana protokol kesehatan Covid-19.

"Saya mengatakan kenyataan ini sangat ironis. Mereka yang kerja di kantor itu umumnya berpendidikan. Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman Covid-19 ini. Tapi kan kenyataannya, banyak perkantoran yang kini menjadi klaster baru, khususnya di Jakarta," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Kamis (30/7).

Dia mengatakan, sebelum vaksin ditemukan, kunci kemenangan dalam perang melawan Covid-19 hanya satu, yakni displin yang tinggi. Mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Baca Juga:  Ratusan Rumah di Rohul Terendam

"Kalau protokol kesehatan, misalnya jaga jarak, penggunaan masker dan anjuran untuk mencuci tangan pun terabaikan atau dianggap remeh, ya itu namanya teledor. Akhirnya, ya begini jadinya," katanya.

Rahmad mengatakan, maraknya penyebaran Covid-19 diperkantoran ini merupakan keprihatinan bersama. Semua pihak, dalam hal ini pihak perusahaan, karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

"Saya ingin mengimbau, khususnya kepada para pekerja dikantoran, mulai lah  mendisplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang menghawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak meledak kembali dan semakin parah," ungkapnya.

Rahmad juga mengatakan, dalam menghadapi pandemi banyak hal yang semestinya jadi bahan evaluasi. Dikatakan, peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang airborne yakni penularan virus lewat udara juga harus menjadi perhatian.

Baca Juga:  Titiek Puspa Rilis 2 Album Sekaligus

"WHO sudah mengatakan tentang airborne, karena itu sirkulasi diudara juga harus diperhatikan. Pokoknya semua protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan pemerintah itu harus benar-benar dijalankan," ungkapnya.

"Jangan salah, justru hal sepele, seperti membuka masker saat rapat, hal seperti ini berpotensi menjadi penyebaran virus corona dari orang terpapar tanpa gejala (OTG).  Akhirnya, perusahaan jadi klaster baru," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari