Sabtu, 21 Maret 2026
- Advertisement -

Lusa, Sidang Isbat Awal Zulhijah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Zulhijah 1440 Hijriah pada Kamis (1/8) lusa. Atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah.

Sidang dijadwalkan dipimpin Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tengah bertugas sebagai Amirul Hajj di Arab Saudi.

Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Islam Indonesia akan berhari raya Iduladha, 10 Zulhijah 1440 Hijriah.

"Sidang isbat awal Zulhijah akan dilaksanakan Kamis, 1 Agustus 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama Jakarta," kata Amin, Senin (29/7).

Amin menyebut, sidang isbat akan dihadiri MUI, para duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Baca Juga:  Pilihan KPU atas Putusan MK, Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah

"Sidang isbat ini adalah wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, penentuan awal Zulhijah 1440 H akan mengikuti hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain setempat. "Hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia dan Data Hisab Posisi Hilal awal Zulhijah 1440 H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Zulhijah 1440 H dan Iduladha," jelasnya.

Rukyatul hilal akan dilakukan pada 90 titik lokasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.(tau/jpg)

Baca Juga:  Peresmian Tol Pekanbaru-Dumai Kembali Dijadwalkan, Ini Waktunya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Zulhijah 1440 Hijriah pada Kamis (1/8) lusa. Atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah.

Sidang dijadwalkan dipimpin Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tengah bertugas sebagai Amirul Hajj di Arab Saudi.

Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Islam Indonesia akan berhari raya Iduladha, 10 Zulhijah 1440 Hijriah.

"Sidang isbat awal Zulhijah akan dilaksanakan Kamis, 1 Agustus 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama Jakarta," kata Amin, Senin (29/7).

Amin menyebut, sidang isbat akan dihadiri MUI, para duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

- Advertisement -
Baca Juga:  4.678 Warga Dumai Terancam Dihapus dari PBI JK

"Sidang isbat ini adalah wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, penentuan awal Zulhijah 1440 H akan mengikuti hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain setempat. "Hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia dan Data Hisab Posisi Hilal awal Zulhijah 1440 H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Zulhijah 1440 H dan Iduladha," jelasnya.

- Advertisement -

Rukyatul hilal akan dilakukan pada 90 titik lokasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.(tau/jpg)

Baca Juga:  SMAN 7 Pekanbaru Terapkan Prokes saat Sosialisasi Asesmen Nasional
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Zulhijah 1440 Hijriah pada Kamis (1/8) lusa. Atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah.

Sidang dijadwalkan dipimpin Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tengah bertugas sebagai Amirul Hajj di Arab Saudi.

Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Islam Indonesia akan berhari raya Iduladha, 10 Zulhijah 1440 Hijriah.

"Sidang isbat awal Zulhijah akan dilaksanakan Kamis, 1 Agustus 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama Jakarta," kata Amin, Senin (29/7).

Amin menyebut, sidang isbat akan dihadiri MUI, para duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Baca Juga:  Bupati Sampaikan Ranperda APBD Perubahan 2021

"Sidang isbat ini adalah wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, penentuan awal Zulhijah 1440 H akan mengikuti hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain setempat. "Hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia dan Data Hisab Posisi Hilal awal Zulhijah 1440 H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Zulhijah 1440 H dan Iduladha," jelasnya.

Rukyatul hilal akan dilakukan pada 90 titik lokasi yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.(tau/jpg)

Baca Juga:  Azmi dan Sujarwo Jadi Tamu OCD di SD 01 Suak Lanjut dan SMPN 1 Siak

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari