Sabtu, 31 Januari 2026
- Advertisement -

Insentif Tenaga Medis Belum Cair

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mengantongi data tenaga medis yang menangani Covid-19, yang berhak menerima insentif. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Putut Satyaka mengatakan, mereka masih menunggu laporan dari daerah.

"Saat ini memang belum ada pencairan sedikitpun karena sampai saat ini pemerintah masih menunggu data yang masuk dari daerah," kata Putut dilansir dari Antara, Sabtu (30/5).

Putut menyampaikan, pemerintah pusat membutuhkan data dari pemerintah daerah tersebut, sehingga bisa melakukan pencairan insentif. Dia menambahkan tenaga medis yang mendapatkan insentif itu adalah mereka yang terlibat langsung atau sebagai pendukung penanganan Covid-19.

Kemenkeu telah menambah alokasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp3,77 triliun, menjadi Rp13,4 triliun. Penambahan anggaran ini diperuntukkan insentif tenaga medis dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga:  Diduga Tak Terima Diputus, Kendaraan Mantan Pacar Dibakar

Meski belum mengantongi data tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, Putut menambahkan sudah ada beberapa data masuk di Kementerian Kesehatan. Saat ini, data tersebut sedang diverifikasi.

"Sehingga jika verifikasi sudah selesai, tentunya akan segera bisa kami salurkan kepada pemda," katanya.

Untuk diketahui, anggaran BOK menjadi salah satu pos dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang tidak dipangkas pemerintah dari seluruh alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Berdasarkan Perpres 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur APBN 2020, Kemenkeu memangkas dana TKDD Rp94,2 triliun menjadi Rp762,72 triliun. Sebelumnya dalam APBN 2020, dana TKDD dialokasikan sebesar Rp856,94 triliun.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Desa Bukan Fiktif Cuma 10 KK , tapi Terima Dana Rp 1 Miliar

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mengantongi data tenaga medis yang menangani Covid-19, yang berhak menerima insentif. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Putut Satyaka mengatakan, mereka masih menunggu laporan dari daerah.

"Saat ini memang belum ada pencairan sedikitpun karena sampai saat ini pemerintah masih menunggu data yang masuk dari daerah," kata Putut dilansir dari Antara, Sabtu (30/5).

Putut menyampaikan, pemerintah pusat membutuhkan data dari pemerintah daerah tersebut, sehingga bisa melakukan pencairan insentif. Dia menambahkan tenaga medis yang mendapatkan insentif itu adalah mereka yang terlibat langsung atau sebagai pendukung penanganan Covid-19.

Kemenkeu telah menambah alokasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp3,77 triliun, menjadi Rp13,4 triliun. Penambahan anggaran ini diperuntukkan insentif tenaga medis dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga:  Dua Tersangka Human Trafficking Diamankan

Meski belum mengantongi data tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, Putut menambahkan sudah ada beberapa data masuk di Kementerian Kesehatan. Saat ini, data tersebut sedang diverifikasi.

- Advertisement -

"Sehingga jika verifikasi sudah selesai, tentunya akan segera bisa kami salurkan kepada pemda," katanya.

Untuk diketahui, anggaran BOK menjadi salah satu pos dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang tidak dipangkas pemerintah dari seluruh alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

- Advertisement -

Berdasarkan Perpres 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur APBN 2020, Kemenkeu memangkas dana TKDD Rp94,2 triliun menjadi Rp762,72 triliun. Sebelumnya dalam APBN 2020, dana TKDD dialokasikan sebesar Rp856,94 triliun.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Pembangunan Lima Perkantoran Tenayan Raya Baru 65 Persen

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mengantongi data tenaga medis yang menangani Covid-19, yang berhak menerima insentif. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Putut Satyaka mengatakan, mereka masih menunggu laporan dari daerah.

"Saat ini memang belum ada pencairan sedikitpun karena sampai saat ini pemerintah masih menunggu data yang masuk dari daerah," kata Putut dilansir dari Antara, Sabtu (30/5).

Putut menyampaikan, pemerintah pusat membutuhkan data dari pemerintah daerah tersebut, sehingga bisa melakukan pencairan insentif. Dia menambahkan tenaga medis yang mendapatkan insentif itu adalah mereka yang terlibat langsung atau sebagai pendukung penanganan Covid-19.

Kemenkeu telah menambah alokasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp3,77 triliun, menjadi Rp13,4 triliun. Penambahan anggaran ini diperuntukkan insentif tenaga medis dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga:  Pembangunan Lima Perkantoran Tenayan Raya Baru 65 Persen

Meski belum mengantongi data tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, Putut menambahkan sudah ada beberapa data masuk di Kementerian Kesehatan. Saat ini, data tersebut sedang diverifikasi.

"Sehingga jika verifikasi sudah selesai, tentunya akan segera bisa kami salurkan kepada pemda," katanya.

Untuk diketahui, anggaran BOK menjadi salah satu pos dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang tidak dipangkas pemerintah dari seluruh alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Berdasarkan Perpres 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur APBN 2020, Kemenkeu memangkas dana TKDD Rp94,2 triliun menjadi Rp762,72 triliun. Sebelumnya dalam APBN 2020, dana TKDD dialokasikan sebesar Rp856,94 triliun.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Memimpin Satu Dekade, Firdaus-Ayat Bawa Pekanbaru Jadi Kota Terbesar di Sumatera

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari