Selasa, 17 Februari 2026
- Advertisement -

Momen Cheng Beng, Berikan Dampak Ekonomi Warga

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kegiatan sembayang kubur atau Cheng Beng yang dilakukan masyarakat Tionghoa di sejumlah pekuburan di Bagansiapiapi menimbulkan lonjakan jumlah penziarah yang berdatangan dari sejumlah daerah.

Kehadiran para pengunjung itu secara tak langsung memberikan dampak pada aktivitas perekonomian masyarakat setempat karena tingginya permintaan terhadap barang maupun jasa.Hal itu dibenarkan Kepala Disparpora Rohil Budiman ST, Selasa (29/3) di Bagansiapiapi.

"Kegiatannya berjalan lancar, dan terjadi peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Misalnya untuk jasa angkutan becak, begitu juga untuk penginapan, hotel, dan sektor lain seperti makanan, dan sebagainya," kata Budiman.

Ia menyambut baik bahwa kegiatan itu selain menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Bagansiapiapi namun juga memberikan efek yang baik untuk perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Kesetaraan Gender untuk Kehidupan Berbangsa yang Lebih Baik

Selain itu ia menuturkan pelaksanaan Cheng Beng sendiri diperkirakan berjalan terhitung 27 Maret sampai 15 April nanti. Namun untuk puncaknya jatuh pada 5 April, dimana ada prosesi tertentu yang diperkirakan terjadi lebih ramai lagi yang berkunjung ke areal pekuburan umum Tionghoa tersebut.

"Di samping itu kami juga mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, mengingat masih terjadi pandemi Covid-19, mungkin untuk kegiatan kunjungannya dapat dilakukan secara berjadwal atau bergantian guna menghindari terjadinya kerumunan," kata Budiman.

Ditambahkan pihaknya selaku dari Disparpora Rohil mendukung kegiatan yang secara khusus digelar oleh masyarakat Tionghoa namun secara keseluruhan menyangkut kegiatan murni dilaksanakan dari masyarakat terkait lewat komunitas atau pimmpinan yang telah dipercayai oleh masyarakat Tionghoa.(fad)

Baca Juga:  Benarkah Cardio Bukan Cara Terbaik Untuk Membakar Lemak Perut?

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kegiatan sembayang kubur atau Cheng Beng yang dilakukan masyarakat Tionghoa di sejumlah pekuburan di Bagansiapiapi menimbulkan lonjakan jumlah penziarah yang berdatangan dari sejumlah daerah.

Kehadiran para pengunjung itu secara tak langsung memberikan dampak pada aktivitas perekonomian masyarakat setempat karena tingginya permintaan terhadap barang maupun jasa.Hal itu dibenarkan Kepala Disparpora Rohil Budiman ST, Selasa (29/3) di Bagansiapiapi.

"Kegiatannya berjalan lancar, dan terjadi peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Misalnya untuk jasa angkutan becak, begitu juga untuk penginapan, hotel, dan sektor lain seperti makanan, dan sebagainya," kata Budiman.

Ia menyambut baik bahwa kegiatan itu selain menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Bagansiapiapi namun juga memberikan efek yang baik untuk perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  KPK OTT Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dan 2 Anak Buahnya

Selain itu ia menuturkan pelaksanaan Cheng Beng sendiri diperkirakan berjalan terhitung 27 Maret sampai 15 April nanti. Namun untuk puncaknya jatuh pada 5 April, dimana ada prosesi tertentu yang diperkirakan terjadi lebih ramai lagi yang berkunjung ke areal pekuburan umum Tionghoa tersebut.

- Advertisement -

"Di samping itu kami juga mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, mengingat masih terjadi pandemi Covid-19, mungkin untuk kegiatan kunjungannya dapat dilakukan secara berjadwal atau bergantian guna menghindari terjadinya kerumunan," kata Budiman.

Ditambahkan pihaknya selaku dari Disparpora Rohil mendukung kegiatan yang secara khusus digelar oleh masyarakat Tionghoa namun secara keseluruhan menyangkut kegiatan murni dilaksanakan dari masyarakat terkait lewat komunitas atau pimmpinan yang telah dipercayai oleh masyarakat Tionghoa.(fad)

Baca Juga:  Advokat Diaspora Ikut Ajukan Amicus Curiae
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kegiatan sembayang kubur atau Cheng Beng yang dilakukan masyarakat Tionghoa di sejumlah pekuburan di Bagansiapiapi menimbulkan lonjakan jumlah penziarah yang berdatangan dari sejumlah daerah.

Kehadiran para pengunjung itu secara tak langsung memberikan dampak pada aktivitas perekonomian masyarakat setempat karena tingginya permintaan terhadap barang maupun jasa.Hal itu dibenarkan Kepala Disparpora Rohil Budiman ST, Selasa (29/3) di Bagansiapiapi.

"Kegiatannya berjalan lancar, dan terjadi peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Misalnya untuk jasa angkutan becak, begitu juga untuk penginapan, hotel, dan sektor lain seperti makanan, dan sebagainya," kata Budiman.

Ia menyambut baik bahwa kegiatan itu selain menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Bagansiapiapi namun juga memberikan efek yang baik untuk perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  E-TLE Mulai Diberlakukan di Dumai

Selain itu ia menuturkan pelaksanaan Cheng Beng sendiri diperkirakan berjalan terhitung 27 Maret sampai 15 April nanti. Namun untuk puncaknya jatuh pada 5 April, dimana ada prosesi tertentu yang diperkirakan terjadi lebih ramai lagi yang berkunjung ke areal pekuburan umum Tionghoa tersebut.

"Di samping itu kami juga mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik, mengingat masih terjadi pandemi Covid-19, mungkin untuk kegiatan kunjungannya dapat dilakukan secara berjadwal atau bergantian guna menghindari terjadinya kerumunan," kata Budiman.

Ditambahkan pihaknya selaku dari Disparpora Rohil mendukung kegiatan yang secara khusus digelar oleh masyarakat Tionghoa namun secara keseluruhan menyangkut kegiatan murni dilaksanakan dari masyarakat terkait lewat komunitas atau pimmpinan yang telah dipercayai oleh masyarakat Tionghoa.(fad)

Baca Juga:  Perayaan Imlek Meriah

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari