Jumat, 13 Maret 2026
- Advertisement -

Masuk Akpol Ternyata Belum ‘Zero Rupiah’, BPI KPNPA Beberkan Buktinya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekjen Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI (BPI KPNPA RI), Harry Khoerul Anwar mengungkap dugaan praktik penyimpangan dalam penerimaan atau rekrutmen anggota yang masih saja terjadi di institusi Polri dalam proses rekrutmen di Akademi Kepolisian (Akpol).

Harry menyebut penyimpangan itu sudah terjadi mulai sejak awal proses perekrutan calon anggota polisi. Hal itu juga dibuktikan dengan hasil investigasi BPI KPNPA RI selaku Lembaga Peneliti Independen.

“Kami masih melihat terjadinya penyimpangan. Misalnya ada peserta yang lulus tahapan di daerah tiba-tiba gagal lolos seleksi di Panitia Pusat. Semua ini masih saja banyak terjadi dan bisa ditemui di setiap rekrutmen Polri,” kata Harry kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga:  Perantau Minang Berlabuh di Jakarta

Atas pernyataan ini, Harry siap diundang pihak kepolisian guna untuk membeberkan adanya praktik penyimpangan dalam rekrutmen di Akpol.

Tak hanya itu, Harry juga mengaku siap menantang Kapolri untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’ jika tudingan BPI KPNPA RI ini bohong atau palsu.

“Kami  berani mengatakan seperti itu kepada publik. Kami meminta kepada Kapolri bila memang untuk masuk Akpol ‘Zero Rupiah’, maka apakah Kapolri siap untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’. Untuk membuktikan bahwa Polri di bawah komando Jendral Listyo Sigit Prabowo benar bersih dan tidak lagi menerima suap dalam rekrutmen,” ujarnya.

Meskipun demikian, BPI KPNPA RI tetap memberikan apresiasi kepada Kapolri yang selalu menindak oknum yang terlibat di dalam praktik buruk rekrutmen. Misalnya dengan pemecatan tidak hormat hingga proses hukum ke persidangan umum. Namun demikian, hingga kini, masih saja ada oknum polisi yang memposisikan dirinya sebagai calo rekrutmen anggota Polri.

Baca Juga:  UII-UGM Kecam Teror Terhadap Panitia Diskusi "Pemberhentian Presiden"

“BPI KPNPA RI akan selalu memberikan dukungan kepada Kapolri dalam membenahi sumber daya manusia di SDM Polri. Terutama dalam upaya untuk membersihkan proses rekrutmen maupun seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, Bintara, Tamtama),” ujarnya.

Sumber: Pojoksatu.id

Editor: Edwar Yaman

 

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekjen Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI (BPI KPNPA RI), Harry Khoerul Anwar mengungkap dugaan praktik penyimpangan dalam penerimaan atau rekrutmen anggota yang masih saja terjadi di institusi Polri dalam proses rekrutmen di Akademi Kepolisian (Akpol).

Harry menyebut penyimpangan itu sudah terjadi mulai sejak awal proses perekrutan calon anggota polisi. Hal itu juga dibuktikan dengan hasil investigasi BPI KPNPA RI selaku Lembaga Peneliti Independen.

“Kami masih melihat terjadinya penyimpangan. Misalnya ada peserta yang lulus tahapan di daerah tiba-tiba gagal lolos seleksi di Panitia Pusat. Semua ini masih saja banyak terjadi dan bisa ditemui di setiap rekrutmen Polri,” kata Harry kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga:  Perantau Minang Berlabuh di Jakarta

Atas pernyataan ini, Harry siap diundang pihak kepolisian guna untuk membeberkan adanya praktik penyimpangan dalam rekrutmen di Akpol.

Tak hanya itu, Harry juga mengaku siap menantang Kapolri untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’ jika tudingan BPI KPNPA RI ini bohong atau palsu.

- Advertisement -

“Kami  berani mengatakan seperti itu kepada publik. Kami meminta kepada Kapolri bila memang untuk masuk Akpol ‘Zero Rupiah’, maka apakah Kapolri siap untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’. Untuk membuktikan bahwa Polri di bawah komando Jendral Listyo Sigit Prabowo benar bersih dan tidak lagi menerima suap dalam rekrutmen,” ujarnya.

Meskipun demikian, BPI KPNPA RI tetap memberikan apresiasi kepada Kapolri yang selalu menindak oknum yang terlibat di dalam praktik buruk rekrutmen. Misalnya dengan pemecatan tidak hormat hingga proses hukum ke persidangan umum. Namun demikian, hingga kini, masih saja ada oknum polisi yang memposisikan dirinya sebagai calo rekrutmen anggota Polri.

- Advertisement -
Baca Juga:  Perbaikan Darurat Tanggul Bendungan Glapan 3 Hari

“BPI KPNPA RI akan selalu memberikan dukungan kepada Kapolri dalam membenahi sumber daya manusia di SDM Polri. Terutama dalam upaya untuk membersihkan proses rekrutmen maupun seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, Bintara, Tamtama),” ujarnya.

Sumber: Pojoksatu.id

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekjen Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI (BPI KPNPA RI), Harry Khoerul Anwar mengungkap dugaan praktik penyimpangan dalam penerimaan atau rekrutmen anggota yang masih saja terjadi di institusi Polri dalam proses rekrutmen di Akademi Kepolisian (Akpol).

Harry menyebut penyimpangan itu sudah terjadi mulai sejak awal proses perekrutan calon anggota polisi. Hal itu juga dibuktikan dengan hasil investigasi BPI KPNPA RI selaku Lembaga Peneliti Independen.

“Kami masih melihat terjadinya penyimpangan. Misalnya ada peserta yang lulus tahapan di daerah tiba-tiba gagal lolos seleksi di Panitia Pusat. Semua ini masih saja banyak terjadi dan bisa ditemui di setiap rekrutmen Polri,” kata Harry kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga:  Jangan Ikut Campur Soal Menteri,Jokowi: Hak Prerogatif Presiden

Atas pernyataan ini, Harry siap diundang pihak kepolisian guna untuk membeberkan adanya praktik penyimpangan dalam rekrutmen di Akpol.

Tak hanya itu, Harry juga mengaku siap menantang Kapolri untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’ jika tudingan BPI KPNPA RI ini bohong atau palsu.

“Kami  berani mengatakan seperti itu kepada publik. Kami meminta kepada Kapolri bila memang untuk masuk Akpol ‘Zero Rupiah’, maka apakah Kapolri siap untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’. Untuk membuktikan bahwa Polri di bawah komando Jendral Listyo Sigit Prabowo benar bersih dan tidak lagi menerima suap dalam rekrutmen,” ujarnya.

Meskipun demikian, BPI KPNPA RI tetap memberikan apresiasi kepada Kapolri yang selalu menindak oknum yang terlibat di dalam praktik buruk rekrutmen. Misalnya dengan pemecatan tidak hormat hingga proses hukum ke persidangan umum. Namun demikian, hingga kini, masih saja ada oknum polisi yang memposisikan dirinya sebagai calo rekrutmen anggota Polri.

Baca Juga:  ISESS Dukung Prabowo Borong 6 Jet Tempur Korsel

“BPI KPNPA RI akan selalu memberikan dukungan kepada Kapolri dalam membenahi sumber daya manusia di SDM Polri. Terutama dalam upaya untuk membersihkan proses rekrutmen maupun seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, Bintara, Tamtama),” ujarnya.

Sumber: Pojoksatu.id

Editor: Edwar Yaman

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari