Sabtu, 4 April 2026
- Advertisement -

Desak Investigasi Corona, Australia Diancam Akan Diboikot Cina

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina mengancam akan memboikot Australia sebagai respon atas desakan penyelidikan asal mula virus corona (Covid-19). Duta Besar Cina di Australia, Cheng Jingye, mengatakanhal itu.

Australia bersama Amerika Serikat (AS) menyerukan penyelidikan tentang bagaimana Covid-19 yang awalnya epidemi di Cina menjadi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia. Wabah itu juga memaksa miliaran orang mengisolasi diri serta memporak-porandakan ekonomi global.

Cheng Jingye memperingatkan bila mereka terus mendesak penyelidikan independen asal-usul wabah corona bisa berujung boikot terhadap anggur Australia serta perjalanan ke negara itu.
 
"Masyarakat Cina merasa frustrasi dan kecewa dengan apa yang sedang diupayakan Australia saat ini," kata dia dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review yang diterbitkan pada Ahad seperti dikutip dari AFP, Senin (27/4).
 
"Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang akan berpikir 'mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak bersahabat dengan Cina?' Para wisatawan mungkin memiliki opsi perjalanan lain," ujarnya.
 
Kata dia, jika perlu, mereka meminta generasi muda diplomat Cina untuk agresif mendorong kepentingan Partai Komunis menggunakan kekuatan ekonomi sebagai pengaruh.

Baca Juga:  Bayar Rp250 Juta, Berangkat Haji Hanya sampai Malaysia

"Terserah orang memutuskan. Mungkin orang-orang akan mengatakan 'Mengapa kita harus minum wine dari Australia dan makan daging sapi dari Australia?" ujar Cheng.
 
Komentar tersebut meningkatkan tensi hubungan antara Beijing dan Canberra di mana relasi keduanya sudah sejak lama memanas.
 
Para ahli mengatakan, penyelidikan terhadap wabah virus corona bisa memicu sorotan terhadap pemimpin Cina mengenai tanggapan mereka terhadap krisis, juga membuka pintu kritik yang tidak bisa ditoleransi.
 
Selain itu, Cheng menganggap Australia hanya mengulang narasi yang digaungkan AS. "Orang- orang berusaha menyalahkan Cina atas masalah mereka sendiri dan mengalihkan perhatian," kata dia.
 
Hingga saat ini Australia memiliki 6.720 kasus positif Covid-19, 83 kematian dan 5.586 sembuh. 

Baca Juga:  Mulai Hari Ini Absensi ASN Dumai sudah Digital

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina mengancam akan memboikot Australia sebagai respon atas desakan penyelidikan asal mula virus corona (Covid-19). Duta Besar Cina di Australia, Cheng Jingye, mengatakanhal itu.

Australia bersama Amerika Serikat (AS) menyerukan penyelidikan tentang bagaimana Covid-19 yang awalnya epidemi di Cina menjadi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia. Wabah itu juga memaksa miliaran orang mengisolasi diri serta memporak-porandakan ekonomi global.

Cheng Jingye memperingatkan bila mereka terus mendesak penyelidikan independen asal-usul wabah corona bisa berujung boikot terhadap anggur Australia serta perjalanan ke negara itu.
 
"Masyarakat Cina merasa frustrasi dan kecewa dengan apa yang sedang diupayakan Australia saat ini," kata dia dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review yang diterbitkan pada Ahad seperti dikutip dari AFP, Senin (27/4).
 
"Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang akan berpikir 'mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak bersahabat dengan Cina?' Para wisatawan mungkin memiliki opsi perjalanan lain," ujarnya.
 
Kata dia, jika perlu, mereka meminta generasi muda diplomat Cina untuk agresif mendorong kepentingan Partai Komunis menggunakan kekuatan ekonomi sebagai pengaruh.

Baca Juga:  Minta Pemerintah Segera Terbitkan Surpres

"Terserah orang memutuskan. Mungkin orang-orang akan mengatakan 'Mengapa kita harus minum wine dari Australia dan makan daging sapi dari Australia?" ujar Cheng.
 
Komentar tersebut meningkatkan tensi hubungan antara Beijing dan Canberra di mana relasi keduanya sudah sejak lama memanas.
 
Para ahli mengatakan, penyelidikan terhadap wabah virus corona bisa memicu sorotan terhadap pemimpin Cina mengenai tanggapan mereka terhadap krisis, juga membuka pintu kritik yang tidak bisa ditoleransi.
 
Selain itu, Cheng menganggap Australia hanya mengulang narasi yang digaungkan AS. "Orang- orang berusaha menyalahkan Cina atas masalah mereka sendiri dan mengalihkan perhatian," kata dia.
 
Hingga saat ini Australia memiliki 6.720 kasus positif Covid-19, 83 kematian dan 5.586 sembuh. 

Baca Juga:  AMSI Rumuskan Indikator Kepercayaan Media Digital

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina mengancam akan memboikot Australia sebagai respon atas desakan penyelidikan asal mula virus corona (Covid-19). Duta Besar Cina di Australia, Cheng Jingye, mengatakanhal itu.

Australia bersama Amerika Serikat (AS) menyerukan penyelidikan tentang bagaimana Covid-19 yang awalnya epidemi di Cina menjadi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia. Wabah itu juga memaksa miliaran orang mengisolasi diri serta memporak-porandakan ekonomi global.

Cheng Jingye memperingatkan bila mereka terus mendesak penyelidikan independen asal-usul wabah corona bisa berujung boikot terhadap anggur Australia serta perjalanan ke negara itu.
 
"Masyarakat Cina merasa frustrasi dan kecewa dengan apa yang sedang diupayakan Australia saat ini," kata dia dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review yang diterbitkan pada Ahad seperti dikutip dari AFP, Senin (27/4).
 
"Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang akan berpikir 'mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak bersahabat dengan Cina?' Para wisatawan mungkin memiliki opsi perjalanan lain," ujarnya.
 
Kata dia, jika perlu, mereka meminta generasi muda diplomat Cina untuk agresif mendorong kepentingan Partai Komunis menggunakan kekuatan ekonomi sebagai pengaruh.

Baca Juga:  Kemenag Beberkan Fasilitas yang Berhak Didapatkan Jemaah Haji 2022

"Terserah orang memutuskan. Mungkin orang-orang akan mengatakan 'Mengapa kita harus minum wine dari Australia dan makan daging sapi dari Australia?" ujar Cheng.
 
Komentar tersebut meningkatkan tensi hubungan antara Beijing dan Canberra di mana relasi keduanya sudah sejak lama memanas.
 
Para ahli mengatakan, penyelidikan terhadap wabah virus corona bisa memicu sorotan terhadap pemimpin Cina mengenai tanggapan mereka terhadap krisis, juga membuka pintu kritik yang tidak bisa ditoleransi.
 
Selain itu, Cheng menganggap Australia hanya mengulang narasi yang digaungkan AS. "Orang- orang berusaha menyalahkan Cina atas masalah mereka sendiri dan mengalihkan perhatian," kata dia.
 
Hingga saat ini Australia memiliki 6.720 kasus positif Covid-19, 83 kematian dan 5.586 sembuh. 

Baca Juga:  PM Malaysia Kehilangan Dukungan Mayoritas Parlemen

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari