Virus corona terus saja memakan korban. Tidak saja warga yang bersentuhan langsung dengan virus itu, tapi juga berbagai sektor lainnya. Kali ini yang terdampak adalah ibadah umrah. Sejak pagi, Kamis (27/2), kehebohan soal informasi larangan umrah akibat pencegahan virus corona sudah terjadi. Beberapa grup WA sudah menyebarkan informasi ini. Ada yang menganggapnya hanya kabar hoax alias bohong. Tapi ada juga yang meyakini itu adalah informasi yang sahih.
Ternyata informasi itu benar adanya. Pemerintah Arab Saudi ternyata memang sudah menghentikan pemberian visa untuk umrah kepada 22 negara, termasuk Indonesia. Tentu saja informasi ini menimbulkan kehebohan luar biasa. Kondisi ini tak hanya berdampak bagi penghentian ibadah umrah saja, tapi juga pada rentetan lainnya: tiket penerbangan, hotel, katering, dan lainnya. Maka berbagai suara pun muncul. Salah satu yang paling banyak berasal dari travel umrah yang mungkin saja dirugikan.
Dalam praktiknya, sejak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghentikan umrah ini, maka penerbangan menuju Arab Saudi pun dihentikan. Ribuan calon jamaah pun telantar di berbagai bandara di Indonesia. Mereka masih terus menunggu kepastian berangkat sampai kemudian terkonfirmasi bahwa keberangkatan mereka dibatalkan. Ribuan jamaah umrah pun batal berangkat. Bagaimana yang sudah sampai dan yang sedang melakukan ibadah umrah? Beredar kabar, mereka diperbolehkan melanjutkan ibadah umrahnya hingga selesai dan kemudian pulang.
Dubes RI di Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel masih mengupayakan jamaah yang sudah mengantongi visa umrah untuk bisa berangkat. Sebab, Arab Saudi tentu sudah mengeluarkan visa sejak sebulan lalu dan baru menghentikan pengurusan visa per 27 Februari untuk Maret hingga seterusnya. Tapi sepertinya upaya itu akan sia-sia. Arab Saudi benar-benar sudah menutup pintu dari dunia internasional, termasuk jamaah umrah. Jangankan jamaah yang sudah mendapatkan visa tapi belum berangkat, mereka yang sudah mendarat di Jeddah pun dikabarkan ada yang tidak diperbolehkan mengikuti rangkaian ibadah umrah. Sebuah media daring menyampaikan, jamaah asal Sumatra Utara masih tertahan di bandara Jeddah dan belum dibolehkan masuk ke Makkah dan Madinah. Belum lagi jamaah yang transit ke negara lain seperti Dubai yang kemudian tidak boleh melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Tidak jelas sampai kapan penghentian umrah ini akan terjadi. Tapi, pencegahan penyebaran virus corona ini memang dianggap sangat penting, yang salah satunya dilakukan dengan menghentikan jamaah umrah dari negara luar. Tentu kita berharap dan berdoa agar ini tidak berlanjut hingga musim haji mendatang. Tapi jika penyebaran virus Korona tak juga mereda, mungkin saja pembatasan jamaah haji pun jadi opsi pahit. Semoga itu tidak terjadi.***
Virus corona terus saja memakan korban. Tidak saja warga yang bersentuhan langsung dengan virus itu, tapi juga berbagai sektor lainnya. Kali ini yang terdampak adalah ibadah umrah. Sejak pagi, Kamis (27/2), kehebohan soal informasi larangan umrah akibat pencegahan virus corona sudah terjadi. Beberapa grup WA sudah menyebarkan informasi ini. Ada yang menganggapnya hanya kabar hoax alias bohong. Tapi ada juga yang meyakini itu adalah informasi yang sahih.
Ternyata informasi itu benar adanya. Pemerintah Arab Saudi ternyata memang sudah menghentikan pemberian visa untuk umrah kepada 22 negara, termasuk Indonesia. Tentu saja informasi ini menimbulkan kehebohan luar biasa. Kondisi ini tak hanya berdampak bagi penghentian ibadah umrah saja, tapi juga pada rentetan lainnya: tiket penerbangan, hotel, katering, dan lainnya. Maka berbagai suara pun muncul. Salah satu yang paling banyak berasal dari travel umrah yang mungkin saja dirugikan.
Dalam praktiknya, sejak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghentikan umrah ini, maka penerbangan menuju Arab Saudi pun dihentikan. Ribuan calon jamaah pun telantar di berbagai bandara di Indonesia. Mereka masih terus menunggu kepastian berangkat sampai kemudian terkonfirmasi bahwa keberangkatan mereka dibatalkan. Ribuan jamaah umrah pun batal berangkat. Bagaimana yang sudah sampai dan yang sedang melakukan ibadah umrah? Beredar kabar, mereka diperbolehkan melanjutkan ibadah umrahnya hingga selesai dan kemudian pulang.
Dubes RI di Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel masih mengupayakan jamaah yang sudah mengantongi visa umrah untuk bisa berangkat. Sebab, Arab Saudi tentu sudah mengeluarkan visa sejak sebulan lalu dan baru menghentikan pengurusan visa per 27 Februari untuk Maret hingga seterusnya. Tapi sepertinya upaya itu akan sia-sia. Arab Saudi benar-benar sudah menutup pintu dari dunia internasional, termasuk jamaah umrah. Jangankan jamaah yang sudah mendapatkan visa tapi belum berangkat, mereka yang sudah mendarat di Jeddah pun dikabarkan ada yang tidak diperbolehkan mengikuti rangkaian ibadah umrah. Sebuah media daring menyampaikan, jamaah asal Sumatra Utara masih tertahan di bandara Jeddah dan belum dibolehkan masuk ke Makkah dan Madinah. Belum lagi jamaah yang transit ke negara lain seperti Dubai yang kemudian tidak boleh melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Tidak jelas sampai kapan penghentian umrah ini akan terjadi. Tapi, pencegahan penyebaran virus corona ini memang dianggap sangat penting, yang salah satunya dilakukan dengan menghentikan jamaah umrah dari negara luar. Tentu kita berharap dan berdoa agar ini tidak berlanjut hingga musim haji mendatang. Tapi jika penyebaran virus Korona tak juga mereda, mungkin saja pembatasan jamaah haji pun jadi opsi pahit. Semoga itu tidak terjadi.***