Minggu, 6 April 2025
spot_img

Indeks Korupsi Indonesia Turun 3 Poin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Skor Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 mengalami penurunan hingga tiga poin, berada pada angka 37 dengan ranking 102. Padahal pada 2019, Indonesia memeroleh skor 40 dan rangking 85.

"CPI Indonesia tahun 2020 ini kita berada pada skor 37 dengan ranking 102 dan skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 lalu. Jika tahun 2019 lalau kita berada pada askor 40 dan ranking 85, 2020 berada di skor 37 dan ranking 102," kata Manajer Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko saat memaparkan CPI Indonesia dalam siaran daring, Kamis (28/1).

Selain Indonesia, ada negara lain yang memiliki skor sama dengan Indonesia, yakni Gambia. Bahkan negara tetangga seperti Timor Leste, CPI pada negara tersebut mengalami kenaikan dari 38 dengan pada 2019, kini menjadi 40 pada 2020.

Baca Juga:  Wiranto Bilang Papua Barat Sudah Kondusif, Papua Masih Negosiasi

Sementara itu, Malaysia angka CPI juga mengalami penurunan hingga dua poin pada 2020. Wawan menyebut, pada 2019 CPI Malaysia berada pada 53 poin, kini pada 2020 memeroleh 51 poin.

Wawan menyebut, pada dunia internasional, skor Indonesia masih berada di bawah angka rata-rata CPI internasional. Karena angka CPI rata-rata berada pada angka 43.

"Tahun 2020 tahun yang kita ketahui bersama sebagai tahun pandemi maka survei ini dilakukan sepanjang pandemi," beber Wawan.

Wawan tak memungkiri, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia mengalami kenaikan. Dia menyebut, pada 2018, skor CPI Indonesia berada di peringkat 89 dengan angka 38. Kemudian pada 2019 mengalami kenaikan dengan skor CPI berada di peringkat 85 dengan angka 40.

Baca Juga:  Komitmen Polri Dipertanyakan, Penyerang Novel Tak Kunjung Terungkap

Menanggapi ini, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan menurunnya CPI Indonesia, yang kini berada pada angka 37 dengan ranking 102.

"Jangan kita anggap ini yang biasa-saja, ini kita kembali pada 2017. Jadi ini sudah lampu merah," sesal Laode.

 Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Skor Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 mengalami penurunan hingga tiga poin, berada pada angka 37 dengan ranking 102. Padahal pada 2019, Indonesia memeroleh skor 40 dan rangking 85.

"CPI Indonesia tahun 2020 ini kita berada pada skor 37 dengan ranking 102 dan skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 lalu. Jika tahun 2019 lalau kita berada pada askor 40 dan ranking 85, 2020 berada di skor 37 dan ranking 102," kata Manajer Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko saat memaparkan CPI Indonesia dalam siaran daring, Kamis (28/1).

Selain Indonesia, ada negara lain yang memiliki skor sama dengan Indonesia, yakni Gambia. Bahkan negara tetangga seperti Timor Leste, CPI pada negara tersebut mengalami kenaikan dari 38 dengan pada 2019, kini menjadi 40 pada 2020.

Baca Juga:  Perhari, PPATK Terima 300 Laporan Transaksi Mencurigakan

Sementara itu, Malaysia angka CPI juga mengalami penurunan hingga dua poin pada 2020. Wawan menyebut, pada 2019 CPI Malaysia berada pada 53 poin, kini pada 2020 memeroleh 51 poin.

Wawan menyebut, pada dunia internasional, skor Indonesia masih berada di bawah angka rata-rata CPI internasional. Karena angka CPI rata-rata berada pada angka 43.

"Tahun 2020 tahun yang kita ketahui bersama sebagai tahun pandemi maka survei ini dilakukan sepanjang pandemi," beber Wawan.

Wawan tak memungkiri, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia mengalami kenaikan. Dia menyebut, pada 2018, skor CPI Indonesia berada di peringkat 89 dengan angka 38. Kemudian pada 2019 mengalami kenaikan dengan skor CPI berada di peringkat 85 dengan angka 40.

Baca Juga:  PPs Unri Taja Webinar Nasional III

Menanggapi ini, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan menurunnya CPI Indonesia, yang kini berada pada angka 37 dengan ranking 102.

"Jangan kita anggap ini yang biasa-saja, ini kita kembali pada 2017. Jadi ini sudah lampu merah," sesal Laode.

 Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Indeks Korupsi Indonesia Turun 3 Poin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Skor Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 mengalami penurunan hingga tiga poin, berada pada angka 37 dengan ranking 102. Padahal pada 2019, Indonesia memeroleh skor 40 dan rangking 85.

"CPI Indonesia tahun 2020 ini kita berada pada skor 37 dengan ranking 102 dan skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 lalu. Jika tahun 2019 lalau kita berada pada askor 40 dan ranking 85, 2020 berada di skor 37 dan ranking 102," kata Manajer Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko saat memaparkan CPI Indonesia dalam siaran daring, Kamis (28/1).

Selain Indonesia, ada negara lain yang memiliki skor sama dengan Indonesia, yakni Gambia. Bahkan negara tetangga seperti Timor Leste, CPI pada negara tersebut mengalami kenaikan dari 38 dengan pada 2019, kini menjadi 40 pada 2020.

Baca Juga:  Mayat di Parit Diduga Korban Lakalantas

Sementara itu, Malaysia angka CPI juga mengalami penurunan hingga dua poin pada 2020. Wawan menyebut, pada 2019 CPI Malaysia berada pada 53 poin, kini pada 2020 memeroleh 51 poin.

Wawan menyebut, pada dunia internasional, skor Indonesia masih berada di bawah angka rata-rata CPI internasional. Karena angka CPI rata-rata berada pada angka 43.

"Tahun 2020 tahun yang kita ketahui bersama sebagai tahun pandemi maka survei ini dilakukan sepanjang pandemi," beber Wawan.

Wawan tak memungkiri, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia mengalami kenaikan. Dia menyebut, pada 2018, skor CPI Indonesia berada di peringkat 89 dengan angka 38. Kemudian pada 2019 mengalami kenaikan dengan skor CPI berada di peringkat 85 dengan angka 40.

Baca Juga:  BPBD Serahkan Masker, Sabun dan Hand Sanitizer

Menanggapi ini, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan menurunnya CPI Indonesia, yang kini berada pada angka 37 dengan ranking 102.

"Jangan kita anggap ini yang biasa-saja, ini kita kembali pada 2017. Jadi ini sudah lampu merah," sesal Laode.

 Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Skor Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 mengalami penurunan hingga tiga poin, berada pada angka 37 dengan ranking 102. Padahal pada 2019, Indonesia memeroleh skor 40 dan rangking 85.

"CPI Indonesia tahun 2020 ini kita berada pada skor 37 dengan ranking 102 dan skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 lalu. Jika tahun 2019 lalau kita berada pada askor 40 dan ranking 85, 2020 berada di skor 37 dan ranking 102," kata Manajer Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko saat memaparkan CPI Indonesia dalam siaran daring, Kamis (28/1).

Selain Indonesia, ada negara lain yang memiliki skor sama dengan Indonesia, yakni Gambia. Bahkan negara tetangga seperti Timor Leste, CPI pada negara tersebut mengalami kenaikan dari 38 dengan pada 2019, kini menjadi 40 pada 2020.

Baca Juga:  Telusuri Aliran Dana Investasi Ilegal sampai ke Luar Negeri

Sementara itu, Malaysia angka CPI juga mengalami penurunan hingga dua poin pada 2020. Wawan menyebut, pada 2019 CPI Malaysia berada pada 53 poin, kini pada 2020 memeroleh 51 poin.

Wawan menyebut, pada dunia internasional, skor Indonesia masih berada di bawah angka rata-rata CPI internasional. Karena angka CPI rata-rata berada pada angka 43.

"Tahun 2020 tahun yang kita ketahui bersama sebagai tahun pandemi maka survei ini dilakukan sepanjang pandemi," beber Wawan.

Wawan tak memungkiri, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia mengalami kenaikan. Dia menyebut, pada 2018, skor CPI Indonesia berada di peringkat 89 dengan angka 38. Kemudian pada 2019 mengalami kenaikan dengan skor CPI berada di peringkat 85 dengan angka 40.

Baca Juga:  Baznas Siak Gelontorkan Rp3,4 M untuk Covid-19

Menanggapi ini, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyesalkan menurunnya CPI Indonesia, yang kini berada pada angka 37 dengan ranking 102.

"Jangan kita anggap ini yang biasa-saja, ini kita kembali pada 2017. Jadi ini sudah lampu merah," sesal Laode.

 Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari