Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

Vladimir Putin dan Xi Jinping Sepakat Bantu Afghanistan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam membantu Afghanistan mengatasi situasi sulit saat ini. Kesepakatan tersebut dicapai saat Xi melakukan pembicaraan via telepon dengan Putin pada Rabu (24/8).

Dalam percakapan tersebut, Xi mengatakan bahwa Cina mendorong semua faksi di Afghanistan membangun kerangka kerja politik inklusif. Tentunya dengan melibatkan beberapa pihak yang lebih luas.

Menurut Xi, Afghanistan harus bisa mengambil kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat. Dan memutus hubungan dengan semua kelompok teroris agar bisa bergaul dengan dunia internasional, terutama negara tetangga.

Xi menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan. Cina juga ingin berperan konstruktif dalam mendukung penyelesaian konflik politik di Afghanistan.

Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalitas, Digelar Pelatihan Fungsi Teknis Kepolisian

Sementara itu, Putin berpendapat bahwa situasi di Afghanistan saat ini sebagai bentuk kegagalan kekuatan eksternal yang memaksakan sistem politik di suatu negara sehingga berujung pada kehancuran dan malapetaka pada negara tersebut.

Dengan memperhatikan kepentingan Cina dan Rusia terkait isu Afghanistan, Putin mengatakan bahwa negaranya memperkuat jalinan komunikasi dan koordinasi. Tentunya agar bisa berpartisipasi aktif dalam kemitraan multilateral terkait Afghanistan sekaligus memerangi terorisme dan peredaran narkoba.

Rusia juga akan bekerja sama dengan Cina untuk mencegah dampak dari risiko keamanan di Afghanistan. Rusia dan Cina siap menghadapi gangguan kekuatan eksternal demi terpeliharanya stabilitas dan keamanan di kawasan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Baca Juga:  5 Fakta Arab Saudi Semakin Modern dan Terbuka

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam membantu Afghanistan mengatasi situasi sulit saat ini. Kesepakatan tersebut dicapai saat Xi melakukan pembicaraan via telepon dengan Putin pada Rabu (24/8).

Dalam percakapan tersebut, Xi mengatakan bahwa Cina mendorong semua faksi di Afghanistan membangun kerangka kerja politik inklusif. Tentunya dengan melibatkan beberapa pihak yang lebih luas.

Menurut Xi, Afghanistan harus bisa mengambil kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat. Dan memutus hubungan dengan semua kelompok teroris agar bisa bergaul dengan dunia internasional, terutama negara tetangga.

Xi menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan. Cina juga ingin berperan konstruktif dalam mendukung penyelesaian konflik politik di Afghanistan.

Baca Juga:  Bupati dan Forkopimda Halalbihalal Bersama IK Rohil-Duri

Sementara itu, Putin berpendapat bahwa situasi di Afghanistan saat ini sebagai bentuk kegagalan kekuatan eksternal yang memaksakan sistem politik di suatu negara sehingga berujung pada kehancuran dan malapetaka pada negara tersebut.

- Advertisement -

Dengan memperhatikan kepentingan Cina dan Rusia terkait isu Afghanistan, Putin mengatakan bahwa negaranya memperkuat jalinan komunikasi dan koordinasi. Tentunya agar bisa berpartisipasi aktif dalam kemitraan multilateral terkait Afghanistan sekaligus memerangi terorisme dan peredaran narkoba.

Rusia juga akan bekerja sama dengan Cina untuk mencegah dampak dari risiko keamanan di Afghanistan. Rusia dan Cina siap menghadapi gangguan kekuatan eksternal demi terpeliharanya stabilitas dan keamanan di kawasan.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Baca Juga:  Polisi Siapkan 3.385 Personel Amankan Demo Jokowi End Game
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam membantu Afghanistan mengatasi situasi sulit saat ini. Kesepakatan tersebut dicapai saat Xi melakukan pembicaraan via telepon dengan Putin pada Rabu (24/8).

Dalam percakapan tersebut, Xi mengatakan bahwa Cina mendorong semua faksi di Afghanistan membangun kerangka kerja politik inklusif. Tentunya dengan melibatkan beberapa pihak yang lebih luas.

Menurut Xi, Afghanistan harus bisa mengambil kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat. Dan memutus hubungan dengan semua kelompok teroris agar bisa bergaul dengan dunia internasional, terutama negara tetangga.

Xi menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan. Cina juga ingin berperan konstruktif dalam mendukung penyelesaian konflik politik di Afghanistan.

Baca Juga:  5 Fakta Arab Saudi Semakin Modern dan Terbuka

Sementara itu, Putin berpendapat bahwa situasi di Afghanistan saat ini sebagai bentuk kegagalan kekuatan eksternal yang memaksakan sistem politik di suatu negara sehingga berujung pada kehancuran dan malapetaka pada negara tersebut.

Dengan memperhatikan kepentingan Cina dan Rusia terkait isu Afghanistan, Putin mengatakan bahwa negaranya memperkuat jalinan komunikasi dan koordinasi. Tentunya agar bisa berpartisipasi aktif dalam kemitraan multilateral terkait Afghanistan sekaligus memerangi terorisme dan peredaran narkoba.

Rusia juga akan bekerja sama dengan Cina untuk mencegah dampak dari risiko keamanan di Afghanistan. Rusia dan Cina siap menghadapi gangguan kekuatan eksternal demi terpeliharanya stabilitas dan keamanan di kawasan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Baca Juga:  Bupati dan Forkopimda Halalbihalal Bersama IK Rohil-Duri

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari