Minggu, 6 April 2025
spot_img

Lima Tahun Revisi UU ASN Tak Selesai, Ternyata Ini Masalahnya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah dan DPR sudah lama melakukan pembahasan RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara). Banyak yang masih bingung mengapa pembahasan ini tidak selesai hampir lima tahun. Namun banyak yang kaget ketika mereka tahu apa saja yang akan direvisi.

Ternyata RUU Revisi UU ASN tidak hanya mengakomodir honorer K2 tetapi juga nonkategori untuk diangkat menjadi PNS atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Ini membuat jumlah honorer membengkak lebih dari sejuta orang.

"Kami mohon Panja RUU ASN memberikan kekhususan bagi honorer K2. Kami khawatir gara-gara ada honorer nonkategori makanya pemerintah enggan menyerahkan DIM (daftar inventarisasi masalah, red)," kata Keta Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih dalam dialog online bersama Ketua Panja RUU ASN Arwani Thomafi, Senin (18/5/2020).

Baca Juga:  Pinangki Bantah Seluruh Dakwaan

Titi menyebutkan, lima tahun pembahasan RUU revisi UU ASN tidak gol karena pemerintah melihat jumlah honorer membeludak.

Padahal jumlah honorer K2 kini tidak sampai 400 ribu orang setelah dikurangi yang lulus CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap pertama Februari 2019.

Menanggapi hal tersebut, Arwani menjelaskan alasan memasukkan honorer nonkategori. Alasan utama adalah memberikan perlindungan kepada seluruh honorer. Katanya, jangan sampai pemerintah abai terhadap nasib honorer yang selama ini sudah bekerja.

"Honorer nonkategori juga bekerja dan direkrut pemda karena memang kekurangan pegawai. Dalam RUU ASN memang ada pasal-pasal untuk honorer K2 dan nonkategori. Namun, bukan berarti harus diselesaikan sekaligus," kata Arwani.

Baca Juga:  BPDASHL Indragiri Rokan KLHK Rangkul Komunitas Membangun Hutan

Dia menjelaskan, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dilihat dari usia dan masa kerja. Pimpinan Komisi II DPR RI ini meminta honorer K2 tidak khawatir. Honorer K2 akan didahulukan.

"RUU ASN yang baru ini berbeda dengan RUU tahun 2015. Di sini ada skema pengangkatan honorer menjadi ASN yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Ada langkah dan tahapan pasti untuk menyelesaikannya," bebernya. 

Sumber: Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah dan DPR sudah lama melakukan pembahasan RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara). Banyak yang masih bingung mengapa pembahasan ini tidak selesai hampir lima tahun. Namun banyak yang kaget ketika mereka tahu apa saja yang akan direvisi.

Ternyata RUU Revisi UU ASN tidak hanya mengakomodir honorer K2 tetapi juga nonkategori untuk diangkat menjadi PNS atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Ini membuat jumlah honorer membengkak lebih dari sejuta orang.

"Kami mohon Panja RUU ASN memberikan kekhususan bagi honorer K2. Kami khawatir gara-gara ada honorer nonkategori makanya pemerintah enggan menyerahkan DIM (daftar inventarisasi masalah, red)," kata Keta Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih dalam dialog online bersama Ketua Panja RUU ASN Arwani Thomafi, Senin (18/5/2020).

Baca Juga:  NeckSense Mampu Deteksi Makan secara Akurat

Titi menyebutkan, lima tahun pembahasan RUU revisi UU ASN tidak gol karena pemerintah melihat jumlah honorer membeludak.

Padahal jumlah honorer K2 kini tidak sampai 400 ribu orang setelah dikurangi yang lulus CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap pertama Februari 2019.

Menanggapi hal tersebut, Arwani menjelaskan alasan memasukkan honorer nonkategori. Alasan utama adalah memberikan perlindungan kepada seluruh honorer. Katanya, jangan sampai pemerintah abai terhadap nasib honorer yang selama ini sudah bekerja.

"Honorer nonkategori juga bekerja dan direkrut pemda karena memang kekurangan pegawai. Dalam RUU ASN memang ada pasal-pasal untuk honorer K2 dan nonkategori. Namun, bukan berarti harus diselesaikan sekaligus," kata Arwani.

Baca Juga:  The East: Film Tentang Tentara Belanda yang Punya Hati Nurani

Dia menjelaskan, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dilihat dari usia dan masa kerja. Pimpinan Komisi II DPR RI ini meminta honorer K2 tidak khawatir. Honorer K2 akan didahulukan.

"RUU ASN yang baru ini berbeda dengan RUU tahun 2015. Di sini ada skema pengangkatan honorer menjadi ASN yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Ada langkah dan tahapan pasti untuk menyelesaikannya," bebernya. 

Sumber: Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Lima Tahun Revisi UU ASN Tak Selesai, Ternyata Ini Masalahnya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah dan DPR sudah lama melakukan pembahasan RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara). Banyak yang masih bingung mengapa pembahasan ini tidak selesai hampir lima tahun. Namun banyak yang kaget ketika mereka tahu apa saja yang akan direvisi.

Ternyata RUU Revisi UU ASN tidak hanya mengakomodir honorer K2 tetapi juga nonkategori untuk diangkat menjadi PNS atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Ini membuat jumlah honorer membengkak lebih dari sejuta orang.

"Kami mohon Panja RUU ASN memberikan kekhususan bagi honorer K2. Kami khawatir gara-gara ada honorer nonkategori makanya pemerintah enggan menyerahkan DIM (daftar inventarisasi masalah, red)," kata Keta Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih dalam dialog online bersama Ketua Panja RUU ASN Arwani Thomafi, Senin (18/5/2020).

Baca Juga:  RPK PT AA-APP Sinar Mas Padamkan Karhutla di Pelalawan

Titi menyebutkan, lima tahun pembahasan RUU revisi UU ASN tidak gol karena pemerintah melihat jumlah honorer membeludak.

Padahal jumlah honorer K2 kini tidak sampai 400 ribu orang setelah dikurangi yang lulus CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap pertama Februari 2019.

Menanggapi hal tersebut, Arwani menjelaskan alasan memasukkan honorer nonkategori. Alasan utama adalah memberikan perlindungan kepada seluruh honorer. Katanya, jangan sampai pemerintah abai terhadap nasib honorer yang selama ini sudah bekerja.

"Honorer nonkategori juga bekerja dan direkrut pemda karena memang kekurangan pegawai. Dalam RUU ASN memang ada pasal-pasal untuk honorer K2 dan nonkategori. Namun, bukan berarti harus diselesaikan sekaligus," kata Arwani.

Baca Juga:  Bakal Mengeliat Perekonomian Indonesia Timur, Imbas Ibukota Pindah

Dia menjelaskan, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dilihat dari usia dan masa kerja. Pimpinan Komisi II DPR RI ini meminta honorer K2 tidak khawatir. Honorer K2 akan didahulukan.

"RUU ASN yang baru ini berbeda dengan RUU tahun 2015. Di sini ada skema pengangkatan honorer menjadi ASN yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Ada langkah dan tahapan pasti untuk menyelesaikannya," bebernya. 

Sumber: Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah dan DPR sudah lama melakukan pembahasan RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara). Banyak yang masih bingung mengapa pembahasan ini tidak selesai hampir lima tahun. Namun banyak yang kaget ketika mereka tahu apa saja yang akan direvisi.

Ternyata RUU Revisi UU ASN tidak hanya mengakomodir honorer K2 tetapi juga nonkategori untuk diangkat menjadi PNS atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Ini membuat jumlah honorer membengkak lebih dari sejuta orang.

"Kami mohon Panja RUU ASN memberikan kekhususan bagi honorer K2. Kami khawatir gara-gara ada honorer nonkategori makanya pemerintah enggan menyerahkan DIM (daftar inventarisasi masalah, red)," kata Keta Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih dalam dialog online bersama Ketua Panja RUU ASN Arwani Thomafi, Senin (18/5/2020).

Baca Juga:  Bunuh dan Mutilasi Pacar, Oknum TNI Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Titi menyebutkan, lima tahun pembahasan RUU revisi UU ASN tidak gol karena pemerintah melihat jumlah honorer membeludak.

Padahal jumlah honorer K2 kini tidak sampai 400 ribu orang setelah dikurangi yang lulus CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap pertama Februari 2019.

Menanggapi hal tersebut, Arwani menjelaskan alasan memasukkan honorer nonkategori. Alasan utama adalah memberikan perlindungan kepada seluruh honorer. Katanya, jangan sampai pemerintah abai terhadap nasib honorer yang selama ini sudah bekerja.

"Honorer nonkategori juga bekerja dan direkrut pemda karena memang kekurangan pegawai. Dalam RUU ASN memang ada pasal-pasal untuk honorer K2 dan nonkategori. Namun, bukan berarti harus diselesaikan sekaligus," kata Arwani.

Baca Juga:  RPK PT AA-APP Sinar Mas Padamkan Karhutla di Pelalawan

Dia menjelaskan, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dilihat dari usia dan masa kerja. Pimpinan Komisi II DPR RI ini meminta honorer K2 tidak khawatir. Honorer K2 akan didahulukan.

"RUU ASN yang baru ini berbeda dengan RUU tahun 2015. Di sini ada skema pengangkatan honorer menjadi ASN yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Ada langkah dan tahapan pasti untuk menyelesaikannya," bebernya. 

Sumber: Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari