Minggu, 6 April 2025
spot_img

Tragis, Dokter dan Perawat yang Menangani Corona Diusir dari Tempat Tinggalnya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejadian tak mengenakan terjadi pada Dokter yang menangani pasien positif corona. Mereka diusir dari lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur. Kejadian itu pun telah dilaporkan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Ahad (22/3). Kejadianya tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan ditolak juga

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka. Soal dokter yang mendapat perlakuan sama seperti perawat itu, Harif tidak menjelaskan lebih detail.

“Untuk rekan perawat saat ini tinggal di RS dulu,” kata Harif, Rabu (25/3) pagi.

Baca Juga:  Perlu Diciptakan Menu Berbahan Lokal 

Kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur,” katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (COVID-19). Untuk itu, PPNI akan mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif juga mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

“Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam,” katanya.

Baca Juga:  Positif Covid-19 di Riau Hanya Tambah 2 Orang

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

“Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejadian tak mengenakan terjadi pada Dokter yang menangani pasien positif corona. Mereka diusir dari lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur. Kejadian itu pun telah dilaporkan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Ahad (22/3). Kejadianya tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan ditolak juga

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka. Soal dokter yang mendapat perlakuan sama seperti perawat itu, Harif tidak menjelaskan lebih detail.

“Untuk rekan perawat saat ini tinggal di RS dulu,” kata Harif, Rabu (25/3) pagi.

Baca Juga:  Positif Covid-19 di Riau Hanya Tambah 2 Orang

Kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur,” katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (COVID-19). Untuk itu, PPNI akan mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif juga mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

“Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam,” katanya.

Baca Juga:  "Patah Hati" Berbuah Rezeki

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

“Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tragis, Dokter dan Perawat yang Menangani Corona Diusir dari Tempat Tinggalnya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejadian tak mengenakan terjadi pada Dokter yang menangani pasien positif corona. Mereka diusir dari lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur. Kejadian itu pun telah dilaporkan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Ahad (22/3). Kejadianya tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan ditolak juga

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka. Soal dokter yang mendapat perlakuan sama seperti perawat itu, Harif tidak menjelaskan lebih detail.

“Untuk rekan perawat saat ini tinggal di RS dulu,” kata Harif, Rabu (25/3) pagi.

Baca Juga:  Dua Pejabat Kuansing Nyaris Dijerat Sumpah Palsu

Kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur,” katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (COVID-19). Untuk itu, PPNI akan mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif juga mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

“Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam,” katanya.

Baca Juga:  Perda Hari Jadi Kabupaten, Wujud Hargai Jasa para Pendiri

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

“Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejadian tak mengenakan terjadi pada Dokter yang menangani pasien positif corona. Mereka diusir dari lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur. Kejadian itu pun telah dilaporkan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Ahad (22/3). Kejadianya tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan ditolak juga

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka. Soal dokter yang mendapat perlakuan sama seperti perawat itu, Harif tidak menjelaskan lebih detail.

“Untuk rekan perawat saat ini tinggal di RS dulu,” kata Harif, Rabu (25/3) pagi.

Baca Juga:  Komnas HAM Sesali Kericuhan, Akibatkan 95 Mahasiswa Terluka

Kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur,” katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (COVID-19). Untuk itu, PPNI akan mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif juga mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

“Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam,” katanya.

Baca Juga:  Tingkatkan Sinergi Kabupaten dan Provinsi

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

“Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari