Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Temui Raja Salman, Ketua MPR Minta Tambahan Kuota Haji

RIYADH (RIAUPOS.CO) —  Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk menambah kuota haji jamaah Indonesia. Jumlahnya dari 231 ribu menjadi 250 ribu jamaah.

Permintaan ini, kata politikus yang biasa disapa Bamsoet itu karena besarnya antusias dan penduduk muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa. Karena kecilnya kuota maka masa tunggu berangkat haji bisa mencapai 20 tahun lebih.

"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan mengupayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat," ujar Bamsoet saat bertemu Raja Salman di Riyadh, Selasa (24/12).

Bamsoet juga mengatakan, dalam pertemuan itu Raja Salman berujar bahwa Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Nuzulul Quran Momentum Mendekatkan Diri dengan Alquran

Lebih lanjut, Bamsoet juga menutrurkan, pihaknya memahami bukan hanya penduduk Indonesia saja yang ingin menunaikan ibadah haji, melainkan seluruh umat muslim dunia. Namun, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar dunia, maka MPR memohon kepada Raja Salman agar kuota haji Indonesia ditambah.

"Penambahan itu bisa memangkas waktu tunggu setidaknya 10 tahun. Sehingga bisa mempercepat penduduk Indonesia menunaikan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Bamsoet yang juga merupakan Mantan Ketua DPR menilai, Arab Saudi merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia. Bukan hanya untuk urusan politik dan ekonomi saja. Melainkan juga urusan sosial dan budaya. Banyak para tokoh agama Islam Indonesia dari berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya, menimba ilmu agama di Arab Saudi.

Baca Juga:  Baru Dipasang, Plang Pemberitahuan Dirusak

"Bahkan sejarah mencatat, ada tiga ulama besar Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram. Yakni Syeikh Junaid Al Batawi, Imam Nawawi Al Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ini menandakan begitu dekatnya hubungan emosional antara Indonesia dengan Arab Saudi," tutur Bamsoet.

Tak hanya itu, Bamsoet juga menyampaikan apresiasi rakyat Indonesia atas kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017, dan sambutan hangat yang disampaikan dalam sidang Paripurna parlemen Indonesia. Indonesia juga kemudian mendapat kehormatan karena kunjungan Raja Salman di Bali bahkan di perpanjang. Hal itu menandakan dekatnya Indonesia di hati Raja Salman.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

RIYADH (RIAUPOS.CO) —  Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk menambah kuota haji jamaah Indonesia. Jumlahnya dari 231 ribu menjadi 250 ribu jamaah.

Permintaan ini, kata politikus yang biasa disapa Bamsoet itu karena besarnya antusias dan penduduk muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa. Karena kecilnya kuota maka masa tunggu berangkat haji bisa mencapai 20 tahun lebih.

"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan mengupayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat," ujar Bamsoet saat bertemu Raja Salman di Riyadh, Selasa (24/12).

Bamsoet juga mengatakan, dalam pertemuan itu Raja Salman berujar bahwa Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga:  PKS Masih Persoalkan Konsep Dewas KPK

Lebih lanjut, Bamsoet juga menutrurkan, pihaknya memahami bukan hanya penduduk Indonesia saja yang ingin menunaikan ibadah haji, melainkan seluruh umat muslim dunia. Namun, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar dunia, maka MPR memohon kepada Raja Salman agar kuota haji Indonesia ditambah.

"Penambahan itu bisa memangkas waktu tunggu setidaknya 10 tahun. Sehingga bisa mempercepat penduduk Indonesia menunaikan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Bamsoet yang juga merupakan Mantan Ketua DPR menilai, Arab Saudi merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia. Bukan hanya untuk urusan politik dan ekonomi saja. Melainkan juga urusan sosial dan budaya. Banyak para tokoh agama Islam Indonesia dari berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya, menimba ilmu agama di Arab Saudi.

Baca Juga:  Pencoblos 20 Surat Suara Divonis 4 Bulan

"Bahkan sejarah mencatat, ada tiga ulama besar Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram. Yakni Syeikh Junaid Al Batawi, Imam Nawawi Al Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ini menandakan begitu dekatnya hubungan emosional antara Indonesia dengan Arab Saudi," tutur Bamsoet.

Tak hanya itu, Bamsoet juga menyampaikan apresiasi rakyat Indonesia atas kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017, dan sambutan hangat yang disampaikan dalam sidang Paripurna parlemen Indonesia. Indonesia juga kemudian mendapat kehormatan karena kunjungan Raja Salman di Bali bahkan di perpanjang. Hal itu menandakan dekatnya Indonesia di hati Raja Salman.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Temui Raja Salman, Ketua MPR Minta Tambahan Kuota Haji

RIYADH (RIAUPOS.CO) —  Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk menambah kuota haji jamaah Indonesia. Jumlahnya dari 231 ribu menjadi 250 ribu jamaah.

Permintaan ini, kata politikus yang biasa disapa Bamsoet itu karena besarnya antusias dan penduduk muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa. Karena kecilnya kuota maka masa tunggu berangkat haji bisa mencapai 20 tahun lebih.

"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan mengupayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat," ujar Bamsoet saat bertemu Raja Salman di Riyadh, Selasa (24/12).

Bamsoet juga mengatakan, dalam pertemuan itu Raja Salman berujar bahwa Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Baru Dipasang, Plang Pemberitahuan Dirusak

Lebih lanjut, Bamsoet juga menutrurkan, pihaknya memahami bukan hanya penduduk Indonesia saja yang ingin menunaikan ibadah haji, melainkan seluruh umat muslim dunia. Namun, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar dunia, maka MPR memohon kepada Raja Salman agar kuota haji Indonesia ditambah.

"Penambahan itu bisa memangkas waktu tunggu setidaknya 10 tahun. Sehingga bisa mempercepat penduduk Indonesia menunaikan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Bamsoet yang juga merupakan Mantan Ketua DPR menilai, Arab Saudi merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia. Bukan hanya untuk urusan politik dan ekonomi saja. Melainkan juga urusan sosial dan budaya. Banyak para tokoh agama Islam Indonesia dari berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya, menimba ilmu agama di Arab Saudi.

Baca Juga:  Pencoblos 20 Surat Suara Divonis 4 Bulan

"Bahkan sejarah mencatat, ada tiga ulama besar Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram. Yakni Syeikh Junaid Al Batawi, Imam Nawawi Al Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ini menandakan begitu dekatnya hubungan emosional antara Indonesia dengan Arab Saudi," tutur Bamsoet.

Tak hanya itu, Bamsoet juga menyampaikan apresiasi rakyat Indonesia atas kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017, dan sambutan hangat yang disampaikan dalam sidang Paripurna parlemen Indonesia. Indonesia juga kemudian mendapat kehormatan karena kunjungan Raja Salman di Bali bahkan di perpanjang. Hal itu menandakan dekatnya Indonesia di hati Raja Salman.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

RIYADH (RIAUPOS.CO) —  Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk menambah kuota haji jamaah Indonesia. Jumlahnya dari 231 ribu menjadi 250 ribu jamaah.

Permintaan ini, kata politikus yang biasa disapa Bamsoet itu karena besarnya antusias dan penduduk muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa. Karena kecilnya kuota maka masa tunggu berangkat haji bisa mencapai 20 tahun lebih.

"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan mengupayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat," ujar Bamsoet saat bertemu Raja Salman di Riyadh, Selasa (24/12).

Bamsoet juga mengatakan, dalam pertemuan itu Raja Salman berujar bahwa Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Pemkab Peringati Nuzulul Quran

Lebih lanjut, Bamsoet juga menutrurkan, pihaknya memahami bukan hanya penduduk Indonesia saja yang ingin menunaikan ibadah haji, melainkan seluruh umat muslim dunia. Namun, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar dunia, maka MPR memohon kepada Raja Salman agar kuota haji Indonesia ditambah.

"Penambahan itu bisa memangkas waktu tunggu setidaknya 10 tahun. Sehingga bisa mempercepat penduduk Indonesia menunaikan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Bamsoet yang juga merupakan Mantan Ketua DPR menilai, Arab Saudi merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia. Bukan hanya untuk urusan politik dan ekonomi saja. Melainkan juga urusan sosial dan budaya. Banyak para tokoh agama Islam Indonesia dari berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya, menimba ilmu agama di Arab Saudi.

Baca Juga:  LSI: Hanya 12,9 Persen yang Tak Setuju Perppu KPK

"Bahkan sejarah mencatat, ada tiga ulama besar Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram. Yakni Syeikh Junaid Al Batawi, Imam Nawawi Al Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ini menandakan begitu dekatnya hubungan emosional antara Indonesia dengan Arab Saudi," tutur Bamsoet.

Tak hanya itu, Bamsoet juga menyampaikan apresiasi rakyat Indonesia atas kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017, dan sambutan hangat yang disampaikan dalam sidang Paripurna parlemen Indonesia. Indonesia juga kemudian mendapat kehormatan karena kunjungan Raja Salman di Bali bahkan di perpanjang. Hal itu menandakan dekatnya Indonesia di hati Raja Salman.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari