Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Menguatkan Kebersamaan

Di tengah hantaman pandemi Covid-19 dan sendi-sendi ekonomi, maka suatu wilayah sangat rawan terjadinya perpecahan dan ancaman konflik. Bahkan tidak jarang gara-gara ekonomi, atau mata pencarian, terjadi pertikaian, baik skala kecil maupun besar. Untuk itu perlu konsep kebersamaan di tengah pandemi ini disadari setiap penduduk negeri ini.

Bukan hanya skala nasional, skala daerah atau provinsi pun perlu kita bangun rasa kebersamaan. Dengan kuatnya rasa kebersamaa, segala permasalahan bisa diselesaikan. Riau merupakan rumah besar tempat kita hidup. Ada banyak ragam suku, budaya, agama, ragam potensi kekayaan alam, ragam profesi, dan keragaman lainnya. Harus kita sadari bahwa semua komponen anak negeri ikut bersama-sama membangun. 

Di rumah besar ini, tidak ada yang merasa paling dominan, masing-masing saling memerlukan. Misalnya di Kota Pekanbaru terlihat ekonomi menggeliat. Pedagang memerlukan pembeli, tanpa pembeli dagangan tidak laku. Namun pedagang juga harus mematuhi aturan, tidak boleh berjualan sampai ke pinggir jalan, sehingga jalan pun macet. Artinya pedagang harus mematuhi pemerintah.

Di daerah, seperti di Ujung Batu, Bagan Batu, Duri, Bangkinang, Pangkalankerinci, Kuansing dan lainnya, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dari perkebunan, terutama perkebunan sawit. Artinya pertumbuhan wilayah di Riau ini ditopang perkebunan sawit, sehingga wajar saja jika Riau telah mengalahkan Sumut dalam hal perkembangan kebun sawit. Ribuan petani sawit ikut menggerakkan denyut nadi pembangunan di negeri ini. Alhamdulillah saat ini harga sawit cukup tinggi. 

Namun Riau tidak boleh berharap pada sawit semata, Riau harus mengandalkan sumber daya alam lain, sehingga tatkala harga sawit rendah, masih ada sumber pendapatan lain.

Potensi wisata berupakan keindahan alam belum semuanya dioptimalkan, masih banyak yang terbiarkan. Ragam budaya adalah potensi wisata, namun belumm juga tergarap menjadi wisata yang markettable (laku dijual).

Semua potensi itu memerlukan infrastruktur berupa jalan aspal, pelabuhan, fasilitas kesehatan, rekreasi, pendidikan dan lainnya. Jika Riau adalah rumah besar, maka rumah besar ini dibangun bersama. Bukan kepala daerah yang berperan, tetapi mulai dari tukang sapu di jalan, petani di pedalaman, tukang bangunan yang bekerja membangun drainase, pedagang yang mematuhi aturan pemerintah, pegawai dan pejabat yang tidak korup, dan lainnya bersama-sama membangun negeri ini.

Masing-masing punya peran. Jika masing-masing merasakan bahwa Riau ini adalah rumah bersama, maka apa pun yang akan dikerjakan bisa terwujud. Sekecil apa pun pekerjaan kita di rumah besar ini, tentunya sangat bermanfaat. Mari jaga dan bangun rumah ini.*** 
 

Di tengah hantaman pandemi Covid-19 dan sendi-sendi ekonomi, maka suatu wilayah sangat rawan terjadinya perpecahan dan ancaman konflik. Bahkan tidak jarang gara-gara ekonomi, atau mata pencarian, terjadi pertikaian, baik skala kecil maupun besar. Untuk itu perlu konsep kebersamaan di tengah pandemi ini disadari setiap penduduk negeri ini.

Bukan hanya skala nasional, skala daerah atau provinsi pun perlu kita bangun rasa kebersamaan. Dengan kuatnya rasa kebersamaa, segala permasalahan bisa diselesaikan. Riau merupakan rumah besar tempat kita hidup. Ada banyak ragam suku, budaya, agama, ragam potensi kekayaan alam, ragam profesi, dan keragaman lainnya. Harus kita sadari bahwa semua komponen anak negeri ikut bersama-sama membangun. 

Di rumah besar ini, tidak ada yang merasa paling dominan, masing-masing saling memerlukan. Misalnya di Kota Pekanbaru terlihat ekonomi menggeliat. Pedagang memerlukan pembeli, tanpa pembeli dagangan tidak laku. Namun pedagang juga harus mematuhi aturan, tidak boleh berjualan sampai ke pinggir jalan, sehingga jalan pun macet. Artinya pedagang harus mematuhi pemerintah.

Di daerah, seperti di Ujung Batu, Bagan Batu, Duri, Bangkinang, Pangkalankerinci, Kuansing dan lainnya, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dari perkebunan, terutama perkebunan sawit. Artinya pertumbuhan wilayah di Riau ini ditopang perkebunan sawit, sehingga wajar saja jika Riau telah mengalahkan Sumut dalam hal perkembangan kebun sawit. Ribuan petani sawit ikut menggerakkan denyut nadi pembangunan di negeri ini. Alhamdulillah saat ini harga sawit cukup tinggi. 

Namun Riau tidak boleh berharap pada sawit semata, Riau harus mengandalkan sumber daya alam lain, sehingga tatkala harga sawit rendah, masih ada sumber pendapatan lain.

- Advertisement -

Potensi wisata berupakan keindahan alam belum semuanya dioptimalkan, masih banyak yang terbiarkan. Ragam budaya adalah potensi wisata, namun belumm juga tergarap menjadi wisata yang markettable (laku dijual).

Semua potensi itu memerlukan infrastruktur berupa jalan aspal, pelabuhan, fasilitas kesehatan, rekreasi, pendidikan dan lainnya. Jika Riau adalah rumah besar, maka rumah besar ini dibangun bersama. Bukan kepala daerah yang berperan, tetapi mulai dari tukang sapu di jalan, petani di pedalaman, tukang bangunan yang bekerja membangun drainase, pedagang yang mematuhi aturan pemerintah, pegawai dan pejabat yang tidak korup, dan lainnya bersama-sama membangun negeri ini.

- Advertisement -

Masing-masing punya peran. Jika masing-masing merasakan bahwa Riau ini adalah rumah bersama, maka apa pun yang akan dikerjakan bisa terwujud. Sekecil apa pun pekerjaan kita di rumah besar ini, tentunya sangat bermanfaat. Mari jaga dan bangun rumah ini.*** 
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Di tengah hantaman pandemi Covid-19 dan sendi-sendi ekonomi, maka suatu wilayah sangat rawan terjadinya perpecahan dan ancaman konflik. Bahkan tidak jarang gara-gara ekonomi, atau mata pencarian, terjadi pertikaian, baik skala kecil maupun besar. Untuk itu perlu konsep kebersamaan di tengah pandemi ini disadari setiap penduduk negeri ini.

Bukan hanya skala nasional, skala daerah atau provinsi pun perlu kita bangun rasa kebersamaan. Dengan kuatnya rasa kebersamaa, segala permasalahan bisa diselesaikan. Riau merupakan rumah besar tempat kita hidup. Ada banyak ragam suku, budaya, agama, ragam potensi kekayaan alam, ragam profesi, dan keragaman lainnya. Harus kita sadari bahwa semua komponen anak negeri ikut bersama-sama membangun. 

Di rumah besar ini, tidak ada yang merasa paling dominan, masing-masing saling memerlukan. Misalnya di Kota Pekanbaru terlihat ekonomi menggeliat. Pedagang memerlukan pembeli, tanpa pembeli dagangan tidak laku. Namun pedagang juga harus mematuhi aturan, tidak boleh berjualan sampai ke pinggir jalan, sehingga jalan pun macet. Artinya pedagang harus mematuhi pemerintah.

Di daerah, seperti di Ujung Batu, Bagan Batu, Duri, Bangkinang, Pangkalankerinci, Kuansing dan lainnya, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dari perkebunan, terutama perkebunan sawit. Artinya pertumbuhan wilayah di Riau ini ditopang perkebunan sawit, sehingga wajar saja jika Riau telah mengalahkan Sumut dalam hal perkembangan kebun sawit. Ribuan petani sawit ikut menggerakkan denyut nadi pembangunan di negeri ini. Alhamdulillah saat ini harga sawit cukup tinggi. 

Namun Riau tidak boleh berharap pada sawit semata, Riau harus mengandalkan sumber daya alam lain, sehingga tatkala harga sawit rendah, masih ada sumber pendapatan lain.

Potensi wisata berupakan keindahan alam belum semuanya dioptimalkan, masih banyak yang terbiarkan. Ragam budaya adalah potensi wisata, namun belumm juga tergarap menjadi wisata yang markettable (laku dijual).

Semua potensi itu memerlukan infrastruktur berupa jalan aspal, pelabuhan, fasilitas kesehatan, rekreasi, pendidikan dan lainnya. Jika Riau adalah rumah besar, maka rumah besar ini dibangun bersama. Bukan kepala daerah yang berperan, tetapi mulai dari tukang sapu di jalan, petani di pedalaman, tukang bangunan yang bekerja membangun drainase, pedagang yang mematuhi aturan pemerintah, pegawai dan pejabat yang tidak korup, dan lainnya bersama-sama membangun negeri ini.

Masing-masing punya peran. Jika masing-masing merasakan bahwa Riau ini adalah rumah bersama, maka apa pun yang akan dikerjakan bisa terwujud. Sekecil apa pun pekerjaan kita di rumah besar ini, tentunya sangat bermanfaat. Mari jaga dan bangun rumah ini.*** 
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari