Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Pemkab Meranti Ragu

KEPULAUANMERANTI (RIAUPOS.CO) – Instruksi Mendagri Nomor 34/2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 belum menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk kembali memberlakukan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolah.

Jelas dalam instruksi tersebut, sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 boleh menjalankan PTMT.

Pasalnya, seluruh satuan pendidikan yang tersebar masih menggunakan metode pembelajaran di luar jaringan (Luring) sejak akhir bulan lalu (28/7). Tidak tatap muka.  "Belum, satuan pendidikan masih menetapkan metode luring. Tidak tatap muka, walaupun kita belum pernah menyandang status PPKM Level 4 yang mana saat ini masih Level 3," ungkap Kabid Sapras Disdikbud Kepulauan Meranti Syafrizal kepada Riau Pos, Ahad (22/8) siang

Walaupun demikian, dalam regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Kepulauan Meranti sudah bisa memberlakukan PTMT. Namun kepala daerah berkeinginan lain, paling tidak menurutnya sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir penyebaran dengan sistem luring.

Ia juga tidak menampik berdasarkan data Satgas, jika status sebaran Covid-19 Kepulauan Meranti terus melandai pasca meledak akhir bulan lalu. Tapi dikatakan Syafrizal jika situasi belum begitu kondusif untuk menjalankan metode PTMT yang dimaksud.

"Menurun memang, tapi kasus sebaran Covid masih di atas seratusan. Itu data dari Satgas. Makanya kami masih mempertimbangkan kondisi terkini. Jika memang sudah menempati puluhan kasus aktif, mungkin saja akan kembali diberlakukan PTMT. Ya kita tunggu sajalah," ujarnya. 

Menyikapi kondisi terkini, Syafrizal juga tidak dapat memprediksi kapan situasi tersebut akan berakhir, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan seperti sebelumnya. 

"Kapan pola berubah tentu tak bisa diprediksi. Situasional. Jika kondisi memungkinkan, kita kembali berlakukan tatap muka. Jika tidak, ya begini terus," ujarnya. 

Seperti data dihimpun melalui melalui website Satgas Covid Riau, sebaran kasus secara kumulatif 1830 kasus, sembuh 1633 ka­sus. Sementara sisa kasus aktif yang tersebar 199 isolasi dan 21 status rawat. Selain itu terdapat 57 ka­sus yang meninggal dunia.(eca)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

KEPULAUANMERANTI (RIAUPOS.CO) – Instruksi Mendagri Nomor 34/2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 belum menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk kembali memberlakukan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolah.

Jelas dalam instruksi tersebut, sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 boleh menjalankan PTMT.

Pasalnya, seluruh satuan pendidikan yang tersebar masih menggunakan metode pembelajaran di luar jaringan (Luring) sejak akhir bulan lalu (28/7). Tidak tatap muka.  "Belum, satuan pendidikan masih menetapkan metode luring. Tidak tatap muka, walaupun kita belum pernah menyandang status PPKM Level 4 yang mana saat ini masih Level 3," ungkap Kabid Sapras Disdikbud Kepulauan Meranti Syafrizal kepada Riau Pos, Ahad (22/8) siang

Walaupun demikian, dalam regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Kepulauan Meranti sudah bisa memberlakukan PTMT. Namun kepala daerah berkeinginan lain, paling tidak menurutnya sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir penyebaran dengan sistem luring.

Ia juga tidak menampik berdasarkan data Satgas, jika status sebaran Covid-19 Kepulauan Meranti terus melandai pasca meledak akhir bulan lalu. Tapi dikatakan Syafrizal jika situasi belum begitu kondusif untuk menjalankan metode PTMT yang dimaksud.

- Advertisement -

"Menurun memang, tapi kasus sebaran Covid masih di atas seratusan. Itu data dari Satgas. Makanya kami masih mempertimbangkan kondisi terkini. Jika memang sudah menempati puluhan kasus aktif, mungkin saja akan kembali diberlakukan PTMT. Ya kita tunggu sajalah," ujarnya. 

Menyikapi kondisi terkini, Syafrizal juga tidak dapat memprediksi kapan situasi tersebut akan berakhir, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan seperti sebelumnya. 

- Advertisement -

"Kapan pola berubah tentu tak bisa diprediksi. Situasional. Jika kondisi memungkinkan, kita kembali berlakukan tatap muka. Jika tidak, ya begini terus," ujarnya. 

Seperti data dihimpun melalui melalui website Satgas Covid Riau, sebaran kasus secara kumulatif 1830 kasus, sembuh 1633 ka­sus. Sementara sisa kasus aktif yang tersebar 199 isolasi dan 21 status rawat. Selain itu terdapat 57 ka­sus yang meninggal dunia.(eca)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KEPULAUANMERANTI (RIAUPOS.CO) – Instruksi Mendagri Nomor 34/2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 belum menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk kembali memberlakukan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolah.

Jelas dalam instruksi tersebut, sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 boleh menjalankan PTMT.

Pasalnya, seluruh satuan pendidikan yang tersebar masih menggunakan metode pembelajaran di luar jaringan (Luring) sejak akhir bulan lalu (28/7). Tidak tatap muka.  "Belum, satuan pendidikan masih menetapkan metode luring. Tidak tatap muka, walaupun kita belum pernah menyandang status PPKM Level 4 yang mana saat ini masih Level 3," ungkap Kabid Sapras Disdikbud Kepulauan Meranti Syafrizal kepada Riau Pos, Ahad (22/8) siang

Walaupun demikian, dalam regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Kepulauan Meranti sudah bisa memberlakukan PTMT. Namun kepala daerah berkeinginan lain, paling tidak menurutnya sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir penyebaran dengan sistem luring.

Ia juga tidak menampik berdasarkan data Satgas, jika status sebaran Covid-19 Kepulauan Meranti terus melandai pasca meledak akhir bulan lalu. Tapi dikatakan Syafrizal jika situasi belum begitu kondusif untuk menjalankan metode PTMT yang dimaksud.

"Menurun memang, tapi kasus sebaran Covid masih di atas seratusan. Itu data dari Satgas. Makanya kami masih mempertimbangkan kondisi terkini. Jika memang sudah menempati puluhan kasus aktif, mungkin saja akan kembali diberlakukan PTMT. Ya kita tunggu sajalah," ujarnya. 

Menyikapi kondisi terkini, Syafrizal juga tidak dapat memprediksi kapan situasi tersebut akan berakhir, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan seperti sebelumnya. 

"Kapan pola berubah tentu tak bisa diprediksi. Situasional. Jika kondisi memungkinkan, kita kembali berlakukan tatap muka. Jika tidak, ya begini terus," ujarnya. 

Seperti data dihimpun melalui melalui website Satgas Covid Riau, sebaran kasus secara kumulatif 1830 kasus, sembuh 1633 ka­sus. Sementara sisa kasus aktif yang tersebar 199 isolasi dan 21 status rawat. Selain itu terdapat 57 ka­sus yang meninggal dunia.(eca)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari