Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Kaki Tapir Putus Terjerat di Areal Konsesi di Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Seekor Tapir nan malang, Selasa (17/8/2021) lalu terjerat di areal perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan. Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jeratan tersebut.

Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar didampingi  tim medis drh. Danang, Kamis (19/8/2021) kemaren turun ke lokasi  untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor Tapir yang terjerat di areal konsesi di Kabupaten Pelalawan.

Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono menjelaskan, berdasarkan informasi, pada Selasa, 17 Agustus 2021 perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan berhasil mengevakuasi Tapir yang terjerat di areal konsesi, kemudian Tapir ditempatkan di kantor distrik Nilo.

Baca Juga:  Ribuan Lampu Colok Hiasai Malam Tujuh Likur Ramadan

Kemudian, Rabu, 18 Agustus 2021, dengan mempertimbangkan kondisi fisik satwa yang mulai menurun, pihak perusahaan konsesi mengambil tindakan awal melalui Mantri Hewan memberikan obat antibiotik serta obat kutu dan anti lalat. 

"Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jerat. Bagian kaki yang putus mengalami pembengkakan, dengan kondisi tubuh terlihat kurus," ujar Hartono, Jumat (20/8/2021).

Selanjutnya, pada Kamis (19/8/2021) tim medis Balai Besar KSDA Riau memberikan treatment dengan menyuntikan obat antiradang, analgesik serta vitamin. Lebih lanjut dijelaskannya, jenis kelamin Tapir jantan, dengan umur lebih dari 10 tahun.

 "Walaupun kondisinya kurus namun Tapir tersebut masih mau makan," terangnya.

Baca Juga:  Kalau Banyak Orang Kayak Pak Andi, Petani Bunga Raya Lebih Sejahtera

Hartono menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat di areal kebunnya dengan alasan apapun, dan kepada pihak konsesi perusahaan agar ikut memantau areal konsesinya terbebas dari jerat.

"Untuk sementara ini satwa Tapir dirawat Tim Medis Balai Besar KSDA Riau di areal konsesi perusahaan tersebut," Pungkasnya.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Seekor Tapir nan malang, Selasa (17/8/2021) lalu terjerat di areal perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan. Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jeratan tersebut.

Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar didampingi  tim medis drh. Danang, Kamis (19/8/2021) kemaren turun ke lokasi  untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor Tapir yang terjerat di areal konsesi di Kabupaten Pelalawan.

Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono menjelaskan, berdasarkan informasi, pada Selasa, 17 Agustus 2021 perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan berhasil mengevakuasi Tapir yang terjerat di areal konsesi, kemudian Tapir ditempatkan di kantor distrik Nilo.

Baca Juga:  Hubungan Cina-AS Tetap Stabil dan Harmonis

Kemudian, Rabu, 18 Agustus 2021, dengan mempertimbangkan kondisi fisik satwa yang mulai menurun, pihak perusahaan konsesi mengambil tindakan awal melalui Mantri Hewan memberikan obat antibiotik serta obat kutu dan anti lalat. 

"Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jerat. Bagian kaki yang putus mengalami pembengkakan, dengan kondisi tubuh terlihat kurus," ujar Hartono, Jumat (20/8/2021).

- Advertisement -

Selanjutnya, pada Kamis (19/8/2021) tim medis Balai Besar KSDA Riau memberikan treatment dengan menyuntikan obat antiradang, analgesik serta vitamin. Lebih lanjut dijelaskannya, jenis kelamin Tapir jantan, dengan umur lebih dari 10 tahun.

 "Walaupun kondisinya kurus namun Tapir tersebut masih mau makan," terangnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pulang dari Surabaya, Seorang Warga Rohul Positif Corona

Hartono menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat di areal kebunnya dengan alasan apapun, dan kepada pihak konsesi perusahaan agar ikut memantau areal konsesinya terbebas dari jerat.

"Untuk sementara ini satwa Tapir dirawat Tim Medis Balai Besar KSDA Riau di areal konsesi perusahaan tersebut," Pungkasnya.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Seekor Tapir nan malang, Selasa (17/8/2021) lalu terjerat di areal perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan. Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jeratan tersebut.

Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar didampingi  tim medis drh. Danang, Kamis (19/8/2021) kemaren turun ke lokasi  untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor Tapir yang terjerat di areal konsesi di Kabupaten Pelalawan.

Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono menjelaskan, berdasarkan informasi, pada Selasa, 17 Agustus 2021 perusahaan konsesi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan berhasil mengevakuasi Tapir yang terjerat di areal konsesi, kemudian Tapir ditempatkan di kantor distrik Nilo.

Baca Juga:  Dirugikan, Mantan Pimpinan Tim Mawar Adukan majalah Tempo ke Dewan Pers

Kemudian, Rabu, 18 Agustus 2021, dengan mempertimbangkan kondisi fisik satwa yang mulai menurun, pihak perusahaan konsesi mengambil tindakan awal melalui Mantri Hewan memberikan obat antibiotik serta obat kutu dan anti lalat. 

"Kondisi Tapir mengalami putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena jerat. Bagian kaki yang putus mengalami pembengkakan, dengan kondisi tubuh terlihat kurus," ujar Hartono, Jumat (20/8/2021).

Selanjutnya, pada Kamis (19/8/2021) tim medis Balai Besar KSDA Riau memberikan treatment dengan menyuntikan obat antiradang, analgesik serta vitamin. Lebih lanjut dijelaskannya, jenis kelamin Tapir jantan, dengan umur lebih dari 10 tahun.

 "Walaupun kondisinya kurus namun Tapir tersebut masih mau makan," terangnya.

Baca Juga:  Perkuat Ekonomi Daerah, Gubri Dukung Penuh Menara Vokasi di Riau

Hartono menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat di areal kebunnya dengan alasan apapun, dan kepada pihak konsesi perusahaan agar ikut memantau areal konsesinya terbebas dari jerat.

"Untuk sementara ini satwa Tapir dirawat Tim Medis Balai Besar KSDA Riau di areal konsesi perusahaan tersebut," Pungkasnya.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari