Rabu, 18 Februari 2026
- Advertisement -

Bupati Hadiri Iven Pacu Jalur

INHIL (RIAUPOS.CO) – Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menghadiri pembukaan uji coba pacu jalur di Tepian Rajo, Kecamatan Pangean, Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (21/7) petang. Pada kesempatan itu bupati dua periode tersebut mendapat kesempatan untuk memukul gong pembukaan uji coba pacu jalur oleh Plt Bupati Kuansing H Suhardiman Amby.

Usai pembukaan, HM Wardan mengatakan pacu jalur merupakan iven tahunan yang telah membudaya oleh masyarakat Riau, khususnya mereka di Kabupaten Kuansing. "Ini merupakan budaya besar masyarakat Kuansing,"kata HM Wardan.

Tradisi pacu jalur ini pada awalnya dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar umat islam, seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru hijriah.

Bahkan pada masa penjajahan Belanda, tradisi pacu jalur sudah dijadikan iven memperingati hari lahir Ratu Wihelmina (Ratu Belanda) yang biasa dilaksanakan pada November. "Pacu jalur ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sebagai sarana mempersatukan masyarakat yang ada di perantauan,"paparnya.

Akan tetapi setelah kemerdekaan Indonesia, iven pacu jalur dilaksanakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Secara filosofis, pacu jalur mencerminkan kekompakan masyarakat. Itu sebagai gambaran kehidupan masyarakat di sana. Dimana dengan kekompakan makan mempermudah dalam meraih tujuan.(adv)

INHIL (RIAUPOS.CO) – Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menghadiri pembukaan uji coba pacu jalur di Tepian Rajo, Kecamatan Pangean, Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (21/7) petang. Pada kesempatan itu bupati dua periode tersebut mendapat kesempatan untuk memukul gong pembukaan uji coba pacu jalur oleh Plt Bupati Kuansing H Suhardiman Amby.

Usai pembukaan, HM Wardan mengatakan pacu jalur merupakan iven tahunan yang telah membudaya oleh masyarakat Riau, khususnya mereka di Kabupaten Kuansing. "Ini merupakan budaya besar masyarakat Kuansing,"kata HM Wardan.

Tradisi pacu jalur ini pada awalnya dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar umat islam, seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru hijriah.

Bahkan pada masa penjajahan Belanda, tradisi pacu jalur sudah dijadikan iven memperingati hari lahir Ratu Wihelmina (Ratu Belanda) yang biasa dilaksanakan pada November. "Pacu jalur ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sebagai sarana mempersatukan masyarakat yang ada di perantauan,"paparnya.

Akan tetapi setelah kemerdekaan Indonesia, iven pacu jalur dilaksanakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Secara filosofis, pacu jalur mencerminkan kekompakan masyarakat. Itu sebagai gambaran kehidupan masyarakat di sana. Dimana dengan kekompakan makan mempermudah dalam meraih tujuan.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

INHIL (RIAUPOS.CO) – Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menghadiri pembukaan uji coba pacu jalur di Tepian Rajo, Kecamatan Pangean, Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (21/7) petang. Pada kesempatan itu bupati dua periode tersebut mendapat kesempatan untuk memukul gong pembukaan uji coba pacu jalur oleh Plt Bupati Kuansing H Suhardiman Amby.

Usai pembukaan, HM Wardan mengatakan pacu jalur merupakan iven tahunan yang telah membudaya oleh masyarakat Riau, khususnya mereka di Kabupaten Kuansing. "Ini merupakan budaya besar masyarakat Kuansing,"kata HM Wardan.

Tradisi pacu jalur ini pada awalnya dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar umat islam, seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru hijriah.

Bahkan pada masa penjajahan Belanda, tradisi pacu jalur sudah dijadikan iven memperingati hari lahir Ratu Wihelmina (Ratu Belanda) yang biasa dilaksanakan pada November. "Pacu jalur ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sebagai sarana mempersatukan masyarakat yang ada di perantauan,"paparnya.

Akan tetapi setelah kemerdekaan Indonesia, iven pacu jalur dilaksanakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Secara filosofis, pacu jalur mencerminkan kekompakan masyarakat. Itu sebagai gambaran kehidupan masyarakat di sana. Dimana dengan kekompakan makan mempermudah dalam meraih tujuan.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari