Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Penipu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saat tengah asik bermain gadget, tiba-tiba Siti dikejutkan dengan sebuah pesan singkat yang menyatakan dirinya sebagai pemenang undian berhadiah.

Siti yang kaget melihat pesan singkat tersebut lantas langsung menelepon sang pengirim pesan karena nomor yang digunakan untuk menulis pesan singkat bukan nomor yang resmi dari penyedia jasa yang dimaksud.

Dua kali Siti menghubungi nomor telepon yang dimaksud tersebut, namun tidak ada yang mengangkat. Tiba-tiba, nomor yang berbeda dengan iming-iming hadiah yang sama malah menelepon Siti. Mengetahui dirinya mendapat hadiah, Siti pun berpura-pura. Karena ia tahu itu tipuan semata.

Siti pun mengikuri semua arahan yang diinginkan oleh sang penipu. Walaupun tidak sepenuhnya. Karena dia ingin mengerjai sangat pelaku penipuan.

Baca Juga:  Pemerintah Harus Memberi Perlindungan Terhadap WNI di Luar Negeri 

Sampai akhirnya Siti diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang sudah dipersiapkan oleh pelaku. Tapi bukannya memberikan uang yang diminta, Siti malah berpura-pura salah nomor rekening yang diejakan oleh pelaku.

Sampai akhirnya sang pelaku dibuat kesal dan marah atas sikap  siti.

"Mbak.. Jangan sampai salah lagi lah nomornya. Kalau mau hadiahnya ya harus bayar dulu pajaknya," kata si pelaku yang berusaha mengajak Siti untuk membayar uang yang diinginkan.

Namun siti yang sudah merasa kesal dengan sikap pelaku penipuan, lantas memarahi sang penipu dan menceramahi dirinya.  "Bang! Sudah zaman susah gini masih juga mau menipu orang. Saya ini sedang di kantor polisi. Kalau abang mau nipu saya, bisa saya laporkan segera," celetuk Siti yang mencoba menakut-nakuti sang pelaku.

Baca Juga:  Pemerintah RI Belum Akan Evakuasi WNI dari Myanmar

Akhirnya nyali pelaku pun ciut dan langsung mematikan teleponnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saat tengah asik bermain gadget, tiba-tiba Siti dikejutkan dengan sebuah pesan singkat yang menyatakan dirinya sebagai pemenang undian berhadiah.

Siti yang kaget melihat pesan singkat tersebut lantas langsung menelepon sang pengirim pesan karena nomor yang digunakan untuk menulis pesan singkat bukan nomor yang resmi dari penyedia jasa yang dimaksud.

Dua kali Siti menghubungi nomor telepon yang dimaksud tersebut, namun tidak ada yang mengangkat. Tiba-tiba, nomor yang berbeda dengan iming-iming hadiah yang sama malah menelepon Siti. Mengetahui dirinya mendapat hadiah, Siti pun berpura-pura. Karena ia tahu itu tipuan semata.

Siti pun mengikuri semua arahan yang diinginkan oleh sang penipu. Walaupun tidak sepenuhnya. Karena dia ingin mengerjai sangat pelaku penipuan.

Baca Juga:  Dilarang Makan Tepung dan Nasi

Sampai akhirnya Siti diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang sudah dipersiapkan oleh pelaku. Tapi bukannya memberikan uang yang diminta, Siti malah berpura-pura salah nomor rekening yang diejakan oleh pelaku.

- Advertisement -

Sampai akhirnya sang pelaku dibuat kesal dan marah atas sikap  siti.

"Mbak.. Jangan sampai salah lagi lah nomornya. Kalau mau hadiahnya ya harus bayar dulu pajaknya," kata si pelaku yang berusaha mengajak Siti untuk membayar uang yang diinginkan.

- Advertisement -

Namun siti yang sudah merasa kesal dengan sikap pelaku penipuan, lantas memarahi sang penipu dan menceramahi dirinya.  "Bang! Sudah zaman susah gini masih juga mau menipu orang. Saya ini sedang di kantor polisi. Kalau abang mau nipu saya, bisa saya laporkan segera," celetuk Siti yang mencoba menakut-nakuti sang pelaku.

Baca Juga:  KSAD Kerahkan Personel Bantu Semprot Disinfektan

Akhirnya nyali pelaku pun ciut dan langsung mematikan teleponnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saat tengah asik bermain gadget, tiba-tiba Siti dikejutkan dengan sebuah pesan singkat yang menyatakan dirinya sebagai pemenang undian berhadiah.

Siti yang kaget melihat pesan singkat tersebut lantas langsung menelepon sang pengirim pesan karena nomor yang digunakan untuk menulis pesan singkat bukan nomor yang resmi dari penyedia jasa yang dimaksud.

Dua kali Siti menghubungi nomor telepon yang dimaksud tersebut, namun tidak ada yang mengangkat. Tiba-tiba, nomor yang berbeda dengan iming-iming hadiah yang sama malah menelepon Siti. Mengetahui dirinya mendapat hadiah, Siti pun berpura-pura. Karena ia tahu itu tipuan semata.

Siti pun mengikuri semua arahan yang diinginkan oleh sang penipu. Walaupun tidak sepenuhnya. Karena dia ingin mengerjai sangat pelaku penipuan.

Baca Juga:  Bupati Terima Penghargaan Bukit Barisan 2019

Sampai akhirnya Siti diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang sudah dipersiapkan oleh pelaku. Tapi bukannya memberikan uang yang diminta, Siti malah berpura-pura salah nomor rekening yang diejakan oleh pelaku.

Sampai akhirnya sang pelaku dibuat kesal dan marah atas sikap  siti.

"Mbak.. Jangan sampai salah lagi lah nomornya. Kalau mau hadiahnya ya harus bayar dulu pajaknya," kata si pelaku yang berusaha mengajak Siti untuk membayar uang yang diinginkan.

Namun siti yang sudah merasa kesal dengan sikap pelaku penipuan, lantas memarahi sang penipu dan menceramahi dirinya.  "Bang! Sudah zaman susah gini masih juga mau menipu orang. Saya ini sedang di kantor polisi. Kalau abang mau nipu saya, bisa saya laporkan segera," celetuk Siti yang mencoba menakut-nakuti sang pelaku.

Baca Juga:  Pengunjung Sungai Rokan dan Air Terjun Membeludak

Akhirnya nyali pelaku pun ciut dan langsung mematikan teleponnya.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari