Senin, 1 Desember 2025
spot_img

Tim Pakar Dinilai Sudutkan Novel

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim Pakar Investigasi Kasus Novel membeberkan hasil laporannya di kantor Bareskrim, kemarin (17/7). Pelaku penyiraman terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum ditemukan.
Namun, Tim Pakar ini memastikan ada sejumlah hal yang perlu didalami, seperti jejak elektronik dan orang tak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada 5 April.

Ketua Tim Pakar Nur Kholis menjelaskan, pemeriksaan ulang telah dilakukan terhadap semua saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga orang yang selama ini diduga menjadi pelaku. Hasilnya, memang belum ditemukan bukti siapa pelakunya.

”Alibi orang yang diduga menjadi pelaku berinisial ML itu ternyata benar,” paparnya.

Namun, tim cenderung pada fakta lainnya. Yakni, kedatangan orang tak dikenal pada 5 April ke rumah Novel, tujuh hari sebelum penyiraman terhadap penyidik KPK tersebut. Orang tak dikenal ini mendatangi rumah Novel dengan bertanya mencari gamis.

Baca Juga:  Lomba Photograpy dan Bazar Ekonomi Meriahkan TdSi

”Namun, mencari gamis untuk lelaki,” tuturnya.

Diduga orang tak dikenal ini terhubung dengan penyiraman terhadap Novel. Lalu, juga pada 10 April ada dua orang tak dikenal yang nongkrong di masjid dekat tempat wudhu. Keduanya tidak jelas tujuan berada di sana saat subuh. ”Sehari sebelum kejadian penyiraman,” paparnya.(idr/tyo/ted)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim Pakar Investigasi Kasus Novel membeberkan hasil laporannya di kantor Bareskrim, kemarin (17/7). Pelaku penyiraman terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum ditemukan.
Namun, Tim Pakar ini memastikan ada sejumlah hal yang perlu didalami, seperti jejak elektronik dan orang tak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada 5 April.

Ketua Tim Pakar Nur Kholis menjelaskan, pemeriksaan ulang telah dilakukan terhadap semua saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga orang yang selama ini diduga menjadi pelaku. Hasilnya, memang belum ditemukan bukti siapa pelakunya.

”Alibi orang yang diduga menjadi pelaku berinisial ML itu ternyata benar,” paparnya.

Namun, tim cenderung pada fakta lainnya. Yakni, kedatangan orang tak dikenal pada 5 April ke rumah Novel, tujuh hari sebelum penyiraman terhadap penyidik KPK tersebut. Orang tak dikenal ini mendatangi rumah Novel dengan bertanya mencari gamis.

Baca Juga:  Aneh, Belum Ada Anggaran Gaji PPPK Hasil Rekrutmen Februari

”Namun, mencari gamis untuk lelaki,” tuturnya.

Diduga orang tak dikenal ini terhubung dengan penyiraman terhadap Novel. Lalu, juga pada 10 April ada dua orang tak dikenal yang nongkrong di masjid dekat tempat wudhu. Keduanya tidak jelas tujuan berada di sana saat subuh. ”Sehari sebelum kejadian penyiraman,” paparnya.(idr/tyo/ted)

- Advertisement -

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim Pakar Investigasi Kasus Novel membeberkan hasil laporannya di kantor Bareskrim, kemarin (17/7). Pelaku penyiraman terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum ditemukan.
Namun, Tim Pakar ini memastikan ada sejumlah hal yang perlu didalami, seperti jejak elektronik dan orang tak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada 5 April.

Ketua Tim Pakar Nur Kholis menjelaskan, pemeriksaan ulang telah dilakukan terhadap semua saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga orang yang selama ini diduga menjadi pelaku. Hasilnya, memang belum ditemukan bukti siapa pelakunya.

”Alibi orang yang diduga menjadi pelaku berinisial ML itu ternyata benar,” paparnya.

Namun, tim cenderung pada fakta lainnya. Yakni, kedatangan orang tak dikenal pada 5 April ke rumah Novel, tujuh hari sebelum penyiraman terhadap penyidik KPK tersebut. Orang tak dikenal ini mendatangi rumah Novel dengan bertanya mencari gamis.

Baca Juga:  Bertambah 483 Orang Positif, Riau Tertinggi Kedua di Indonesia

”Namun, mencari gamis untuk lelaki,” tuturnya.

Diduga orang tak dikenal ini terhubung dengan penyiraman terhadap Novel. Lalu, juga pada 10 April ada dua orang tak dikenal yang nongkrong di masjid dekat tempat wudhu. Keduanya tidak jelas tujuan berada di sana saat subuh. ”Sehari sebelum kejadian penyiraman,” paparnya.(idr/tyo/ted)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari